5 Lagu Raihan yang Bikin Nostalgia ke Masa Lalu

Jakarta – Bagi generasi Muslim yang besar di era 90-an hingga awal 2000-an, nama Raihan pasti tidak asing di telinga. Grup nasyid asal Malaysia ini bukan cuma populer di negeri jiran, tapi juga merajai hati pencinta musik religi di Indonesia. Liriknya yang berbahasa Melayu membuatnya mudah dipahami, sementara harmoni vokalnya yang khas bikin lagu-lagunya terus diputar ulang dari generasi ke generasi.

Album debut Raihan, Puji-Pujian, bahkan tercatat sebagai salah satu album terlaris sepanjang masa di Malaysia. Grup ini pun sudah puluhan kali konser di Indonesia, membuktikan betapa lekatnya mereka di hati Sahabat IZI. Yuk, kita napak tilas lima lagu Raihan yang paling berkesan dan mungkin masih menempel di ingatan.

1. Puji-Pujian

Lagu sekaligus judul album perdana Raihan ini yang mengantarkan nama mereka dikenal di seluruh penjuru dunia. Liriknya berisi pujian dan pengagungan kepada Allah, dengan aransemen musik yang sederhana namun menghanyutkan. Lagu inilah yang jadi pintu masuk banyak orang mengenal Raihan.

2. Iman Mutiara

Masih dari album Puji-Pujian, lagu ini punya makna yang dalam tentang iman yang tersimpan di dalam hati manusia. Liriknya jadi pengingat bahwa iman itu ibarat mutiara, berharga dan perlu dijaga baik-baik agar tidak retak oleh godaan dunia.

3. Demi Masa

Sumber: Spotify.com

Lagu andalan dari album ketujuh Raihan ini judul dan liriknya diambil langsung dari Surat Al-Ashr. Pesannya sederhana tapi mengena: manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran serta kesabaran. Sampai sekarang, lagu ini masih sering diputar saat Ramadhan tiba.

4. Bismillah

Diambil dari album ketiga bertajuk Senyum, lagu ini mengajak pendengarnya untuk selalu memulai segala urusan dengan mengucap basmalah dan mengakhirinya dengan hamdalah, agar apa yang dikerjakan mendapat keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.

5. I’tiraf

Salah satu lagu Raihan yang paling menyentuh hati. Liriknya diambil dari kata-kata mutiara Abu Nawas, seorang pujangga Arab masyhur dari abad ke-7. Temanya tentang permohonan ampun kepada Allah, karena dosa manusia diibaratkan sebanyak butiran pasir di pantai. Lagu ini kerap bikin merinding siapa pun yang mendengarkannya dengan hati yang hadir.

Nostalgia dengan mendengarkan kembali lagu-lagu dari Raihan bisa jadi salah satu cara sederhana untuk menyegarkan kembali semangat keimanan yang mungkin sempat pudar oleh rutinitas kita sekarang. Oktober ini, Raihan akan tampil secara langsung di Indonesia dengan tajuk Solidarity in Harmony yang digelar oleh Inisiatif Zakat Indonesia. Yuk kita bernostalgia bersama sambil mengingat kembali momen-momen indah masa itu.

Untuk informasi lebih lanjut, Sahabat IZI bisa klik gambar di bawah: