Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Jembatan Talagahiang, dari Tambak hingga Profesi Baru di Tengah Pandemi

dhul.ikhsan2020-10-06T19:52:28+07:00
dhul.ikhsan Berita Media Nasional inisiatif zakat, inisiatif zakat indonesia, jembatan, MTXL, talagahiang 0 Comments

Jembatan yang menghubungkan Desa Talagahiang dengan Desa Sipayung meningkatkan aktivitas usaha masyarakat sekitar, khususnya di bidang agrobisnis. Berbagai macam usaha, mulai dari tempat wisata pemancingan hingga rumah makan dan restoran bermunculan di kawasan pinggir sungai. Begitu juga, tambak ikan.

  • Jembatan
    Jembatan Bambu Talagahiang merupakan konstruksi hasil gotong royong warga dan pemerintah desa setempat. Dok. IZI

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, H. Maman Suparman, S.ST, M.Si, mengemukakan bahwa jembatan tersebut menjadi urat nadi masyarakat sekitar. Di mana, bangunan penghubung antar daerah itu mengakomodir perjalanan warga dan pendatang menjadi lebih singkat.

Keberadaan pesantren di Kecamatan Cipanas, Lebak-Banten juga menjadi faktor peningkatan arus perjalanan warga dari luar daerah, yang berarti meningkatkan permintaan barang dan jasa.

Semenjak banjir bandang yang melanda Lebak, Banten di awal Januari kemarin, seluruh aktivitas usaha itu terhenti. Baik tanaman maupun bangunan terangkat dari akar dan fondasinya. Ikan-ikan yang ditambatkan di sebuah kurungan bambu mati tertimbun pasir. Kini, sisa-sisa rangka jembatan teronggok bersama batu-batu kali.

Jembatan Talagahiang yang dahulunya kokoh kini berdiri rapuh. Perangkat desa dan warga yang mendiami dua desa bergotong royong membangun kembali jembatan itu dari bahan bambu dan kayu.

Dari kemampuan sebelumnya dilintasi kendaraan roda empat, jembatan itu kini hanya mampu mengantarkan kendaraan roda dua, serta telah beberapa kali rubuh akibat banjir susulan.

Testimoni Warga

Pada peletakan batu pertama pembangunan ulang Jembatan Talagahiang, warga desa kembali menaruh bibit ikan mas di rangkaian tambak bambu miliknya. Sekelompok warga tampak asyik mengurusi tambak ikan mereka tanpa menghiraukan kesibukan yang diinisiasi oleh Inisiatif Zakat Indonesia dan MTXL Axiata tersebut.

“Dulu, sebelum ‘tsunami’, kami biasa memanen ikan hingga 15 kilogram, pak. Sayang kalau tidak diteruskan,” ujar Elan kepada kontributor IZI.

  • Jembatan
    Elan (paling kanan) menghidupkan kembali tambak ikan yang sempat terhenti akibat banjir bandang Lebak-Banten pada awal Januari lalu. Dok. IZI

Elan sendiri bukan warga asli Desa Talagahiang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten. Ia merupakan pekerja PNS dari luar daerah yang ditugaskan di sana. Tambak ikan yang berjejer dua baris menengahi sungai itu merupakan gagasan yang dibuat dirinya.

“Waktu ‘tsunami’ datang kemarin bikin ikan-ikan pada mati. Syukurnya, tambak ini tidak ikut hanyut. Jadi kami bisa memulai lagi pelihara ikan mas,” lanjut Elan.

Tanpa kehadiran Jembatan Talagahiang, arus sungai bergerak cepat. Elan kembali mengakhiri penjelasannya dengan harapan bahwa arus tersebut melambat oleh konstruksi baru jembatan yang telah resmi dibangun IZI dan MTXL Axiata tersebut.

Usaha Baru di Tengah Pandemi

Berbeda lagi dengan pernyataan Iwan. Sebelum diumumkannya kasus positif coronavirus pada Maret lalu, ia berprofesi sebagai karyawan pabrik di ibukota. Dampak kehadiran wabah virus asal Wuhan tersebut menyebabkan dirinya masuk dalam daftar pengurangan karyawan oleh pihak perusahaan.

Iwan senantiasa berjongkok di bawah sungai selama wawancara berlangsung. Ketika ditanya aktivitasnya, ia mengaku mengumpulkan sejumlah pasir yang terbawa oleh banjir bandang kemarin.

  • Jembatan
    Terdampak pengurangan karyawan di masa pandemi, Iwan berprofesi sebagai pengumpul pasir. Dok. IZI

“Kalau Covid-19 dinyatakan hilang, saya balik ke kota, pak. Tapi, kondisi seperti ini. Saya musti kerja apaan lagi, selain jualan pasir sungai?” terangnya retoris.

Diakui Iwan lagi, pasir-pasir tersebut dikumpulkannya di sebuah karung yang ditempatkan di pinggiran sungai. Setelah itu, ia menjualnya kepada warga yang membutuhkan dengan harga lima ribu rupiah per karung.

Banjir bandang Lebak pada Januari lalu memang membawa duka bagi warga sekitar. Tetapi setidaknya, setelah kehadiran bencana telah muncul kemudahan, yaitu berupa profesi baru di tengah dampak pandemi Covid-19. (Ed)

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

dhul.ikhsan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • Hangatnya Sedekah Sahur dari Donatur IZI Temani I’tikaf Warga Rusunawa Green Jagakarsa 13 March 2026
  • Tangis Haru dan Tawa Bahagia Warnai Program Bingkisan Lebaran Yatim dan Duafa untuk Anak-anak Yayasan Ma’al Bina Insani 13 March 2026
  • Mushafnya Tidak Lagi Usang; IZI Jabar Distribusikan Program Sebar Al Qur’an 13 March 2026
  • IZI Sumut Salurkan Paket Ifthar dan Takjil bagi Penghafal Al-Qur’an di Kota Medan 13 March 2026
  • Menjaga Semangat Hafalan: IZI Jawa Tengah Salurkan Beasiswa Yatim Tahfidz di Kota Semarang 13 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,170)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (220)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,202)
  • Keluarga (428)
  • Kesehatan (646)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (534)
  • Nuansa Keislaman (322)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (292)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,140)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (463)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025