Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

5 Penyebab Hoarding Disorder 

Syamil Abyan2025-05-30T15:15:43+07:00
Syamil Abyan Edukasi dan Inspirasi Islami Artikel Edukasi, edukasi masyarakat, inisiatif zakat, inisiatif zakat indonesia, IZI, zakat indonesia 0 Comments

Hoarding disorder atau gangguan menimbun adalah kondisi mental yang ditandai dengan kesulitan ekstrem dalam membuang atau melepaskan barang, bahkan jika barang tersebut tidak lagi memiliki nilai guna. Akibatnya, rumah penderita bisa dipenuhi tumpukan barang yang mengganggu aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup. Tapi apa sebenarnya penyebab hoarding disorder? 

Dalam artikel ini, kita akan membahas penyebab hoarding disorder secara lugas dan mudah dipahami, mulai dari faktor psikologis, biologis, hingga lingkungan. Informasi ini penting bukan hanya untuk penderita, tetapi juga bagi keluarga atau teman yang ingin membantu. 

1. Riwayat Trauma atau Kehilangan 

Salah satu penyebab utama hoarding disorder adalah pengalaman traumatis di masa lalu. Kehilangan orang tercinta, perceraian, kebangkrutan, atau bencana alam yang menyebabkan kerugian besar bisa memicu seseorang untuk mulai menyimpan segala sesuatu dengan ketat. Menimbun barang menjadi semacam “benteng perlindungan emosional” agar tidak merasakan kehilangan lagi. 

Sebagai contoh, seseorang yang kehilangan rumah karena kebakaran mungkin akan merasa tidak aman jika harus membuang benda apa pun, karena takut kehilangan lagi. 

2. Masalah dalam Pengambilan Keputusan 

Orang dengan hoarding disorder sering mengalami kesulitan dalam membuat keputusan kecil sekalipun, seperti memutuskan apakah sebuah kertas bekas masih berguna atau tidak. Mereka cenderung berpikir bahwa semua barang memiliki potensi nilai di masa depan. Akibatnya, mereka menyimpan terlalu banyak hal yang sebenarnya sudah tidak diperlukan. 

3. Kondisi Kesehatan Mental Lainnya 

Hoarding disorder juga sering terjadi bersamaan dengan gangguan mental lain, seperti: 

  • Depresi: Sulit melepaskan barang bisa menjadi cara untuk mengatasi perasaan hampa atau tidak berdaya. 
  • Obsessive-Compulsive Disorder (OCD): Meskipun berbeda, OCD dan hoarding bisa saling terkait, terutama dalam pola pikir obsesif. 
  • Anxiety Disorder: Rasa cemas yang berlebihan bisa membuat seseorang takut menyesal jika membuang barang. 

4. Faktor Genetik dan Biologis 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hoarding bisa memiliki unsur genetik. Jika ada anggota keluarga yang juga mengalami perilaku menimbun, risiko untuk mengalami hal serupa akan lebih tinggi. Selain itu, fungsi otak yang terganggu, terutama di bagian yang mengatur pengambilan keputusan dan emosi, juga berperan. 

5. Lingkungan dan Pola Asuh 

Lingkungan masa kecil yang penuh tekanan atau kurang kasih sayang bisa menjadi akar masalah. Anak-anak yang tumbuh di rumah yang kacau atau tidak stabil sering mengembangkan kebiasaan menyimpan barang sebagai cara menciptakan rasa aman. Selain itu, jika orang tua juga punya kebiasaan menimbun, anak cenderung menirunya. 

Hoarding disorder bukan sekadar “suka berantakan” atau “sayang buang barang.” Ini adalah kondisi psikologis yang kompleks, dengan akar penyebab yang bisa berasal dari trauma, genetik, masalah mental lain, hingga lingkungan masa kecil. 

Jika kamu atau orang terdekat menunjukkan tanda-tanda hoarding, penting untuk mencari bantuan profesional. Penanganan sejak dini dapat mencegah kondisi semakin parah dan membantu meningkatkan kualitas hidup. 

Ayu L Mukhlis 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Syamil Abyan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • Penerima Manfaat IZI Program PEU KUA Kramat Jati Dibekali Pengetahuan dan Praktik Pemasaran Digital 20 April 2026
  • Satu Langkah Di Depan, IZI dan JNE Gelar Pelatihan Digital Marketing Berbasis AI Untuk Penerima Manfaat Program Lapak Berkah 20 April 2026
  • PLN Nusantara Power UP Kaltimra ULPLTD Balikpapan dan IZI Hadirkan Harapan, 100 Keluarga Duafa Terima Paket Sembako 20 April 2026
  • IZI Sulsel Salurkan Paket Sembako kepada Tukang Becak dan Bentor di Tamalate 20 April 2026
  • IZI Salurkan Bantuan Beasiswa untuk Siswa SMP di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 17 April 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (233)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,348)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (657)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (219)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (549)
  • Nuansa Keislaman (353)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (315)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,209)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (580)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025