Setelah Kehilangan Kaki, Supi Tetap Berjuang di Usia Senja

Sumatera Utara – Di usia 63 tahun, Supiya, atau yang akrab dipanggil Supi, harus menjalani kehidupan dengan kondisi yang jauh berbeda dari sebelumnya. Warga Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang ini telah menderita diabetes sejak tahun 2022 dan harus menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupannya setelah mengalami komplikasi pada bagian kaki. Perjuangan Supi bermula ketika kakinya tertusuk paku. Luka yang dialaminya tidak kunjung membaik dan semakin melebar seiring dengan kondisi diabetes yang dideritanya. Setelah menjalani penanganan medis, kondisi kaki Supi akhirnya mengharuskannya menjalani tindakan amputasi.

Keputusan tersebut menjadi titik berat dalam kehidupan Supi. Setelah kehilangan salah satu kakinya, aktivitas sehari-hari yang sebelumnya dapat dilakukan secara mandiri kini menjadi jauh lebih sulit. Untuk berdiri dan berjalan, Supi masih sangat bergantung pada bantuan orang lain. Keterbatasan tersebut semakin terasa karena keluarga belum mampu menyediakan alat bantu atau penyangga yang dapat mendukung Supi dalam beraktivitas. Di usia senjanya, ia harus beradaptasi dengan kondisi baru sekaligus menghadapi keterbatasan ekonomi keluarga.

Sebelum sakit dan menjalani amputasi, Supi merupakan seorang pedagang ikan. Ia tetap aktif bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama suaminya yang telah berusia lebih tua darinya. Namun, sejak kondisi kesehatannya menurun, Supi tidak lagi mampu berjualan seperti sebelumnya. Kini, kebutuhan Supi dan suaminya lebih banyak dibantu oleh sang anak, Dicky. Dengan penghasilan yang tidak menentu, Dicky tetap berusaha memenuhi kebutuhan orang tuanya di tengah keterbatasan yang ada. Melihat kondisi tersebut, Dicky kemudian menghubungi tim Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumatera Utara untuk mengajukan permohonan bantuan bagi keluarganya.

Alhamdulillah, pada Kamis (01/10/2026), tim IZI Sumatera Utara hadir menyalurkan bantuan melalui program Layanan Mustahik kepada Supi. Bantuan berupa santunan uang tunai tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan Supi dan keluarga dalam menjalani kehidupan setelah kondisi kesehatannya berubah. Supi menyambut kedatangan tim IZI dengan penuh haru. Bagi dirinya, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti di tengah kondisi yang sedang dihadapi. “Alhamdulillah, alhamdulillah ya Allah. Terima kasih ya, Pak. Terima kasih karena telah membantu kami. Semoga Allah balas kebaikan Bapak/Ibu dengan berlipat kebaikan, sehat selalu, berkah, dan murah rezekinya, Pak,” ucap Supi penuh haru.

Kisah Supi menjadi pengingat bahwa di tengah keterbatasan, masih ada tangan-tangan yang hadir untuk menguatkan. Bantuan yang diberikan melalui IZI tidak hanya menjadi dukungan materi, tetapi juga menjadi tanda bahwa Supi dan keluarganya tidak sendiri dalam menghadapi masa sulit. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan kesehatan kepada Supi serta keluarganya. Semoga setiap kebaikan para donatur yang telah membersamai perjuangan para mustahik melalui IZI menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT dan dibalas dengan keberkahan serta rezeki yang berlimpah.

[Fazliyah Nurhafshah Gultom – @inisiatifzakat_sumut]