Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

5 Penyebab Banyak Manusia Lupa Bersyukur

Ayu Lestari2018-07-13T04:17:57+07:00
Ayu Lestari Ayat of the Week 0 Comments

Sudahkah kita bersyukur hari ini? Atau ada yang menganggap bahwa bersyukur atau tidak, tidak ada bedanya. Tidak akan berpengaruh terhadap penghasilannya. Rezekinya tetap segitu saja. Atau ya pemikiran-pemikiran sejenisnya. Padahal Allah berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.” (QS. Al A’raf: 10)

Ternyata Allah sudah tahu, bahwa akan sedikit hamba-Nya yang mau bersyukur. Yaiyalah ya … Allah kan memang Maha Mengetahui segala sesuatu. Lantas apa saja sih yang membuat manusia menjadi lupa untuk bersyukur atas nikmat yang sudah Allah berikan kepadanya?

  1. Memakan rezeki haram
    Ketika hati menyadari betapa sulit untuk bersyukur, coba cek dulu. Apakah ada sumber nafkah atau bahkan asupan yang haram ke dalam tubuh kita? Sudah yakin apa yang kita peroleh berasal dari sesuatu yang halal dan apa yang masuk ke dalam tubuh juga sesuatu yang halal juga belum? Jangan sepelekan hal ini ya. Karena halal-haram apa yang masuk ke dalam tubuh dapat berpengaruh terhadap perilaku kita sehari-hari.

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (QS. Al-Baqarah:172)

 

  1. Tidak menghargai nikmat Allah, merasa semua yang dimiliki memang sudah semestinya
    Ada lho orang yang berfikir bahwa rezekinya itu ya karena memang dia peroleh karena usahanya sendiri saja, tidak ada campur tangan Allah. Kalau Sekarang hidupnya kaya ya karena dirinya bekerja keras.

Orang-orang seperti ini biasanya lupa, bahwa jika bukan karena Rahmat Allah, tidak mungkin rezeki yang dinikmatinya sekarang ini dapat diperolehnya. Jika bukan karena kasih sayang Allah, bisa jadi hidup akan terasa sulit dan hati menjadi semakin sempit.

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl 78)

Mulai deh ubah pikiran bahwa rezeki kita datang karena usaha keras diri sendiri. Dan yakini bahwa yang kita peroleh dan dapat dinikmati adalah karunia Allah.

 

  1. Menghendaki balasan duniawi semata
    Bagi mereka yang hanya mengharapkan pahala dunia, maka harta dan segala macam kemewahan dunia itu lebih penting dari apapun. Jangankan untuk bersyukur, untuk sekedar mengingat Allah saja pasti akan sangat sulit, karena yang ada di pikirannya hanyalah urusan dunia saja.

“Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali-Imran:145)

Hayo, siapa yang orientasi hidupnya masih duniawi saja? Cepet-cepet deh ya memperbaiki hati.

 

  1. Kesombongan
    Bisa dibilang, kesombongan adalah salah satu musuh besar setiap orang. Orang yang sombong bagaimana mau bersyukur. Orang yang diuji dengan kesombongan, baginya kekayaannya itu juga diperoleh karena dirinya hebat. Sebagaimana kesombongan Fir’aun yang merasa lebih karena kekayaannya. Padahal sih kekayaannya itu sebenarnya ujian baginya.

“Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?” (QS. Al An’am: 53)

Ujung-ujungnya orang yang sombong itu pasti hancur kan… Yaiyalah ya. Allah kan tidak suka pada orang yang sombong.

 

  1. Godaan syetan
    Setan itu, sampai nanti akhir kehidupan akan terus menggoda umat manusia. Kalau bukan kitanya yang terus memperbaharui iman ya bisa dipastikan langsung terbawa arus godaannya.

Kurang bersyukur ini juga bisa juga disebabkan oleh godaan syetan.

“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS. Al A’raf: 17)

Nah, siapapun yang ingin nikmatnya berkah dan ditambah oleh Allah, jangan pernah lupa untuk bersyukur. Jangan hanya sibuk memikirkan dunia saja, tapi cari sebanyak-banyaknya bekal untuk kehidupan akhirat. Jangan sampai karena tidak bersyukur Allah tidak tidak ridho dan murka kepada kita.

 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • IZI Jateng Gelar Pendampingan Keislaman Lapak Berkah PT KJG, Tanamkan Pemahaman Rezeki dan Ketenangan Hidup 24 April 2026
  • Pendampingan Keislaman Lapak Cahaya, Ajak Penerima Manfaat Memahami Luasnya Makna Rezeki 24 April 2026
  • PT PLN UP2B Jateng & DIY Gelar Program Muslimah Tangguh di Kabupaten Semarang, Berdayakan 9 Ibu Pejuang Nafkah di Momentum Hari Kartini 23 April 2026
  • Telkom Indonesia Regional 4 Kalimantan Salurkan Beasiswa untuk 10 Anak Yatim dan Duafa di Balikpapan 23 April 2026
  • Sentuhan Kasih di Hari Kartini: RSP IZI DIY Beri Dukungan Moral Lewat Bingkisan Kebahagiaan 23 April 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (235)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,355)
  • Keluarga (436)
  • Kesehatan (660)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (219)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (311)
  • Muda-Mudi (549)
  • Nuansa Keislaman (357)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (316)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,210)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (580)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025