Gorontalo – Petani binaan Smartfarm Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) sekaligus Ketua KTNA Sepatan Timur, Muhammad Obo, turut berpartisipasi dalam ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang diselenggarakan di Provinsi Gorontalo. Dalam kegiatan tersebut, Obo dipercaya mewakili petani dari Provinsi Banten bersama ribuan peserta lainnya dari seluruh Indonesia.

PENAS XVII merupakan ajang pertemuan akbar petani dan nelayan terbesar di Indonesia yang menjadi sarana berbagi pengalaman, pengetahuan, inovasi, serta penguatan jejaring antar pelaku sektor pertanian dan perikanan. Pada tahun 2026, Provinsi Gorontalo ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan yang berlangsung selama lima hari dan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia serta 50.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi Muhammad Obo, keikutsertaannya dalam PENAS XVII menjadi pengalaman yang berharga. Ini merupakan kali kedua dirinya mengikuti kegiatan tersebut setelah sebelumnya hadir pada PENAS XVI. Kesempatan untuk bertemu dan berdiskusi dengan petani serta nelayan dari berbagai wilayah memberikan banyak wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha pertaniannya.

Obo mengaku memperoleh berbagai pengetahuan baru, khususnya terkait teknik perawatan tanaman dan pengendalian gulma pada budidaya jagung pakan. Menurutnya, materi yang diperoleh selama kegiatan sangat relevan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di daerahnya. “Banyak ilmu baru yang saya dapatkan, terutama terkait perawatan dan pencegahan gulma pada tanaman jagung pakan. Selain itu, masyarakat Gorontalo juga sangat ramah dan sopan, sehingga membuat kami merasa nyaman selama mengikuti kegiatan,” ujar Obo.
Partisipasi petani binaan Smartfarm IZI dalam PENAS XVII menjadi salah satu bentuk komitmen IZI dalam mendorong peningkatan kapasitas petani melalui akses terhadap pembelajaran, inovasi, dan jejaring yang lebih luas. Diharapkan, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dan dibagikan kepada petani lainnya sehingga memberikan dampak positif bagi pengembangan sektor pertanian di wilayah binaan.