IZI Jateng Laksanakan Supervisi Monitoring Aktivitas Produksi Difabel Katun Ungu Semarang untuk Mendukung Pengembangan Produk Batik
Semarang (20/5/26) – IZI Jawa Tengah melaksanakan kegiatan supervisi monitoring kepada Paguyuban Batik dan Craft “Katun Ungu” (Kawula Tuna Rungu) Semarang yang merupakan binaan PT PLN Indonesia Power UBP Semarang bersama IZI Jawa Tengah. Alhamdulillah saat ini Sri Suprapti bersama suami, keluarga, serta anggota Paguyuban Katun Ungu dalam keadaan sehat. Rumah Sri di wilayah Tegalsari tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga difungsikan sebagai lokasi produksi batik sekaligus basecamp kegiatan Paguyuban Katun Ungu Semarang.

Dalam kesehariannya, Sri aktif memproduksi berbagai jenis batik seperti batik tulis, batik cap, dan batik ciprat bersama anggota tim produksi, yaitu Dian Oktaviana, Widyastuti, Sumiyati, dan Mei Anna Isnanti. Selain memproduksi batik, Sri juga rutin berbagi ilmu melalui pelatihan membatik kepada mahasiswa, komunitas, hingga teman-teman difabel yang ingin belajar membatik. Berbagai produk yang dihasilkan Paguyuban Katun Ungu antara lain kain batik, pouch, tote bag, hingga gantungan kunci batik dengan harga yang disesuaikan berdasarkan jenis bahan dan teknik pembuatan.
Pada bulan Mei ini, Paguyuban Batik dan Craft Katun Ungu mulai memproduksi sebanyak 27 kain batik cap yang terdiri dari batik cap warna sintetis dan warna alam dengan berbagai motif khas seperti Lawang Sewu, Warga Ngendok, dan motif bunga khas Katun Ungu. Saat kegiatan supervisi berlangsung, terlihat salah satu anggota paguyuban, Suyud, sedang melakukan proses nembok menggunakan malam panas pada kain batik untuk melindungi bagian motif sebelum proses pewarnaan dilakukan. Selain itu, Sri juga terlihat melakukan proses penjemuran kain batik serta pencelupan menggunakan pewarna alam.

Melalui supervisi monitoring ini, IZI Jawa Tengah turut melihat perkembangan produksi sekaligus memberikan dukungan agar Paguyuban Batik dan Craft Katun Ungu terus berkembang dan produktif. Meskipun pada bulan Mei ini belum terdapat penjualan batik, kain-kain yang saat ini sedang diproduksi nantinya akan diolah menjadi kain maupun pakaian siap pakai untuk dipasarkan ke depannya.
Harapannya, Paguyuban Katun Ungu dapat terus berkembang sebagai wadah pemberdayaan ekonomi kreatif bagi teman-teman difabel serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh anggota paguyuban.
