Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Pernahkah Berharap Menjadi Orang Miskin?

Ayu Lestari2018-07-30T07:46:26+07:00
Ayu Lestari Muda-Mudi al quran, hadist, islam, keislaman, keutamaan miskin, miskin, miskin mulia, sedekah, sunnah 0 Comments

“Bukan kemiskinan yang aku khawatirkan atas kalian. Akan tetapi aku khawatir akan dibentangkan dunia atas kalian sebagaimana telah dibentangkan atas orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian pun berlomba-lomba padanya sebagaimana mereka berlomba-lomba padanya. Kemudian dunia itu akan menghancurkan kalian sebagaimana telah menghancurkan mereka.” (HR. Al-Bukhari no.3158 dan Muslim no.2961)

Sumber gambar : Edunews.id

Siapa yang ingin jadi orang miskin? Rata-rata orang akan berharap menjadi orang kaya, hidup dengan lifestyle orang kaya, dan mati pun sebagai orang kaya yang mewariskan banyak harta. Padahal ternyata Rasulullah mencontohkan sebaliknya, beliau Shalallaahu ‘alaihi wassalam justru berdoa untuk dihidupkan dan dimatikan sebagai orang miskin:

“Ya Allah hidupkanlah aku sebagai seorang miskin, matikanlah aku sebagai seorang miskin, dan giringlah aku pada hari kiamat bersama kelompoknya orang-orang miskin“. (HR. At Tirmidzi: 2352)

Lalu, apakah artinya umat Islam harus menjadi umat yang miskin? Tentu maksudnya tidak seperti itu 100%. Rasulullah berkata demikian agar umatnya agar mencintai dan mengasihi orang miskin, dan juga bergaya hidup seperti orang miskin (zuhud), tidak mengejar silau duniawi dan harta benda secara berlebihan. Karena beliau sangat mengkhawatirkan umatnya berlomba-lomba untuk harta duniawi, sehingga mengabaikan hak orang miskin.

Perlu diketahui, keutamaan orang miskin ada sangat banyak di akhirat kelak. Di antaranya:

 

  1. Menjadi penghuni surga mayoritas

“Aku telah berdiri di depan pintu surga, maka (kulihat) mayoritas orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin.“ (HR. Bukhori: 6547, Muslim: 2736)

Ini disebabkan orang miskin biasanya berhati polos dan tidak silau duniawi, sehingga Allah mencintai mereka.

 

  1. Jarak waktu masuk surganya orang miskin dengan orang kaya adalah 500 tahun

“Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.” (HR. Ibnu Majah no. 4122 dan Tirmidzi no. 2353.

Karena orang kaya akan dihisab/ diperhitungkan dengan detil semua hartanya, sumbernya dari mana dan untuk apa dipergunakan hartanya tersebut, semua akan diperinci hingga hal terkecil, inilah yang menyebabkan mereka baru masuk surga 500 tahun setelah orang miskin semuanya masuk ke surga terlebih dulu.

 

  1. Orang kaya biasanya cenderung akan melampaui batas

“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.” (Al-‘Alaq:6-7)

Mentang-mentang punya banyak uang, orang kaya bisa melakukan hal yang melampaui batas. Dari mulai memakan dan minum benda-benda haram, sampai mengabaikan ibadah kepada Allah karena merasa dirinya serba berkecukupan, tak memerlukan sedikit pun bantuan Allah.

 

  1. Salah satu hal yang paling ditakutkan Rasulullah terhadap umatnya adalah silau harta duniawi

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di atas mimbar dan kami pun duduk di sekitar beliau. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di antara yang paling aku takutkan atas kalian sepeninggalku adalah ketika dibukakan atas kalian keindahan dunia dan perhiasannya.” (HR. Al-Bukhariy no.1465 dan Muslim no.1052)

Jadi, pernahkah berharap menjadi orang miskin atau setidaknya belajar gaya hidup orang miskin yang tak terobsesi akan dunia? (SH)

 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • Kolaborasi SDN Cipete Selatan 01 dan IZI Salurkan Zakat Fitrah Jelang Idul Fitri 16 March 2026
  • Tunaikan Amanah YBM PLN UP3 Grobogan, IZI Jateng Salurkan Program Sedekah Al Qur’an, Paket Ramadan, Paket Anak Yatim, dan Fidyah 16 March 2026
  • Kajian Muslimah Kilang Pertamina Balikpapan Salurkan 80 Paket Sembako Ramadan untuk Warga Duafa 16 March 2026
  • BDI PHI Zona 9 Salurkan 72 Paket Sembako Ramadan untuk Warga Duafa di Balikpapan 16 March 2026
  • LAZNAS IZI Salurkan Program Ifthar & Takjil, Bahagiakan Anak Kampung Sirnasari Kabupaten Karawang 16 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,171)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (221)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,242)
  • Keluarga (433)
  • Kesehatan (647)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (539)
  • Nuansa Keislaman (325)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (302)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,162)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (502)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025