Sumatera Utara – Rumah Singgah Pasien (RSP) IZI Sumatera Utara kembali menggelar pembinaan keislaman rutin pada Rabu (14/10/2026) dengan mengangkat tema “Adab Pergaulan dalam Islam”. Kajian kali ini disampaikan oleh Ustadz Bayu Nugroho dan diikuti oleh para pasien serta pendamping pasien yang tengah menjalani ikhtiar pengobatan di RSUP H. Adam Malik, Kota Medan.
Kajian disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga dapat diterima oleh peserta dari berbagai latar belakang. Dalam pembukaannya, Ustadz Bayu menyampaikan bahwa adab merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Ilmu yang dimiliki hendaknya berjalan beriringan dengan adab, sehingga dapat tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Beliau juga mengingatkan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik bagi umat Islam dalam menjaga adab dan akhlak ketika berinteraksi dengan sesama. Keteladanan Rasulullah tidak hanya ditunjukkan dalam hubungan dengan sesama Muslim, tetapi juga dengan non-Muslim, baik kepada orang yang lebih tua, sebaya, maupun yang lebih muda.

Dalam pergaulan sehari-hari, setiap Muslim hendaknya senantiasa saling menghormati dan menghargai. Adab yang diterapkan perlu memperhatikan nilai-nilai kebaikan yang berlaku di masyarakat, selama tidak bertentangan dengan syari’at Islam, serta menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman utama. Lebih lanjut, Ustadz Bayu menjelaskan empat prinsip pergaulan dalam Islam yang dapat menjadi landasan dalam membangun hubungan yang baik antar sesama, yaitu: Ta’aruf (saling mengenal), yaitu membangun hubungan dengan mengenal satu sama lain. Tafahum (saling memahami), yaitu berusaha memahami keadaan, perasaan, dan kebutuhan orang lain. Ta’awun (saling menolong), yaitu membantu sesama dalam kebaikan sesuai kemampuan. Takaful (saling menanggung beban), yaitu menumbuhkan kepedulian dan semangat untuk saling menguatkan ketika menghadapi kesulitan.
Apabila prinsip-prinsip tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, akan tumbuh ta’liful qulub, yaitu keterikatan hati yang melahirkan kedekatan dan kasih sayang. Nilai ini juga menjadi bagian penting dalam membangun ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Bayu turut mengingatkan jama’ah mengenai hak dan kewajiban seorang Muslim terhadap Muslim lainnya. Beliau menyampaikan enam hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga hubungan persaudaraan, yaitu:
1. Menjawab salam ketika saudara sesama Muslim mengucapkan salam.
2. Memenuhi undangan yang disampaikan oleh saudara sesama Muslim.
3. Mendo’akan saudara yang bersin, ketika ia mengucapkan hamdalah, dengan mengucapkan “Yarhamukallah.” Kemudian, orang yang bersin mendoakan kembali dengan ucapan “Yahdikumullah.”
4. Menjenguk saudara yang sakit sebagai bentuk perhatian dan kepedulian.
5. Mengiringi jenazah saudara sesama Muslim hingga ke pemakaman.
6. Memberikan nasihat kepada saudara sesama Muslim ketika ia memintanya.

Melalui penjelasan tersebut, para peserta diajak untuk memahami bahwa Islam tidak hanya mengatur hubungan seorang hamba dengan Allah SWT (hablumminallah), tetapi juga mengajarkan bagaimana membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia (hablumminannas). Adab yang baik, kepedulian, dan kesediaan untuk saling membantu merupakan bagian penting dalam menjaga persaudaraan. Kajian berlangsung dengan penuh perhatian dari para peserta. Bagi pasien dan pendamping yang tengah menjalani masa pengobatan, kegiatan ini menjadi ruang untuk menambah ilmu agama sekaligus mengingatkan pentingnya saling menghargai, memberikan dukungan, dan menguatkan satu sama lain di tengah berbagai ujian kehidupan.
Melalui pembinaan keislaman rutin ini, Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara terus berupaya menghadirkan pendampingan spiritual yang bermanfaat bagi pasien dan pendamping. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tumbuh pribadi-pribadi yang berakhlak baik, memiliki kepedulian terhadap sesama, dan senantiasa menjaga ukhuwah Islamiyah.
[Fazliyah Nurhafshah Gultom – @inisiatifzakat_sumut]




