Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Layanan Donasi
    • Layanan Konsultasi Donatur
    • Layanan Penerima Manfaat
  • Tata Kelola
    • Laporan
      • Ramadhan
      • Qurban
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Layanan Donasi
    • Layanan Konsultasi Donatur
    • Layanan Penerima Manfaat
  • Tata Kelola
    • Laporan
      • Ramadhan
      • Qurban
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Keteladanan Luar Biasa Rabi’ bin Haitsam

Ayu Lestari2019-04-12T10:25:10+07:00
Ayu Lestari Kisah Teladan kisah teladan, pahala sedekah, rabi' bin haitsam, ulama teladan 0 Comments

Sahabat banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari orang-orang shaleh, baik dari keilmuannya sampai keteladanan sifat dan sikapnya.

Rabi’ bin Haitsam beliau adalah ulama yang terkenal luar biasa kesalehannya. Beliau adalah murid Abdullah bin Umar dan murid langung sahabat-sahabat Rasulullah. beliau sangat terkenal menjaga lisannya dari hal-hal tidak bermanfaat, sehingga dari lisannya hanya keluar empat perkara; Nasihat, doa, dzikir, dan membaca Al Qur’an.

Rabi’ bin Haitsam pada masa akhir hidupnya terserang penyakit yang menyebabkannya lumpuh setengah badan dan membuatnya terbatas melakukan aktivitas, namun dalam kondisi demikian masih banyak amal saleh dan keteladanan yang dilakukan Rabi’.

Suatu ketika dua orang muridnya datang ke rumahnya untuk meminta nasihat dan terdapat empat kejadian yang menjadi teladan muridnya.

Sang murid berkata padanya “Wahai imam, apa rahasia kenapa engkau bisa menjaga lisan anda, tidak seperti ulama-ulama lain yang terkadang masih ngobrol-ngobrol kosong untuk sekedar bercanda, tapi engkau  benar-benar hanya berbicara yang ada hikmahnya”.

Rabi’ menjawab Rabi berkata “Wahai murid2 ku apa kalian sampai saat ini masih ragu dengan adanya Tuhan Allah? Dan apakah kalian masih ragu bahwa Allah letakkan dua malaikat di kiri dan kanan kalian yang mencatat amal baik dan buruk, dan pasti demi Allah akan dibacakan dan dihisabkan di akhirat nanti”

Ketika mereka sedang berbincang, anak Rabi’ datang menyuguhkan Halwa, Halwa adalah makanan yang dibuat dari bahan-bahan terbaik dan mahal, proses pembuatannya pun sangat lama dan sulit sehingga Halwa dikenal makanan yang sangat mahal.

Ketika Rabi’ dan muridnya hendak menyantap makanan itu, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu, kemudian Rabi’ menyuruh anaknya untuk membuka pintu ternyata yang datang adalah orang gila dengan penampilangs sangat lusuh untuk meminta makan, selama ini tidak ada yang pernah perduli terhadap orang gila itu. Tapi MasyaAllah, Rabi justru menyuruh anaknya untuk membawa semua Halwa itu kepada orang gila.

Anak Rabi menuruti perintah ayahnya dan membawa sebuah piring dengan maksud hanya memberikan sepotong Halwa, tapi orang gila itu justru mengambil semua Halwa itu. Anak rabi’ pun menyampaikan kejadian itu kepada ayahnya.

“Wahai ayah semoga Allah senantiasa menjagamu.. ayah engkau tau yang tadi datang bukanlah peminta-minta tapi orang gila dan dia tidak tahu nilainya makanan yang kita kasih, kalau tadi engkau menyuruh saya ke dapur untuk mengambil makanan apa saja untuknya akan saya berikan untuknya, kenapa harus halwa yang ibu telah membuat kue ini dengan biaya yang mahal dan waktu yang lama?”.

Rabi menjawab “wahai anakku kalau orang gila itu tidak tahu nilai makanan yang kita kasih itu tidak penting buat saya karena Allah tahu nilainya, dan ingatlah firman Allah ‘Kalian tidak akan mendapatkan balasan sempurna dari sodakoh kalian sampai kalian menginfakkan apa yang paling kalian cintai”

Setelah kejadian itu muridnya bertanya kepada Rabi’ “Wahai Imam apa nasihat  anda untuk kami dalam masalah ibadah?”

“Rahasiakan amal shalih kalian, jangan ceritakan kepada siapapun. Kerjakan jangan ceritakan. Allah sudah utuskan ada malaikat untuk mengawasi kalian” Kata Rabi’

Ketika mereka sedang berbincang masuklah waktu dzuhur, Rabi’ bin Haitsam yang lumpuh setengah badan kemudian ia memberikan isyarat kepada anaknya untuk membantunya berdiri dan meminta di anatar ke masjid. Murid Rabi’ pun membantunya berjalan menuju masjid, sang murid pun melihat kaki Rabi’ terseret-seret di tanah dan merasa kesulitan ke Masjid tapi ia tetap menunaikan kewajibannya sholat di Masjid, sampai-sampai muridnya bertanya “Imam engkau punya keringanan untuk tidak sholat di masjid karena keadaanmu ini”

Jawaban Rabi’ membuat kedua muridnya ini kagum dan menandakan keimanan yang mendalam kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala “Wahai muridku aku mendengar dengan telingaku ini adzan panggilan untuk sholat dari Allah hanya dari lisan muadzin saja, Allah memanggil saya pencipta langit dan bumi untuk menyembahnya dan mendapatkan kemenangan melalui sholat. Demi Allah saya akan tetap mendatangi masjid meskipun saya merangkak”

Beliau memahami balasan perbuatan baik dan buruk ketika Rasulullah dalam perjalanan Isra Mi’raj. Bagaimana Allah menyuburkan sedekah, balasan perbuatan ghibah sebab itu rabi’ sangat menjaga lisannya dari perkataan yang sia-sia, kemudian bagaimana beliau menjaga shalatnya dan tetap melaksanakannnya di Masjid meskipun harus terseok-seok langkahnya menuju Masjid.

MasyaAllah.. sikap Wara (kehati-hatian), totalitas dalam ibadah dan keikhlasan Rabi’ patut dijadikan teladan untuk kita. Bagaimana ia sangat totalitas dan tidak takut kekurangan dalam bersedekah, ketika banyak orang atau mungkin diri kita bersedekah hanya sedikit tapi Rabi’ menyedekahkan sesuatu hal yang mewah dan yang ia sukai.

Sahabat, sudahkah kita totalitas dalam beribadah? Benar-benar menyerahkan hidup, mati dan seluruh yang kita miliki untuk Allah? Semoga kita semua senantiasa bisa mengikuti teladan-teladan dari Rasulullah dan orang-orang shaleh.

(Ayu Lestari)

Dari berbagai sumber

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • IZI Jabar Hadirkan Program Sedekah Beras Sampai ke Pelosok Cianjur 8 May 2026
  • PLN Resmikan Program TJSL Penanaman Bibit Produktif dan Sarana Air Bersih di Talang Gedabu 8 May 2026
  • IZI Salurkan Beasiswa Pelajar untuk Nazwa Andriani di Jakarta Timur 8 May 2026
  • Kunjungan Program Beasiswa Tahfidz (BETAH) IZI Jabar Berikan Edukasi Sampah 8 May 2026
  • IZI Banten dan Pemuda Masjid Cisauk Salurkan Sedekah Mushaf Al-Qur’an untuk Rumah Ngaji Ummi Kabupaten Tangerang 8 May 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,177)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (243)
  • Event IZI (607)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,389)
  • Keluarga (438)
  • Kesehatan (668)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (227)
  • Lain-lain (288)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (312)
  • Muda-Mudi (551)
  • Nuansa Keislaman (360)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (321)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,220)
  • Potret Donatur (113)
  • Ramadhan (580)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025