Malang (25/6/26) – Bertepatan dengan 10 Muharram 1448 Hijriah, Kamis (25/6), semangat syiar Islam dan pemberdayaan masyarakat diwujudkan melalui peresmian Gedung Mualaf Center di Dusun Kedungwaru I, Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Peresmian tersebut dirangkaikan dengan Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang diisi dengan tausiyah, doa bersama, dan silaturahmi warga sebagai momentum memperkuat keimanan, ukhuwah Islamiyah, serta semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Gedung Mualaf Center dibangun sebagai pusat kegiatan dakwah bagi masyarakat Kampung Bina Mualaf di Dusun Kedungwaru I. Keberadaannya diharapkan menjadi sarana pembinaan keislaman yang berkelanjutan, sekaligus menjadi pusat pendidikan Al-Qur’an melalui TPQ Tahfidz, wadah pembinaan bagi para mualaf, tempat penyelenggaraan Majelis Taklim ibu-ibu, serta ke depan akan dimanfaatkan untuk program pembinaan lansia.

Program pembinaan di Kampung Bina Mualaf Dusun Kedungwaru I telah berjalan selama tujuh tahun. Selama kurun waktu tersebut, berbagai kegiatan pembinaan keislaman dilaksanakan secara rutin, mulai dari pendampingan bagi para mualaf, pembelajaran Al-Qur’an untuk anak-anak, kajian keislaman bagi ibu-ibu, hingga penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Berkat pembinaan yang dilakukan secara konsisten, jumlah anggota binaan terus bertambah setiap tahunnya dan menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Kehadiran Gedung Mualaf Center menjadi tonggak baru untuk semakin memperkuat dan memperluas manfaat program pembinaan bagi masyarakat. Saat ini, Gedung Mualaf Center telah dimanfaatkan sebagai TPQ Tahfidz dengan jumlah 55 santri yang aktif mengikuti pembelajaran membaca Al-Qur’an, tahsin, dan tahfidz. Selain itu, gedung ini juga menjadi pusat kegiatan Majelis Taklim ibu-ibu. Ke depan, fasilitas ini diharapkan mampu mengakomodasi lebih banyak kegiatan pembinaan sehingga dapat melayani seluruh lapisan masyarakat.
Mayoritas warga Dusun Kedungwaru I bekerja sebagai buruh tani. Kondisi tersebut menjadikan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan sebagai salah satu kebutuhan penting dalam meningkatkan kualitas spiritual, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat. Kehadiran Gedung Mualaf Center diharapkan menjadi pusat dakwah yang mampu menghadirkan manfaat bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang. Acara peresmian dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan IZI Jawa Timur, Helmy Bachtiar, Kepala Dusun Kedungwaru I, Sundariyanto, tokoh masyarakat, para jamaah, serta Pembina TPQ, Ustadz Sujio.

Dalam sambutannya, Helmy Bachtiar menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Mualaf Center merupakan bentuk ikhtiar menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. “Gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi pusat dakwah dan pembinaan umat. Kami berharap Mualaf Center ini dapat melahirkan generasi Qur’ani, memperkuat pendampingan bagi para mualaf, serta menjadi tempat pemberdayaan masyarakat yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Helmy.
Sementara itu, Kepala Dusun Kedungwaru I, Sundariyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Gedung Mualaf Center. Menurutnya, keberadaan fasilitas ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kegiatan keagamaan, mempererat kebersamaan warga, serta membangun generasi yang berakhlak mulia. Senada dengan itu, Pembina TPQ, Ustadz Sujio, mengungkapkan rasa syukur atas diresmikannya gedung yang selama ini menjadi harapan masyarakat. Ia berharap keberadaan gedung baru dapat semakin meningkatkan semangat belajar Al-Qur’an bagi 55 santri yang saat ini aktif mengikuti pembelajaran, sekaligus menjadi pusat kegiatan Majelis Taklim, pembinaan mualaf, dan berbagai kegiatan dakwah lainnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan tausiyah dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang disampaikan oleh GM Dakwah dan Pembinaan Mustahik, Ustadz Sutanto. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum Muharram sebagai sarana untuk terus berhijrah menuju pribadi yang lebih baik dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. “Kita berharap senantiasa menjadi pribadi yang dituntun oleh Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan. Semoga Allah menjaga keistiqamahan kita dalam beribadah dan berdakwah. Dengan diresmikannya Gedung Mualaf Center ini, kami juga berharap seluruh masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya sebagai pusat belajar Al-Qur’an, pembinaan umat, serta penguatan dakwah sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” pesan Ustadz Sutanto.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas diresmikannya Gedung Mualaf Center. Besar harapan, fasilitas ini menjadi pusat dakwah yang terus melahirkan generasi Qur’ani, memperkuat pembinaan bagi para mualaf, serta menjadi ruang pemberdayaan masyarakat yang menghadirkan keberkahan bagi warga Kampung Bina Mualaf di Dusun Kedungwaru I, Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Pada kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah menginfakkan sebagian hartanya untuk mewujudkan pembangunan Gedung Mualaf Center. Amanah dan kepedulian yang telah diberikan menjadi fondasi lahirnya pusat dakwah yang akan dimanfaatkan untuk pembelajaran Al-Qur’an, pembinaan mualaf, majelis taklim, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Semoga setiap infak yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir selama Gedung Mualaf Center digunakan untuk menebarkan ilmu, membina umat, dan menguatkan dakwah. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal saleh para donatur, melimpahkan keberkahan pada rezeki, kesehatan, keluarga, dan segala urusannya, serta membalas setiap kebaikan dengan balasan yang berlipat ganda. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.