Di Usia 18 Tahun, Redo Berjuang Pulih dari Infeksi Paru Bersama RSP IZI Sumut

Sumatera Utara – Di usia yang masih sangat muda, Redo Triwanda (18) harus menghadapi kondisi kesehatan yang membuat aktivitas sehari-harinya terhenti. Pemuda asal Lau Tador, Kabupaten Batubara, ini tengah menjalani pengobatan akibat infeksi paru-paru di RSUP H. Adam Malik Medan. Keluhan Redo mulai dirasakan sejak Juli 2026. Ia mengalami nyeri di bagian dada, batuk, serta sesak napas. Kondisinya sempat semakin mengkhawatirkan ketika Redo mengalami demam tinggi yang disertai kejang selama kurang lebih 20 menit.

Karena kondisi tersebut, keluarga segera membawa Redo ke salah satu rumah sakit di Indrapura untuk mendapatkan pertolongan. Setelah mengalami kejang, pembuluh darah di kedua mata Redo tampak meningkat sehingga matanya terlihat memerah. Namun, berdasarkan pemeriksaan dokter, tidak ditemukan masalah pada bagian matanya. Keluarga kemudian membawa Redo ke RS Mitra Sejati Medan untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih menyeluruh. Ia menjalani sejumlah pemeriksaan, termasuk endoskopi. Dari pemeriksaan tersebut sempat ditemukan adanya tumor di bagian kanan, sementara hasil laboratorium yang diperoleh menunjukkan perbedaan. Untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang lebih lengkap, Redo kemudian dirujuk ke RSUP H. Adam Malik Medan. Di rumah sakit tersebut, ia menjalani sejumlah pemeriksaan lanjutan, seperti cek darah, pemeriksaan TB, dan scanning.

Setelah melalui rangkaian pemeriksaan, Redo akhirnya diketahui mengalami infeksi paru-paru. Saat ini, ia masih harus menjalani pengobatan dan kontrol sesuai dengan arahan dokter. Sebelum jatuh sakit, Redo merupakan pemuda yang aktif bekerja. Sebagai anak ketiga dari empat bersaudara, ia turut membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Adik Redo yang paling kecil masih duduk di bangku SMP, sehingga kondisi sakit yang membuatnya tidak dapat bekerja menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga. Dalam kesehariannya, Redo memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman kemasan. Setelah mengalami sakit, perhatian terhadap kondisi kesehatan pun menjadi hal yang semakin penting bagi dirinya dan keluarga. Di tengah kondisi tersebut, Redo dan keluarga tetap berusaha menjalani setiap proses pengobatan dengan semangat. Keluarga juga tidak ingin menunda penanganan ketika kondisi Redo mulai memburuk. Mereka segera membawa Redo ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan pertolongan dan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Selama menjalani pengobatan di Kota Medan, Redo didampingi oleh ibunya, Warsini. Keberadaan RSP IZI Sumatera Utara kemudian menjadi salah satu hal yang sangat membantu mereka selama harus berada jauh dari kampung halaman. Bagi Redo dan keluarganya, RSP bukan hanya menjadi tempat untuk beristirahat selama menjalani pengobatan, tetapi juga menghadirkan suasana kekeluargaan yang membuat mereka merasa diterima dan diperhatikan.

Warsini mengaku sangat bersyukur dapat mengenal Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara. Dengan suara penuh haru, ia menceritakan kebaikan dan keramahan yang dirasakan selama berada di RSP. “Alhamdulillah, saya senang sekali ada RSP ini, Bu. Apalagi di Rumah Singgah orangnya ramah, baik. Saya dianggap seperti orangtua. Saya do’akan, semoga donaturnya dimudahkan rezekinya, disehatkan selalu, dan dipanjangkan umur,” ucap Warsini sembari menitikkan air mata.

Bagi keluarga Redo, keberadaan Rumah Singgah Pasien memberikan ketenangan di tengah proses pengobatan yang harus dijalani. Mereka tidak hanya mendapatkan tempat singgah, tetapi juga merasakan kepedulian dari orang-orang yang berada di dalamnya. Perjalanan Redo menjadi pengingat bahwa kesehatan merupakan nikmat yang perlu dijaga. Di usia muda, ia harus menghadapi ujian yang tidak mudah, namun bersama keluarga, Redo terus berikhtiar untuk mendapatkan kesembuhan dan kembali menjalani aktivitasnya.

Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara hadir untuk membantu pasien dan keluarga yang harus menjalani pengobatan jauh dari daerah asal. Dukungan para donatur menjadi bagian penting agar layanan ini dapat terus memberikan tempat yang nyaman, aman, dan penuh kepedulian bagi pasien yang membutuhkan. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan terbaik untuk Redo, menguatkan dirinya dan keluarga dalam menjalani setiap proses pengobatan, serta memudahkan segala ikhtiar yang dilakukan. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur yang telah mendukung Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara dengan kesehatan, keberkahan, umur yang bermanfaat, serta rezeki yang dilapangkan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

[Fazliyah Nurhafshah Gultom – @inisiatifzakat_sumut]