Padang (9/7/26) – Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) Sumbagteng bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif melalui Program Khitan Massal Disabilitas yang berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Juli 2026, bertempat di RS Islam Siti Rahmah, Kota Padang. Program ini menjadi wujud nyata sinergi berbagai pihak dalam memberikan akses layanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi anak-anak penyandang disabilitas. Pelaksanaan kegiatan didukung penuh oleh tenaga medis profesional RS Islam Siti Rahmah dengan pendekatan yang ramah anak dan memperhatikan kebutuhan khusus setiap peserta.
Selain memperoleh layanan khitan secara gratis, para peserta juga menerima bingkisan sebagai bentuk perhatian dan dukungan agar dapat menjalani proses khitan dengan nyaman dan penuh kebahagiaan. Program ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memberikan pengalaman pelayanan kesehatan yang ramah dan inklusif bagi anak-anak penyandang disabilitas.

Kepala Cabang IZI Sumatera Barat, Abdul Ghofur, SE, menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk nyata kolaborasi dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada MTT Sumbagteng atas kepercayaan yang diberikan kepada IZI Sumatera Barat. Program Khitan Massal Disabilitas ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Semoga kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi para peserta, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga mereka serta menjadi amal jariyah bagi seluruh donatur dan mitra yang terlibat,” ujar Abdul.
Perwakilan MTT Sumbagteng, Rosady Halid, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen MTT dalam menghadirkan manfaat melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. “Program Khitan Massal Disabilitas ini merupakan wujud kepedulian MTT Sumbagteng terhadap masyarakat, khususnya anak-anak penyandang disabilitas yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak. Kami bersyukur dapat bersinergi bersama IZI Sumatera Barat, RS Islam Siti Rahmah, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari program-program kemanusiaan yang kami hadirkan,” ungkap Rosady Halid.
Direktur RS Islam Siti Rahmah, dr. Erlinengsih, MARS, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada rumah sakitnya sebagai mitra pelaksana kegiatan. “Alhamdulillah, RS Islam Siti Rahmah dipercaya menjadi mitra dalam pelaksanaan Program Khitan Massal Disabilitas. Kami meyakini bahwa setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berkualitas, termasuk anak-anak penyandang disabilitas. Terima kasih kepada MTT Sumbagteng dan IZI Sumatera Barat atas kolaborasi yang luar biasa ini. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi para peserta dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat,” tutur dr. Erlinengsih.

Sementara itu, Alfajri selaku Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Program Khitan Massal Disabilitas ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai zakat yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kami mengapresiasi sinergi yang dibangun oleh MTT Sumbagteng, IZI Sumatera Barat, dan RS Islam Siti Rahmah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif. Semoga kolaborasi seperti ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi berbagai lembaga untuk bersama-sama menghadirkan kebermanfaatan bagi umat,” ujar Alfajri.
Program yang berlangsung selama 8–10 Juli 2026 ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi anak-anak penyandang disabilitas sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga zakat, dunia usaha, fasilitas kesehatan, dan pemerintah. Melalui kolaborasi MTT Sumbagteng dan IZI Sumatera Barat, diharapkan semakin banyak anak-anak penyandang disabilitas yang memperoleh pelayanan kesehatan yang layak serta merasakan kepedulian dari berbagai pihak. Sinergi ini menjadi bukti bahwa gotong royong dan kolaborasi mampu menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat serta mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih inklusif di Sumatera Barat.
Oleh: Sinthiya Adela Fitri