Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Beginilah Perabot Rumah Rasulullah

Ayu Lestari2018-05-22T03:53:26+07:00
Ayu Lestari Kisah Teladan 0 Comments

Saat ini perabot rumah bisa menjadi ajang pamer kekayaan para penghuninya. Tak sedikit yang rela berutang cicilan kredit demi memperoleh perabot rumah branded dengan style modern dan harga selangit.

Sebagai muslim, seharusnya kita meneladani Rasulullah, kalaupun tidak mampu meneladani seratus persen… setidaknya janganlah melakukan hal yang bertentangan jauh dengan Rasul. Termasuk mengenai pilihan perabot rumah.

Ada orang yang untuk tidur nyaman saja membeli kasur seharga puluhan sampai ratusan juta. Padahal Rasulullah sendiri memakai alas tidur yang biasa memberi bekas di punggung beliau. Pengecualian untuk orang-orang yang memang sakit keras dan memerlukan alas tidur nyaman. Simaklah hadits mengenai alas tidur Rasulullah berikut ini:

Aisyah Radiyyallaahu ‘anha berkata, “Sesungguhnya hamparan tempat tidur Rasulullah terdiri atas kulit binatang sedang isinya adalah sabut kurma.”

Bisa dibayangkan yaa… alas tidur Rasulullah begitu tipis dan kasar, sangat terbayang betapa tidak nyaman untuk ditiduri.

Hafshah binti Umar saat ditanya “Apa yang menjadi tempat tidur Rasulullah? Ia menjawab, “Kain dari bulu yang kami lipat dua. Di atas itulah rasulullah tidur. Pernah suatu malam aku berkata (dalam hati), sekiranya kain itu aku lipat menjadi empat lapis, tentu akan menjadi lebih empuk baginya. Maka kain itu kulipat empat lapis.”

Manakala waktu Shubuh, Rasululah mengatakan, “Apa yang engkau hamparkan sebagai tempat tidurku semalam?” Aku menjawab, “itu adalah alas tidur yang biasa Nabi pakai hanya saja aku lipat empat. Aku kira akan lebih empuk.” Rasulullah membalas, “Kembalikan kepada asalnya! Sungguh disebabkan empuknya, aku terhalang dari shalat di malam hari.” (HR. Tirmidzi)

Betapa Rasulullah konsisten memperlakukan dunia hanya sebagai tempat singgah sementara. Beda dengan kita yang selalu punya banyak alasan untuk merasakan nikmatnya kemewahan dunia ini.

Suatu hari Umar bin Khathhab pergi menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang berada di suatu ruangan yang dapat dinaiki dengan tangga, sedangkan pelayan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang berkulit hitam berada di ujung tangga.

Ternyata beliau habis tidur di atas tikar tanpa alas, dengan berbantalkan kulit yang terbuat dari sabut. Dekat kaki beliau terdapat sekantong biji qarazh dan di dekat kepalanya tergantung kulit yang baru di samak. Saya melihat bekas tikar membekas di rusuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba mataku meneteskan air mata, beliau bersabda: “Apa yang membuatmu menangis?”

Saya menjawab; Wahai Rasulullah, sesungguhnya Kisra (Persia) dan Kaisar (Romawi) sedang bermewah-mewah dengan apa yang mereka miliki, sedangkan Anda adalah Rasulullah. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apakah kamu tidak rela, jika mereka memiliki dunia sedangkan kamu memiliki akhirat?” (Shahih Muslim)

IZI-ers, mari berkaca pada kisah perabot rumah dan alas tidur Rasulullah tersebut. Lalu pandangi perabot rumah yang telah kita pilih untuk menghiasi rumah kita. Apakah mirip? Atau sungguh jauh berbeda?

Semoga Allah memberi kita kesadaran untuk mengutamakan kemewahan di akhirat daripada di dunia. Kalaupun kita menguasai kemewahan dunia, semoga Allah mengaruniakan hati yang zuhud pada diri kita. (SH)

 

 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • BDI Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 9 Sebar Puluhan Qur’an di Kukar dan Samarinda 12 March 2026
  • Paragon Corp DC Samarinda dan IZI Kaltim Salurkan 200 Paket Sembako Ramadan untuk Warga Samarinda 12 March 2026
  • Rambut Rontok Karena Kemoterapi, Tak Lunturkan Semangat Ningsih Pasien RSP IZI Jateng untuk Sembuh 12 March 2026
  • 110 Paket Buka Puasa untuk Santri dan Jamaah Musholla Disalurkan IZI Kaltim–BDI PHKT 12 March 2026
  • IZI Kaltim Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Janda Lansia dan Warga Miskin 12 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,168)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (220)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,195)
  • Keluarga (428)
  • Kesehatan (646)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (534)
  • Nuansa Keislaman (319)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (290)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,139)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (456)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025