Indramayu – “Saya juga bingung sekali mengapa Diva tiba-tiba sakit lumpuh seperti kakaknya yang baru meninggal satu bulan yang lalu,” ujar Nuryana, ayah Diva, dengan heran.
Diva lahir dalam kondisi normal dan sehat, namun kemudian pada usia delapan tahun mengalami kemunduran fisik yang persis seperti kelumpuhan yang dialami oleh saudaranya. Informasi yang disampaikan oleh tim medis menyebutkan bahwa kondisi yang dialami disebabkan oleh faktor genetik. Segala upaya telah dilakukan oleh orang tua Diva, mulai dari terapi hingga pengobatan tradisional, namun situasinya tidak menunjukkan perubahan apapun.

Sekarang, Diva berusia 15 tahun dan baru lulus dari sekolah dasar. Meskipun kondisinya tidak ideal, ia masih memiliki kemauan untuk belajar, terutama berkat dukungan dari pihak sekolah yang sangat memperhatikan proses belajarnya. Diva dan keluarganya tinggal di Dusun Cilempung 16/05, Kabupaten Indramayu. Ayahnya bekerja sebagai pembuat keterampilan sarang burung dan juga sebagai pekerja pentas seni, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Diva memang memiliki kursi roda yang ia dapatkan saat awal-awal ia mengalami sakit. Kursi roda tersebut juga menjadi kendaraan Diva untuk berangkat sekolah selama beberapa tahun. Namun, seiring berjalannya waktu dan seringnya digunakan, kursi roda itu beberapa kali mengalami kerusakan dan akhirnya tidak dapat digunakan kembali.
Kabar mengenai kondisinya sampai kepada tim IZI Jabar, dan Alhamdulillah, pada Selasa (7/7/26), Laznas IZI Jawa Barat datang langsung untuk memberikan bantuan berupa kursi roda, sembako, dan santunan uang tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan Diva. “Matur Suwun kepada donatur IZI atas perhatian mereka kepada Diva dan keluarga kami. Semoga semuanya diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki selalu,” ucap Ayah Diva dengan penuh syukur.