Bogor – Dalam upaya menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberikan dukungan moral kepada anak-anak penyandang thalasemia, yatim, dan duafa, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Bogor bersama Komunitas Sabilana dan Relawan Indonesia Mandiri Bogor menggelar Gathering Keluarga Besar Thalasemia, Yatim & Duafa di Taman Sempur, Kota Bogor, pada Ahad (5/7).

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 anak penerima manfaat beserta 77 orang pendamping, dengan dukungan 21 panitia yang memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya menerima perlengkapan alat tulis sebagai bekal menyambut tahun ajaran baru, tetapi juga memperoleh penguatan motivasi serta ruang untuk saling berbagi pengalaman. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Founder Komunitas Sabilana, Titin Iriani, yang akrab disapa Bunda Iriani. Dalam sambutannya, ia memberikan semangat kepada seluruh keluarga pejuang thalasemia agar tetap optimis dalam menjalani setiap proses pengobatan dan kehidupan.

Suasana kemudian semakin hangat melalui sesi motivasi bagi anak-anak dan orang tua, dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman dari para orang tua serta penyintas thalasemia. Kisah-kisah yang disampaikan menjadi inspirasi tentang keteguhan, harapan, dan semangat untuk terus berjuang menghadapi berbagai tantangan hidup. Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak-anak penerima manfaat, IZI Bogor bersama para mitra juga menyerahkan santunan berupa perlengkapan alat tulis sekolah. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung semangat belajar sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak dalam menyambut tahun ajaran baru.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Iriani juga menyampaikan bahwa pendampingan terhadap penyandang thalasemia telah menjadi komitmen yang dijalankan secara konsisten selama bertahun-tahun. Menurutnya, di wilayah Bogor Raya terdapat ratusan penyandang thalasemia yang membutuhkan perhatian, sementara Komunitas Sabilana secara aktif mendampingi anak-anak yatim dan duafa yang berasal dari berbagai wilayah, termasuk daerah pelosok. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar penyandang thalasemia harus menjalani transfusi darah secara rutin agar dapat bertahan dan menjalani aktivitas sebagaimana mestinya. “Bagi anak-anak penyandang thalasemia, darah bukan sekadar kebutuhan medis, tetapi menjadi harapan untuk melanjutkan hidup. Karena itu kami berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menjadi pendonor darah, sebab satu kantong darah dapat memberikan harapan baru bagi mereka,” ujar Bunda Iriani.

Sementara itu, perwakilan IZI Bogor, M. Zaki Ma’arif Firman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen IZI sebagai Unit Layanan Zakat dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian berkelanjutan. “Kami meyakini bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan hanya menghadirkan bantuan sesaat, tetapi mampu menjadi sumber harapan dan penguat semangat bagi para penerima manfaat. Melalui kolaborasi bersama komunitas, relawan, dan para donatur, IZI Bogor akan terus berupaya menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Semoga semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menunaikan zakat, infak, maupun sedekah melalui IZI sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat dibantu dan merasakan kebermanfaatannya,” ungkap Zaki.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang menjadi simbol kebersamaan seluruh peserta, relawan, dan panitia. Momen tersebut mencerminkan bahwa kepedulian terhadap anak-anak penyandang thalasemia tidak hanya diwujudkan melalui bantuan material, tetapi juga melalui kehadiran, perhatian, serta penguatan emosional bagi mereka beserta keluarga. Melalui kegiatan ini, IZI Bogor berharap sinergi bersama berbagai komunitas, relawan, dan para donatur dapat terus terjalin sehingga semakin banyak anak-anak penyandang thalasemia, yatim, dan duafa yang memperoleh dukungan untuk tumbuh dengan sehat, semangat, serta memiliki harapan yang lebih besar dalam meraih masa depan yang lebih baik.