Bandar Lampung — Ujian berat tengah dijalani Martini (48), warga Gunung Terang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, setelah didiagnosis menderita kanker serviks. Penyakit tersebut mengharuskannya menjalani terapi lanjutan berupa radioterapi di RSUD Abdul Moeloek, Bandar Lampung, sebagai bagian dari ikhtiar medis yang harus ditempuh demi harapan kesembuhan.
Radioterapi yang dijalani secara bertahap menuntut kekuatan fisik dan mental yang tidak sedikit. Rasa lelah, nyeri, serta kecemasan kerap datang silih berganti. Namun, di tengah situasi yang menguras tenaga dan emosi itu, Martini tidak pernah sendiri. Sang suami tercinta, Agus Jaya (52), setia berada di sampingnya, mendampingi setiap proses pengobatan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Dengan suara lirih dan mata yang berkaca-kaca, Martini mengungkapkan, “Saya hanya berusaha ikhlas dan kuat. Suami saya selalu ada, tidak pernah meninggalkan saya dalam kondisi apa pun. Itu yang membuat saya tetap bertahan,” tutur Martini.
Perjalanan dari Gunung Terang menuju Bandar Lampung untuk menjalani radioterapi rutin tentu bukan perkara ringan. Selain jarak yang jauh, kondisi kesehatan Martini yang belum stabil menjadi tantangan tersendiri. Dalam situasi tersebut, kehadiran Rumah Singgah Pasien YBM PLN IZI Lampung menjadi anugerah yang tak ternilai. Rumah singgah yang berlokasi dekat dengan RSUD Abdul Moeloek tersebut memberikan tempat beristirahat yang layak, nyaman, dan penuh suasana kekeluargaan. Di sanalah Martini dan suaminya menemukan ketenangan di tengah perjuangan panjang melawan penyakit.
Dengan penuh kerendahan hati, Martini dan Agus Jaya menyampaikan rasa terima kasih yang sangat mendalam: “Kami mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada YBM PLN Lampung dan seluruh donatur yang telah menghadirkan Rumah Singgah Pasien ini. Bantuan ini bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi tentang harapan, tentang kepedulian, dan tentang kekuatan yang kami rasakan di saat kami sedang lemah. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda.” ungkap mereka.
Kehadiran YBM PLN Lampung dan para donatur menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial mampu menghadirkan cahaya di tengah kegelapan ujian. Kisah Martini dan Agus Jaya adalah potret tentang kesetiaan, keteguhan, dan harapan yang tetap menyala meski badai kehidupan datang silih berganti. Semoga Allah SWT menganugerahkan kesembuhan yang sempurna bagi Martini, serta menjadikan setiap kebaikan yang diberikan sebagai amal jariyah yang terus mengalir tanpa henti.
