Penyaluran Fidyah Nasi Kotak untuk Yatim dan Piatu Duafa di Kelurahan Puhun Tembok dan Pakan Kurai
Bukittinggi (26/4/26) – Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Cabang Sumatera Barat bersama Relawan S.R.I Chapter Bukittinggi kembali menyalurkan amanah fidyah dari para donatur melalui program pembagian nasi kotak bagi anak yatim piatu duafa. Kegiatan ini dilaksanakan di dua titik, yakni Kelurahan Puhun Tembok dan Kelurahan Pakan Kurai, Kota Bukittinggi. Sebanyak 67 anak yatim piatu menerima manfaat dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 50 anak berasal dari Kelurahan Puhun Tembok dan 17 anak lainnya dari Kelurahan Pakan Kurai. Bantuan yang disalurkan berupa nasi kotak dan susu sebagai dukungan pemenuhan kebutuhan makan anak-anak penerima manfaat.

Koordinator S.R.I Chapter Bukittinggi, Ashabul Yamin, menyampaikan bahwa kehadiran IZI di wilayah tersebut bukanlah yang pertama kali. “Ini bukan pertama kali IZI hadir di Kelurahan Puhun Tembok. Saat Ramadan lalu, IZI juga menyalurkan paket Ramadan berupa sembako untuk duafa dan mualaf. Kali ini IZI kembali hadir mengantarkan titipan fidyah berupa nasi kotak dan susu untuk adik-adik yatim piatu duafa. Mohon doanya untuk para donatur agar selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah. Doakan juga semoga ke depan ada program-program lain yang bisa kembali dihantarkan ke sini melalui donatur IZI,” ujar Ashabul.

Selain membantu memenuhi kebutuhan makan siang, kegiatan ini juga menjadi momen silaturahmi dan penguat semangat bagi anak-anak yatim piatu. Kehadiran tim relawan disambut hangat oleh para penerima manfaat dan keluarga mereka. Salah satu wali penerima manfaat, Nenek Misdawati, menyampaikan rasa harunya atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih ya nak, semoga sehat selalu, panjang umur, dan murah rezekinya,” tutur Misdawati. Nenek Misdawati saat ini menjadi kepala keluarga yang merawat lima orang cucunya seorang diri, setelah anak perempuannya meninggal dunia secara mendadak sembilan tahun lalu. Sementara ayah dari kelima cucunya tidak menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua. “Kalau tidak nenek, siapa lagi,” ucapnya lirih.
Di Kelurahan Pakan Kurai, keluarga dari Raziq Akbar Juliano juga menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Pada tahun 2025, ayah Raziq meninggal dunia secara mendadak setelah mengalami sakit kepala hebat, sempat dirawat di rumah sakit, dan koma sebelum akhirnya berpulang. Saat itu, almarhum meninggal di usia 25 tahun, meninggalkan istri berusia 23 tahun dan seorang anak yang masih kecil. Sejak kepergian almarhum, sang nenek yang sebelumnya berjualan gorengan kini turut mengambil peran membantu keluarga mencari nafkah.

Kehadiran tim IZI dan relawan tidak hanya membawa makanan, tetapi juga menghadirkan perhatian dan kepedulian bagi anak-anak yang tengah menghadapi kehilangan serta keterbatasan ekonomi. Bagi mereka, uluran tangan tersebut menjadi bukti bahwa masih banyak pihak yang peduli dan ingin berbagi kebahagiaan. Para wali asuh dan keluarga penerima manfaat turut menyampaikan doa tulus untuk para donatur yang telah menunaikan fidyah melalui IZI. Mereka berharap para donatur senantiasa diberikan kesehatan, kelapangan rezeki, dan keberkahan hidup.
Melalui program penyaluran fidyah ini, IZI berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak menunaikan kewajibannya sekaligus berbagi kebahagiaan kepada sesama. Sebab, sekotak nasi yang sampai ke tangan anak yatim bisa menjadi penyambung doa dan jalan datangnya keberkahan bagi para dermawan.
