Jakarta (22/10/2026) – Di tengah keterbatasan kondisi keluarga, Arya Bima Rizky Rinaldi, siswa kelas 12 di PKBM Edukasi Jakarta, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, terus berjuang menempuh pendidikan. Perjalanan hidup Arya tidak selalu mudah. Sejak lahir, kedua orang tuanya telah berpisah sehingga Arya diasuh oleh budenya, yang selama ini merawat dan mendampinginya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sang bude berjualan jamu racikan sendiri. Sementara itu, ayah Arya yang sebelumnya bekerja sebagai karyawan, mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan kini berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dengan berjualan ayam goreng. Awalnya, Arya tinggal bersama budenya. Namun, karena kondisi rumah sang bude mengalami kerusakan, Arya bersama budenya kemudian tinggal bersama ayahnya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Perubahan kondisi tempat tinggal dan keterbatasan ekonomi keluarga menjadi tantangan tersendiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak dari keluarga yang membutuhkan, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) melalui Program Layanan Mustahik menyalurkan bantuan pendidikan sebesar Rp500.000 kepada Arya. Bantuan ini bersumber dari donasi Bank Permata Syariah. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pendidikan Arya sekaligus menjadi penyemangat agar ia dapat terus belajar dan menyelesaikan pendidikannya dengan baik.
Arya menyampaikan rasa terima kasih kepada Bank Permata Syariah atas bantuan yang telah diberikan. Ia berharap Bank Permata Syariah semakin maju dan berkembang sehingga dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui penyaluran bantuan ini, IZI berharap amanah donatur dapat menjadi jalan kebaikan bagi para penerima manfaat, termasuk anak-anak yang tengah berjuang melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. IZI juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera agar mereka tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
[Achmad Fauzan – @inisiatifzakat_jakarta]





