Bertahan dalam Setiap Tarikan Napas, Perjuangan Ariyandi Melawan Kanker Paru di Rumah Singgah Pasien IZI Sumut

Sumatera Utara – Setiap tarikan napas menjadi perjuangan tersendiri bagi Ariyandi (56), warga Aek Kanopan, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Sejak didiagnosis mengidap kanker paru pada akhir tahun 2024, kehidupan Ariyandi berubah sepenuhnya. Aktivitas yang dahulu dapat dilakukan dengan mudah kini harus dijalani dengan penuh keterbatasan, bahkan untuk sekadar bernapas. Penyakit yang dideritanya berawal dari kebiasaan merokok selama bertahun-tahun. Seiring berjalannya waktu, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya dokter mendiagnosis Ariyandi mengidap kanker paru yang memerlukan penanganan intensif di RSUP H. Adam Malik Medan.

Saat ini, Ariyandi mengalami kesulitan bernapas dan harus bergantung pada tabung oksigen selama 24 jam agar kondisi pernapasannya tetap stabil. Dalam sehari, ia dapat menghabiskan hingga empat tabung oksigen. Bahkan selama hampir dua tahun terakhir, ia tidak lagi mampu berbaring ketika beristirahat. Untuk mengurangi sesak yang dirasakan, Ariyandi menjalani hampir seluruh aktivitasnya, termasuk tidur, dalam posisi duduk. Selain itu, penyempitan pada saluran kerongkongan membuat proses makan dan minum menjadi tidak mudah. Kondisi tersebut turut memengaruhi berat badannya yang terus menurun sehingga tubuhnya tampak semakin lemah. Penyakit yang dialami Ariyandi tidak hanya menguras kondisi fisiknya, tetapi juga berdampak besar terhadap kehidupan ekonominya. Sejak jatuh sakit, Ariyandi tidak lagi dapat bekerja sehingga sumber penghasilan terhenti. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun mendukung proses pengobatan, Ariyandi banyak bergantung pada bantuan sanak saudara.

Selama menjalani pengobatan di Medan, Ariyandi didampingi oleh kakak laki-lakinya, Ediyanto, yang setia menemani setiap proses pemeriksaan dan perawatan. Informasi mengenai Rumah Singgah Pasien Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumatera Utara diperoleh dari salah seorang pasien yang berasal dari kabupaten yang sama dan pernah merasakan manfaat layanan tersebut. Bagi Ariyandi dan keluarganya, kehadiran Rumah Singgah Pasien IZI menjadi tempat beristirahat yang memberikan kenyamanan di tengah perjalanan panjang menuju kesembuhan. Selain menyediakan tempat tinggal sementara, Rumah Singgah juga menghadirkan suasana kekeluargaan yang membuat para pasien dan pendamping merasa tidak sendiri dalam menghadapi ujian.

Dengan penuh rasa syukur, Ediyanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara dan seluruh donatur yang telah menghadirkan manfaat bagi dirinya dan sang adik. “Semoga Rumah Singgah Pasien IZI ke depannya semakin sukses dan semakin jaya. Terima kasih kepada para donatur yang telah berdonasi untuk Rumah Singgah Pasien IZI. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, melancarkan rezeki, dan membalas semua kebaikan bapak dan ibu donatur,” ujar Ediyanto.

Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara terus berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi pasien rujukan dari luar Kota Medan beserta pendampingnya. Melalui fasilitas tempat tinggal sementara, pembinaan keislaman, serta pendampingan yang penuh kepedulian, Rumah Singgah Pasien hadir untuk meringankan beban keluarga selama menjalani proses pengobatan. Kisah Ariyandi menjadi pengingat bahwa setiap tarikan napas adalah nikmat yang patut disyukuri. Di tengah ujian yang dihadapi, semangat untuk terus berikhtiar, dukungan keluarga, serta kepedulian para donatur menjadi kekuatan yang mengiringi langkahnya dalam menjalani pengobatan.

Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan terbaik kepada Ariyandi, menguatkan keluarga yang mendampingi, serta membalas setiap kebaikan para donatur yang telah menjadi bagian dari hadirnya harapan bagi para pejuang kesembuhan di Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.