Jelang Masa Pensiun, IZI Dorong Pegawai JNE Siapkan Usaha untuk Masa Depan Melalui Program JNE Peduli UMKM

Jakarta – Membangun usaha yang mandiri tidak cukup hanya dengan memberikan dukungan modal, persiapan finansial menjadi hal penting agar penerima manfaat tetap memiliki sumber penghasilan dan dapat menjalani masa pensiun dengan lebih mandiri. Semangat tersebut hadir dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) berbasis pemberdayaan yang diselenggarakan oleh IZI dan JNE, pada Sabtu (5/9/26) di IZI Perwakilan Jakarta.

Kegiatan berlangsung dalam dua sesi. Pada sesi pertama, penerima manfaat diajak memetakan rencana kehidupan setelah pensiun. Pembahasan dimulai dari harapan dan tujuan yang ingin dicapai, aset serta potensi yang dimiliki, tantangan yang mungkin dihadapi, peluang yang dapat dimanfaatkan, hingga jenis usaha atau aktivitas yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Sesi kedua dilanjutkan dengan FGD yang dibagi menjadi dua kelompok. Penerima manfaat mendapatkan workbook yang berisi sejumlah pertanyaan untuk membantu mereka menyusun rencana setelah pensiun. Dalam diskusi tersebut, peserta saling berbagi pengalaman, mengidentifikasi tantangan, serta menggali potensi dan peluang yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi.

> Salah satu peserta, Heri, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan menjadi bekal penting bagi peserta yang mulai mempersiapkan kehidupan setelah pensiun. “Alhamdulillah saya bersyukur dapat berkesempatan untuk ikut sebagai peserta pemberdayaan ekonomi dari JNE Peduli UMKM. Ini tentunya sangat bermanfaat bagi kita semua yang akan menjelang kepensiunan, sebagai persiapan kita di masa pensiun nanti,” ujar Heri.

Kegiatan FGD ini diharapkan dapat membantu penerima manfaat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai langkah yang akan dilakukan setelah pensiun. Kedepannya IZI dan JNE tidak hanya memberikan dukungan dalam bentuk modal, tetapi juga membangun kesiapan, kemandirian, dan kemampuan penerima manfaat dalam mengembangkan potensi ekonomi secara berkelanjutan. Dengan bekal perencanaan dan pemahaman yang diperoleh, masa purna tugas diharapkan dapat menjadi fase baru yang tetap produktif, mandiri, dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

[ferdiansyah/ruru – @inisiatifzakat_jakarta]