75 Orang Tua Ikuti Kelas Parenting, Perkuat Pencegahan Stunting di Ring 1 PT PLN Indonesia Power UBP Semarang

Semarang — Sebanyak 75 orang tua yang memiliki balita wasting dan stunting mengikuti Kelas Parenting bertema “Orang Tua Hebat, Balita Sehat” yang diinisiasi PT PLN Indonesia Power UBP Semarang bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari pada Selasa–Rabu (11–12/8/26) tersebut berlangsung di dua lokasi, yakni Aula Kelurahan Tanjung Mas pada hari pertama dan Aula Kelurahan Kemijen pada hari kedua. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan pemahaman orang tua sekaligus memperkuat pendampingan terhadap balita wasting dan stunting di wilayah ring 1 PT PLN Indonesia Power UBP Semarang.

Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan lokasi berbeda untuk menjangkau lebih banyak orang tua. Pada hari pertama, kegiatan digelar di Aula Kelurahan Tanjung Mas dengan 45 peserta (30 dari Tanjung Mas dan 15 dari Tambakrejo), didampingi tiga kader posyandu Tanjung Mas, dua kader posyandu Tambakrejo, petugas nutrisionis Puskesmas Kaligawe, serta PJ Klaster 2 Puskesmas Bandarharjo. Sementara pada hari kedua, kegiatan dilaksanakan di Aula Kelurahan Kemijen dengan 30 peserta, terdiri dari 20 peserta wilayah Tanjung Mas yang didampingi dua kader posyandu dan satu petugas gizi Puskesmas Bandarharjo, serta 10 peserta wilayah RW 5 Kelurahan Kemijen yang didampingi satu kader posyandu dan satu petugas gizi Puskesmas Karangdoro.

Kelas parenting tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas orang tua dalam memahami kondisi tumbuh kembang balita sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik antara orang tua, kader posyandu, dan tenaga kesehatan. Melalui kegiatan ini, orang tua tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pemenuhan kebutuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak, tetapi juga memperoleh ruang untuk berdiskusi secara langsung mengenai kondisi balita serta langkah pendampingan yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga.

Eva Wirabuana selaku Manajer Administrasi PT PLN Indonesia Power UBP Semarang menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat peran kader posyandu dalam mendampingi orang tua. “Kami dari PLN Indonesia Power berharap para kader posyandu di wilayah ring 1 perusahaan bisa mengimplementasikan ilmu yang telah didapatkan dari pelatihan kader posyandu sebelumnya kepada 75 orang tua hebat dalam rangka pencegahan stunting di wilayah Kota Semarang, khususnya di wilayah Tanjung Mas, Kemijen, dan Tambakrejo. Harapannya, tidak tumbuh lagi balita-balita stunting di wilayah ring 1 PLN Indonesia Power UBP Semarang.” tutur Eva.

drg. Rozzy Al Fathi selaku Kepala UPTD Puskesmas Bandarharjo menilai kelas parenting sangat diperlukan oleh masyarakat, khususnya untuk mendukung tumbuh kembang anak pada usia dini. “Kelas parenting ini sangat diperlukan oleh warga Tanjung Mas, sebab usia 1–5 tahun merupakan masa golden age, di mana pertumbuhan anak sangat cepat dan memerlukan protein serta gizi yang seimbang. Kami berharap melalui kelas parenting ini, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak,” ujar drg. Rozzy Al Fathi.

Kegiatan pada kedua hari dikemas melalui metode Forum Group Discussion (FGD), di mana seluruh peserta diwajibkan membawa Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan dibagi ke dalam kelompok berdasarkan wilayah untuk berdiskusi bersama kader posyandu dan tenaga kesehatan, guna menguatkan kembali materi pelatihan kader sebelumnya seputar komunikasi kepada orang tua, penggalian kondisi balita, dan pendampingan rutin, sekaligus memberi kesempatan bagi peserta untuk bertanya langsung dan memperoleh pengarahan mengenai pemanfaatan Buku KIA sebagai media pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang balita, sehingga orang tua lebih memahami kondisi anak dan mengetahui langkah yang bisa ditempuh bersama kader serta tenaga kesehatan bila ditemukan permasalahan pertumbuhan atau perkembangan.

Permata Laila Kurniastuti, S.Gz selaku Ahli Pertama Nutrisionis Dinas Kesehatan Kota Semarang memberikan arahan mengenai pemanfaatan Buku KIA sebagai salah satu media untuk memantau kesehatan dan tumbuh kembang balita. Sementara itu, Lutfiatun, salah satu peserta parenting dari warga Tanjung Mas, mengaku mendapatkan pemahaman yang lebih jelas melalui diskusi dan pendampingan. “Saya menjadi lebih paham bagaimana menggunakan Buku KIA dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tumbuh kembang anak. Diskusi bersama kader dan tenaga kesehatan juga membuat kami lebih mudah menyampaikan pertanyaan dan mendapatkan arahan,” ujar Lutfiatun.

Pelaksanaan Kelas Parenting “Orang Tua Hebat, Balita Sehat” selama dua hari ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, IZI Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kota Semarang, pemerintah kelurahan, puskesmas, kader posyandu, dan para orang tua. Dengan adanya pendampingan yang berkelanjutan di wilayah Tanjung Mas, Tambakrejo, dan Kemijen, pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga orang tua semakin aktif memantau tumbuh kembang balita dan bersama-sama mencegah stunting di wilayah ring 1 PT PLN Indonesia Power UBP Semarang.

[Ariefta – @inisiatifzakat_jateng]