Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Layanan Donasi
    • Layanan Konsultasi Donatur
    • Layanan Penerima Manfaat
  • Tata Kelola
    • Laporan
      • Ramadhan
      • Qurban
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Layanan Donasi
    • Layanan Konsultasi Donatur
    • Layanan Penerima Manfaat
  • Tata Kelola
    • Laporan
      • Ramadhan
      • Qurban
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Se-Keluarga Tak Dapat Bansos karena Identitas Pengenal

dhul.ikhsan2020-07-10T14:13:00+07:00
dhul.ikhsan Potret Dhuafa #IZI Sulteng, Bansos, Dg. Nile, inisiatif zakat, inisiatif zakat indonesia 0 Comments

Sepuluh tahun menumpang di sebuah bangunan berdinding papan, beratap seng tua dan rusak, serta beralaskan sisa-sisa spanduk bekas. Begitulah yang dialami oleh keluarga Dg. Nile, warga Kota Makassar yang mengadu nasib di tanah Kaili.

  • Dg. Nile Tak Dapat Bansos
    “Se-Keluarga Tak Dapat Bansos karena Identitas Pengenal” – Dok. IZI

Bangunan tersebut milik kenalannya yang menetap di luar daerah. Dikarenakan orangtuanya wafat, ia menitipkannya kepada Dg. Nile.

Lokasi bangunan yang ditinggali wanita tersebut dekat dengan kawasan yang diterjang bencana likuifaksi pada tahun 2018 lalu. Hanya beberapa meter ke belakang, bangunan papan tersebut bisa sewaktu-waktu dilahap tanah yang bergerak. Namun, Allah SWT menakdirkannya lain.

Dg. Nile tinggal di bangunan itu bersama sang suami, anak beserta kedua cucunya. Berbagai macam pekerjaan sudah dilakukan semenjak mulai tinggal di Kota Palu bersama sang suami dan beberapa anaknya.

”Semenjak datang ke sini kami mencoba mencari pekerjaan. Mulai dari jualan ikan keliling dengan berjalan kaki susuri rumah-rumah warga hingga jadi tukang kupas bawang. Tetapi sudah beberapa bulan terakhir ini kami tidak lagi lakukan,” ujar Dg. Nile.

Kini beliau beralih menjadi buruh cuci pakaian, walaupun tidak setiap harinya, “Kami ini kerja tidak menentu nak, hasil dari cuci pakaian orang di rumah-rumah biasanya dikasih Rp. 15.000, paling tinggi Rp. 20.000 setiap kali mencuci dan terkandung kemurahan hati mereka juga,” lanjutnya

Semenjak bencana likuifaksi September 2018 banyak pelanggan Dg. Nile yang menjadi korban. Rumah-rumah mereka sudah tidak ada lagi, sehingga ia sulit dapatkan pelanggan.

“Kita makan nak ini tidak menentu. Kadang kalau ada beras, walaupun hanya sedikit, itu sudah yang kami masak. Kalau tidak ada lauk, ya cukup dengan tambahan garam sudah cukup. Biasanya juga kalau tidak ada beras terpaksa kami harus ngutang dulu di kios-kios dari pada tidak makan sama sekali,” ujar beliau sedih.

Semenjak bencana gempa, tsunami dan likuifaksi melanda Sulawesi Tengah, kondisi perekonomian warga melesu. Ditambah lagi dengan kedatangan pandemi Covid-19 makin memperparah keadaan.

Hal ini berdampak langsung pada pekerjaan suami dan menantu Dg. Nile yang berprofesi sebagai penarik becak. Makin jarang lagi pengunjung yang menyewa layanan becak mereka.

Bertahun-tahun mereka tinggal di Kota Palu pun tidak pernah mendapatkan bantuan sama sekali, baik dari pemerintah maupun lembaga lainnya.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, hanya tetangga-tetangga sekitar rumah saja yang mendapatkan bantuan. Hal ini dikarenakan identitas pengenal maupun berkas lain milik Dg. Nile dan Keluarga masih berstatus di luar provinsi Sulawesi Tengah.

“Kita ini biasanya hanya bisa bersabar dengan kondisi yang ada. Tetangga-tetangga di sini semuanya dapat bantuan, hanya keluarga kami di sini yang tidak pernah dapat bantuan sama sekali. Untuk mengurus pindah KTP dan berkas-berkas lainnya kita cukup sulit nak. Karena harus kembali ke daerah sana lagi sedangkan kita tidak punya biaya dan waktu untuk kembali mengurusnya apalagi di tengah kondisi korona ini.” pungkasnya

Dan pada hari ini Senin (06/07/2020), Tim LAZNAS IZI Perwakilan Sulteng pun mendatangi kediaman mereka sambil memberikan bantuan tunai sesuai kebutuhan mereka.

Untuk membangkitkan ekonomi keluarga Ibu Dg. Nile, beliau memang berencana menjual ikan jikalau ada modal, “walau sedikit yang penting bisa menambah pendapatan. Dan modalnya bisa diputar kembali ketimbang menjadi seorang buruh cuci dengan penghasilan yang tidak menentu.” (Risman/IZI Sulteng)

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

dhul.ikhsan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • Bukan Sekadar Daging Mentah: Ade Apriyanti Ungkap Cara Qurban yang Manfaatnya Lebih Luas dan Tahan Lama 25 May 2026
  • Langkah Kecil Menuju Mimpi, IZI Sumut Dampingi Mahasiswa Lewat Beasiswa Pendidikan 25 May 2026
  • PT PLN Indonesia Power UBP Semarang Bersama IZI Jateng Gelar Program Pembinaan Remaja dan Penguatan Posyandu dalam Peringatan Harkitnas ke-118 25 May 2026
  • Pelatihan Keterampilan Memasak Ayam Saus Padang Bersama Juniarsi, Survivor Kanker Serviks di RSP IZI Jateng 25 May 2026
  • IZI Gelar Aksi Solidaritas Atas Penangkapan Aktivis Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 22 May 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,179)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (249)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,421)
  • Keluarga (438)
  • Kesehatan (676)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (233)
  • Lain-lain (297)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (316)
  • Muda-Mudi (553)
  • Nuansa Keislaman (363)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (326)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,224)
  • Potret Donatur (113)
  • Ramadhan (580)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat

Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI Nomor 1754 Tahun 2025

Kantor Pusat

Alamat :
Jl. Raya Condet No. 27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor  :
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB

Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Tel: (021) 8778 7325
Whatsapp: 0812 1414 789
Fax: (021) 8778 7603
E-mail: [email protected]

Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya

© 2026. inisiatif Zakat Indonesia

Facebook X-twitter Youtube Instagram