Tetap Berjuang di Usia Senja, Safiah Jalani Pengobatan Kanker Paru di Rumah Singgah Pasien IZI Sumut

Sumatera Utara – Di usia 64 tahun, Safiah Yusuf, atau yang akrab disapa Safiah, masih menjalani aktivitas berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selama kurang lebih 12 tahun, warga Kecamatan Rantau Selamat, Kabupaten Aceh Timur tersebut berjualan lontong. Namun, sejak sakit datang pada Maret 2026 lalu, aktivitas yang selama ini dijalaninya terpaksa harus dihentikan. Awalnya, Safiah mengalami batuk kering yang terus-menerus selama kurang lebih satu bulan. Ia telah berobat dan mengonsumsi obat dari puskesmas, namun keluhannya tidak kunjung mereda. Kondisi tersebut akhirnya membuat keluarga membawa Safiah ke salah satu rumah sakit di Kota Langsa.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya cairan di dalam paru-paru Safiah dalam jumlah yang cukup banyak, sekitar satu liter. Pemeriksaan lebih lanjut juga menunjukkan adanya kanker pada paru-parunya. Karena membutuhkan fasilitas dan penanganan yang lebih lengkap, Safiah kemudian dirujuk ke RSUP H. Adam Malik Medan. Safiah sebelumnya beraktivitas berjualan lontong, sehingga dalam kesehariannya cukup sering terpapar asap dari kayu bakar yang digunakan untuk memasak. Selain itu, ia juga terpapar asap rokok saat berjualan di pasar. Kondisi tersebut menjadi bagian dari riwayat paparan yang dialami Safiah sebelum didiagnosis menderita kanker paru.

Sejak jatuh sakit, Safiah tidak lagi mampu berjualan. Kebutuhan sehari-hari kini dibantu oleh keenam anaknya. Suaminya telah lama meninggal dunia, sehingga anak-anak menjadi tempat Safiah bergantung selama menjalani pengobatan. Di RSUP H. Adam Malik Medan, Safiah menjalani sejumlah pemeriksaan dan tindakan medis, di antaranya scanning, endoskopi, serta pemeriksaan menggunakan teropong. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Safiah dinyatakan positif mengalami kanker paru, namun berdasarkan keterangan medis yang diterima keluarga, kondisinya tidak tergolong ganas sehingga Safiah tidak menjalani kemoterapi. Sebagai bagian dari penanganan, Safiah tetap harus rutin mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter sebagai bagian dari terapi yang dijalani.

Selama menjalani pengobatan di Medan, Safiah didampingi oleh salah seorang anaknya. Sebelum mengetahui keberadaan Rumah Singgah Pasien, Safiah dan anaknya sempat menyewa kamar kos di sekitar RSUP H. Adam Malik dengan biaya sekitar Rp60.000 per hari. Selama kurang lebih 10 hari, biaya tempat tinggal tersebut harus mereka tanggung, belum termasuk kebutuhan makan dan keperluan lainnya. Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, pengeluaran tersebut tentu menjadi beban tersendiri. Hingga suatu hari, Safiah dan anaknya bertemu dengan pendamping pasien dari Rumah Singgah Pasien (RSP) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumatera Utara yang berada di RSUP H. Adam Malik. Mereka kemudian mendapatkan informasi mengenai RSP dan diarahkan untuk tinggal di sana selama menjalani pengobatan.

Keberadaan Rumah Singgah Pasien menjadi begitu berarti bagi Safiah dan keluarganya. Selain membantu menyediakan tempat tinggal sementara selama pengobatan, RSP juga menjadi ruang bagi pasien dan pendamping dari luar daerah untuk mendapatkan rasa nyaman dan dukungan selama menjalani masa pengobatan. Mariani, anak Safiah, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas pertolongan yang mereka dapatkan melalui Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara. Dengan penuh haru, ia menceritakan bagaimana keluarganya sempat kewalahan menghadapi kebutuhan selama berada di Medan. “Alhamdulillah Bu. Syukur alhamdulillah, banget-banget. Kami sampai kewalahan, Bu, karena kami orang susah. Sangat terbantu sekali dengan Rumah Singgah Pasien ini, Bu. Semoga para donatur diberi keberkahan oleh Allah, dipanjangkan umurnya, dilancarkan rezekinya,” ucap Mariani penuh haru.

Bagi Safiah, perjalanan pengobatan ini menjadi babak baru dalam kehidupannya. Dari seorang ibu yang masih aktif berjualan di usia senja, kini ia harus lebih banyak beristirahat dan fokus menjalani pengobatan. Namun, di tengah keterbatasan dan kondisi yang tidak mudah, Safiah tetap berusaha menjalani setiap proses dengan sabar bersama anak-anak yang setia mendampinginya.

Kehadiran Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara menjadi salah satu ikhtiar untuk meringankan beban pasien dan keluarga yang harus menjalani pengobatan jauh dari tempat tinggal mereka. Dukungan para donatur menjadi bagian penting agar rumah singgah ini dapat terus hadir bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesehatan, dan kesembuhan terbaik untuk Safiah, memudahkan setiap proses pengobatannya, serta menguatkan anak-anak yang senantiasa mendampingi. Semoga setiap kebaikan para donatur yang telah mendukung Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara dibalas Allah SWT dengan keberkahan, kesehatan, umur yang penuh manfaat, dan rezeki yang luas. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

[Fazliyah Nurhafshah Gultom – @inisiatifzakat_sumut]