Bekali Santri dengan Kecerdasan Emosional Berlandaskan Iman, Rumah Beasiswa Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Kajian Tematik

Semarang — Rumah Beasiswa Mahasiswa UIN Walisongo IZI Jawa Tengah menggelar Kajian Tematik bertema “Menata Hati, Mengelola Emosi: Membangun Kecerdasan Emosional Berlandaskan Iman” pada Sabtu (24/10/2026). Kajian yang diisi oleh Iky Putri Aristhya, S.I.Kom., M.I.Kom., dosen Ilmu Komunikasi UNISSULA, ini diikuti para penerima manfaat program dan menjadi bagian dari pembinaan untuk mendukung pengembangan diri, tidak hanya secara akademik dan spiritual, tetapi juga dalam memahami diri sendiri dan membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Melalui kajian ini, para santri diajak memahami pentingnya kecerdasan emosional sebagai bekal menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari.

Dalam penyampaian materi, Iky Putri menjelaskan bahwa kecerdasan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga mencakup kemampuan mengenali dan mengelola emosi. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk mengenali perasaan yang sedang dialami, memahami kesesuaiannya dengan situasi yang dihadapi, serta mengomunikasikan perasaan tersebut secara efektif. Peserta diajak memahami bahwa emosi merupakan bagian yang wajar dari diri manusia. Namun, kemampuan mengenali emosi menjadi hal penting agar seseorang tidak terburu-buru mengambil keputusan atau melakukan tindakan yang kurang tepat karena terbawa perasaan. Seseorang yang merasa marah, misalnya, perlu memahami terlebih dahulu apa yang mendasari kemarahan tersebut agar dapat menentukan respons yang lebih bijak, alih-alih langsung melampiaskannya kepada orang lain.

Lebih lanjut, materi menekankan pentingnya memberikan jeda sebelum merespons suatu keadaan yang memicu emosi. Jeda tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memahami situasi, mempertimbangkan pilihan tindakan, dan menentukan cara berkomunikasi yang tepat. Dengan demikian, pengelolaan emosi tidak berarti menekan atau mengabaikan perasaan, melainkan belajar mengenalinya dan menyalurkannya secara tepat. Pembahasan ini juga dikaitkan dengan nilai kesabaran dalam Islam, yaitu kemampuan mengendalikan diri dan memilih respons yang baik ketika menghadapi berbagai keadaan.

Salah satu penerima manfaat, Abdul Karim Sanusi, menyampaikan bahwa kajian ini membuka wawasannya dalam memahami perasaan dan emosi yang sedang dialami. Ia merasa mendapatkan pemahaman baru untuk mengenali emosi dengan lebih baik, sehingga dapat mempertimbangkan tindakan yang perlu diambil dan menentukan cara berkomunikasi yang tepat dalam menghadapi suatu situasi. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantunya membangun komunikasi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung melalui penyampaian materi dan sesi diskusi interaktif bersama peserta. Melalui sesi tanya jawab, para santri memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan emosi serta penerapannya dalam menghadapi berbagai situasi. Diskusi ini menjadi ruang refleksi bagi peserta untuk menyadari bahwa memahami perasaan diri sendiri merupakan salah satu langkah penting dalam membangun komunikasi yang sehat dan hubungan yang harmonis.

Melalui Kajian Tematik, Rumah Beasiswa Mahasiswa UIN Walisongo IZI Jawa Tengah berharap para penerima manfaat semakin mampu mengenali dan mengelola emosi, mengambil keputusan secara lebih bijak, serta membangun komunikasi yang efektif dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam. Dengan demikian, para santri diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik dan spiritual, tetapi juga matang secara emosional dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

[Ismail Adha – @inisiatifzakat_jateng]