Sumatera Utara – Rumah Singgah Pasien (RSP) IZI Sumatera Utara kembali menggelar pembinaan keislaman rutin pada Rabu (02/09/2026). Kegiatan kali ini mengangkat tema “Adab Membaca Al-Qur’an” dan diikuti oleh para pasien serta pendamping pasien yang tengah menjalani ikhtiar pengobatan di RSUP H. Adam Malik, Kota Medan. Kajian disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga dapat diterima oleh peserta dari berbagai latar belakang. Dalam kesempatan tersebut, pemateri mengajak para pasien dan pendamping pasien untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui dzikir dan interaksi yang lebih dekat dengan Al-Qur’an, terlebih ketika sedang menghadapi ujian berupa sakit.
Dalam penyampaiannya, ustadz menjelaskan bahwa dalam kehidupan manusia terdapat beberapa kebutuhan, salah satunya adalah kebutuhan ruhiyah. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan berdzikir kepada Allah dan membaca Al-Qur’an. Beliau juga mengingatkan agar ketika Allah memberikan ujian, seorang hamba justru semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Salah satunya dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an. Sebab, Al-Qur’an yang senantiasa dibaca dan diamalkan selama hidup di dunia kelak akan memberi syafa’at bagi pembacanya di akhirat.

Ustadz turut memotivasi para peserta untuk menjadi sahabat Al-Qur’an dengan membangun kedekatan melalui kebiasaan membaca dan menjaga Al-Qur’an. Beliau menyampaikan bahwa membaca Al-Qur’an membutuhkan perjuangan, pengorbanan dan kesungguhan karena Al-Qur’an merupakan kalamullah, yaitu firman Allah SWT. “Kalau kita ingin Allah yang berbicara kepada kita, bacalah Al-Qur’an,” pesan beliau kepada para peserta. Dalam kajian tersebut, ustadz juga menyampaikan bahwa setiap satu huruf yang dibaca memiliki 10 pahala kebaikan. Hal ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk tidak berhenti membaca Al-Qur’an meskipun harus melalui perjuangan dan keterbatasan.
Adapun beberapa adab membaca Al-Qur’an yang disampaikan dalam kajian, di antaranya:
1. Bersuci sebelum membaca Al-Qur’an
2. Mengenakan pakaian yang bersih, rapi dan wangi sebagai bentuk penghormatan terhadap Al-Qur’an
3. Menghadap kiblat ketika membaca Al-Qur’an
4. Tidak terburu-buru memutus bacaan karena teralihkan oleh urusan duniawi, tetapi berusaha menyelesaikan bacaan hingga akhir ayat
5. Menghayati ayat-ayat Al-Qur’an yang sedang dibaca agar bacaan tidak hanya sampai di lisan, tetapi juga menyentuh sampai ke hati

Ustadz juga terus memberikan motivasi kepada para pasien dan pendamping pasien agar senantiasa berusaha menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an. Di tengah kondisi sakit dan berbagai persoalan yang dihadapi, Al-Qur’an diharapkan dapat menjadi sumber ketenangan, kekuatan, serta pengingat untuk senantiasa bergantung kepada Allah SWT. Menutup kajian, ustadz menyampaikan pesan yang dikutip dari hadits tentang kemuliaan Ahlul Qur’an, bahwa keluarga Allah di muka bumi adalah Ahlul Qur’an, yaitu mereka yang senantiasa dekat dengan Al-Qur’an.
Kegiatan pembinaan keislaman berlangsung dengan penuh antusias. Para pasien dan pendamping pasien mengikuti kajian dengan baik, menjadikan momen tersebut sebagai ruang untuk menambah ilmu, memperkuat keimanan, sekaligus memperoleh ketenangan spiritual di tengah proses pengobatan. Melalui pembinaan keislaman rutin ini, Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara berkomitmen untuk terus menghadirkan pendampingan spiritual bagi pasien dan keluarga. Diharapkan, kehadiran kegiatan ini dapat menjadi penguat hati bagi mereka yang sedang menghadapi ujian, serta menumbuhkan kecintaan untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dalam setiap keadaan.
[Fazliyah Nurhafshah Gultom – @inisiatifzakat_sumut]





