D.I. Yogyakarta – Mahendra Eka Julian Syahputra (8) asal Kebumen, Jawa Tengah, harus berobat ke Rumah Sakit di Yogyakarta karena kakinya patah setelah terjatuh saat bermain. Mahendra adalah putra pertama dari seorang ibu bernama Siti Khotimah. Ia merupakan anak disabilitas sejak lahir yang tinggal bersama ibu dan adiknya di Panti Asuhan Disabilitas Yatim & Duafa di Kebumen. Sang ibu terpaksa ikut ke panti karena Mahendra memerlukan pengawasan yang ketat akibat sifatnya yang sangat aktif, dan sang ibu juga tergolong tidak mampu karena telah berpisah dengan suaminya selama beberapa tahun dan sebelumnya tinggal satu rumah dengan orang tua serta saudara ibu Siti.

Mahendra tidak dapat berkomunikasi dan tidak bisa berbicara dengan orang lain. Terkadang, saat mengalami tantrum, Mahendra sering memukul ibunya. Beberapa minggu lalu, ketika sang ibu sedang mengawasi adiknya, Mahendra terjatuh dan mengakibatkan kaki kanannya patah. Akibat cedera tersebut, Mahendra harus dirujuk ke Rumah Sakit di Yogyakarta.

Pada hari Senin (30/6/26), Mahendra dihubungkan dengan Rumah Singgah Pasien (RSP) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) D.I. Yogyakarta karena harus menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Siti sangat bersyukur bisa tinggal di RSP IZI D.I. Yogyakarta karena semua layanan, mulai dari tempat tinggal, makanan, hingga layanan antar jemput ambulans, diberikan secara gratis. Siti sangat berterima kasih karena ia tidak memiliki penghasilan dan sebelumnya hanya mengandalkan tempat tinggal dan makanan dari Panti Asuhan.

“Di sini, saya dan anak saya sangat terbantu. Saya tidak tahu bagaimana kami akan bertahan di Yogyakarta tanpa RSP IZI, mengingat keterbatasan biaya. Terima kasih kepada para donatur RSP IZI, semoga Allah membalas kebaikan para donatur dengan rezeki yang berlimpah,” ujar Siti.

Meskipun sudah terbantu oleh RSP IZI D.I. Yogyakarta, Mahendra dan sang ibu masih memerlukan bantuan terkait biaya pampers, makanan tambahan, dan biaya sehari-hari selama di Yogyakarta. Kami mengajak para donatur untuk memberikan santunan kepada Mahendra untuk keperluan mendesak, yaitu pampers yang memerlukan biaya yang cukup tinggi.