Bertahan di Tengah Perjuangan, Hendra Jalani Pengobatan Batu Ginjal di Rumah Singgah Pasien IZI Sumut

Sumatera Utara – Menjalani pengobatan di luar daerah bukanlah hal yang mudah, terlebih bagi seorang kepala keluarga yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Hal ini yang dirasakan oleh Hendra Gunawan Siregar (46 tahun), warga Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, yang harus menjalani pengobatan akibat batu ginjal di RSUP H. Adam Malik Medan.

Hendra mulai mengalami keluhan sejak awal 2025. Nyeri di area pinggang menjadi salah satu keluhan yang terus dirasakannya hampir setiap hari, dengan durasi sekitar 15 menit setiap kali nyeri datang. Kondisinya juga membuat selera makan dan waktu istirahatnya ikut terganggu. Selama kurang lebih dua bulan, keluhan tersebut tidak kunjung membaik. Hendra bahkan mengalami demam yang terus-menerus. Kondisi itu membuat keluarga membawanya berobat ke RSU Paluta Gunung Tua. Setelah mendapatkan pemeriksaan, Hendra kemudian dirujuk ke RS Royal Prima.

Karena membutuhkan fasilitas dan penanganan yang lebih lengkap, Hendra akhirnya kembali dirujuk ke RSUP H. Adam Malik Medan. Di rumah sakit tersebut, ia menjalani rangkaian pemeriksaan dan tindakan untuk menangani batu ginjal yang dideritanya. Hingga saat ini, Hendra telah menjalani tiga kali tindakan pengangkatan batu ginjal menggunakan prosedur laser. Ukuran batu yang ditangani pun bervariasi. Namun, perjuangan Hendra belum sepenuhnya selesai karena masih terdapat batu yang tertinggal di dalam ginjalnya. Dokter kemudian menyarankan Hendra untuk memperbanyak konsumsi air putih agar membantu proses keluarnya batu melalui urine. Ia pun masih harus menjalani kontrol dan mengikuti anjuran dokter selama proses pemulihan. Dalam kesehariannya, Hendra merupakan seorang petani. Ia juga menjadi tulang punggung keluarga dengan tiga orang anak yang seluruhnya masih menempuh pendidikan. Kondisi tersebut membuat perjalanan pengobatan ke Medan menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga.

Di tengah proses pengobatan yang harus dijalani, keberadaan Rumah Singgah Pasien (RSP) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumatera Utara menjadi sangat berarti bagi Hendra dan keluarga. RSP menjadi tempat singgah selama menjalani pengobatan di Medan, sehingga Hendra dan pendampingnya tidak perlu terlalu memikirkan tempat tinggal selama berada jauh dari kampung halaman. Bagi Hendra, bantuan tersebut bukan sekadar tempat untuk beristirahat. Kehadiran Rumah Singgah Pasien menjadi bentuk pertolongan yang meringankan beban pasien kurang mampu yang harus menjalani pengobatan di luar daerah.

Dengan penuh haru dan suara yang bergetar, Hendra menyampaikan rasa syukurnya kepada para donatur dan RSP IZI Sumatera Utara. “Alhamdulillah, saya berterima kasih banyak kepada RSP IZI. Tidak lagi bisa saya ucapkan dengan kata-kata, Bu, atas semua bantuan yang telah diberikan ini. Semoga Bapak/Ibu donatur IZI dilancarkan rezekinya, dipanjangkan umurnya. Dan untuk Rumah Singgah Pasien, semoga tetap ada dan terus ada untuk kami, masyarakat yang kurang mampu, karena sangat besar pertolongannya untuk kami ini. Sekali lagi, terima kasih yang sebanyak-banyaknya. Kami sangat bersyukur dibantu dengan Rumah Singgah Pasien ini, Bu,” ucap Hendra.

Perjalanan Hendra mengajarkan bahwa proses menuju kesembuhan membutuhkan kesabaran dan ikhtiar yang tidak sebentar. Di balik setiap tindakan medis yang dijalani, ada harapan untuk kembali pulang dan berkumpul bersama keluarga, serta kembali menjalani kehidupan sebagai seorang ayah dan petani di kampung halaman. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kesembuhan terbaik untuk Hendra, memudahkan setiap proses pengobatannya, serta menjaga keluarganya dengan penuh keberkahan. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur yang telah menghadirkan Rumah Singgah Pasien IZI sebagai tempat berteduh dan menguatkan saudara-saudara kita yang sedang berikhtiar untuk sembuh. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

[Fazliyah Nurhafshah Gultom – @inisiatifzakat_sumut]