RSP IZI Sumatera Utara Gelar Kajian tentang Taubat, Ajak Pasien dan Pendamping Senantiasa Memperbaiki Diri

Sumatera Utara – Rumah Singgah Pasien (RSP) IZI Sumatera Utara kembali menggelar pembinaan keislaman rutin pada Rabu (21/10/2026) dengan mengangkat tema “Taubat.” Kajian kali ini disampaikan oleh Ustadz Muhammad Nuh dan diikuti oleh para pasien serta pendamping pasien yang tengah menjalani ikhtiar pengobatan di RSUP H. Adam Malik, Kota Medan. Kajian disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sehingga dapat diterima oleh peserta dari berbagai latar belakang. Melalui pembinaan ini, para peserta diajak untuk kembali merenungi pentingnya taubat sebagai bagian dari perjalanan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Muhammad Nuh menjelaskan bahwa taubat bukan sekadar memohon ampun atas kesalahan yang telah dilakukan, tetapi juga merupakan wujud rasa syukur seorang hamba kepada Allah SWT. Kesadaran untuk bertaubat menjadi langkah penting dalam memperbaiki diri dan menjaga hubungan dengan Sang Pencipta. Beliau mengingatkan bahwa Allah SWT mencintai hamba-hamba-Nya yang senantiasa bertaubat dan menyucikan diri. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya membiasakan diri untuk memperbanyak istighfar dalam berbagai kesempatan serta terus berusaha memperbaiki sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Ustadz Muhammad Nuh juga mengajak para peserta untuk senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT agar diberikan pertolongan dalam menjaga diri dari kesalahan. Sebagai manusia yang tidak luput dari kekhilafan, setiap orang perlu memiliki kesadaran untuk mengevaluasi diri, mengakui kesalahan, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa segala sesuatu yang dilakukan selama hidup di dunia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Karena itu, setiap kesempatan hidup hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal kebaikan, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperbaiki hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.

Dalam kajian tersebut, para pasien dan pendamping juga dimotivasi untuk terus berusaha menjadi hamba yang terbaik di hadapan Allah SWT. Salah satu caranya adalah dengan menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan sekaligus menjadikan setiap keadaan sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Ustadz Muhammad Nuh turut mengingatkan bahwa Allah SWT menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur. Pesan ini menjadi pengingat agar setiap orang tidak hanya berfokus pada kesulitan yang sedang dihadapi, tetapi juga tetap menyadari dan mensyukuri berbagai nikmat yang masih Allah berikan.

Bagi para pasien dan pendamping yang tengah menjalani masa pengobatan, pesan tentang taubat dan syukur menjadi penguatan untuk terus menjaga harapan, memperbaiki diri, serta menjalani setiap proses dengan kesabaran dan tawakal kepada Allah SWT. Melalui pembinaan keislaman rutin ini, Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara terus berupaya menghadirkan pendampingan spiritual bagi pasien dan pendamping selama menjalani ikhtiar pengobatan. Diharapkan, kajian ini dapat menjadi pengingat untuk senantiasa memperbanyak istighfar, mensyukuri nikmat Allah, dan menjadikan setiap kesempatan hidup sebagai jalan untuk semakin dekat kepada-Nya.

[Fazliyah Nurhafshah Gultom – @inisiatifzakat_sumut]