Momentum Ramadan, Kick Off 3 Juta Mustahik Zakat Fitrah untuk Keluarga Indonesia
Jakarta — Ribuan orang memadati Jakarta International Velodrome, Kamis (12/3/26), dalam agenda Selasar Hangat Lintas Agama × Joyful Ramadan, puncak dari rangkaian program Indonesia Berdaya Melalui Tebar Harapan Ramadan. Dari forum itu, simbolisasi kick off dilakukan: penyaluran zakat fitrah kepada 3 juta penerima manfaat secara serentak, menjangkau 117 kabupaten/kota kantong kemiskinan ekstrem di seluruh nusantara.

LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) hadir sebagai bagian dari kolaborasi nasional ini, menyalurkan 500 paket sembako kepada para mustahik yang datang langsung ke lokasi — bagian dari 2.000 paket bantuan yang disiapkan di Velodrome pada hari itu. Direktur Utama LAZNAS IZI sekaligus Ketua Forum Zakat, Wildhan Dewayana, membuka acara dengan menegaskan posisi zakat sebagai instrumen perlindungan sosial yang nyata. “Setiap rupiah kedermawanan yang dihimpun harus menjadi keberdayaan yang nyata dan berkelanjutan. Zakat bukan sekadar angka — ia adalah kehadiran nyata di tengah jutaan keluarga yang membutuhkan.”
Rusdi Kirana, Wakil Ketua MPR RI, menjadi salah satu tokoh yang memberikan sambutan. Pengusaha pendiri Lion Air ini menyampaikan kesan yang dalam setelah menyaksikan jalannya acara. “Saya bangga menjadi bangsa Indonesia. Jujur, saya terharu dan tadi sempat menangis mendengar sesi berdoa di acara ini. Begitu kita sebagai minoritas, sangat dihormati dan dihargai di negara ini.” Pernyataan Rusdi menjadi salah satu momen paling berkesan di Selasar Hangat — sebuah kesaksian bahwa semangat kepedulian yang digerakkan oleh filantropi Islam mampu menyentuh hati semua pihak.

Dr. (HC) H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, menegaskan pentingnya pengelolaan potensi sosial bangsa secara terstruktur dan berbasis data. “Tradisi gotong royong, tradisi berbagi, saling tolong menolong telah mengakar dan bersejarah menjadi kekuatan sehingga kita mampu mengatasi beragam permasalahan sosial. Potensi sosial yang kuat ini harus dikelola dengan sinergi kolaborasi, dimulai dari data yang terverifikasi. 23 juta kaum yang belum sejahtera adalah tanggung jawab kita bersama.”

Kick off penyaluran zakat fitrah dilakukan secara serentak oleh perwakilan BAZNAS RI, LAZ seluruh Indonesia, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag dari seluruh provinsi yang hadir secara fisik maupun virtual. Penyaluran menyasar 117 kabupaten/kota yang masuk dalam peta kantong kemiskinan ekstrem nasional — tersebar di 8 provinsi prioritas: Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, NTT, Sumatera Selatan, Lampung, dan Banten. Data BPS Maret 2025 mencatat 8,7 persen penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan, dengan 2,38 juta jiwa dalam kondisi kemiskinan ekstrem. Di sisi lain, potensi zakat nasional mencapai Rp 327 triliun per tahun, namun realisasi penghimpunan baru menyentuh Rp 44 triliun — sekitar 13 persen.

Indonesia Berdaya merupakan platform kolaborasi multisektor yang menyatukan Forum Zakat (198 OPZ, 34 provinsi), Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Agama RI, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Majelis Ulama Indonesia, Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), dan Humanitarian Forum Indonesia (HFI). Program ini dirancang tidak berhenti di Ramadan. Komitmen kolaborasi berlanjut hingga 2029 dengan empat pilar: pemberdayaan ekonomi mustahik, peningkatan akses pendidikan, program sosial-kemanusiaan berkelanjutan, dan rehabilitasi pascabencana — seluruhnya berbasis data DTSEN dengan pelaporan yang akuntabel.
