Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Abdurrahman bin ‘Auf (Part 1): Kaya Raya, Tak Silau Jabatan

Ayu Lestari2018-05-04T09:28:22+07:00
Ayu Lestari Kisah Teladan 0 Comments

Zaman sekarang ini, banyak orang kaya raya tapi tak bisa menahan diri dari gemerlap jabatan. Lihatlah… Betapa banyak orang rela mengeluarkan Milyaran Rupiah untuk mendapatkan jabatan tertentu di pemerintahan, demi melanggengkan bisnisnya, atau untuk mendapat proyek yang dapat lebih menguntungkan dirinya.

Akan tetapi, mari kita lihat keteladanan dari salah seorang Sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga. Ia memiliki harta yang amat banyak, kedermawanannya luar biasa, namun sedikitpun ia tidak Silau dan tergiur akan jabatan yang ditawarkan padanya. Ia adalah Abdurrahman bin ‘Auf.

Sepeninggal Khalifah Umar bin Khaththab, Abdurrahman bin ‘Auf termasuk dalam enam orang yang terpilih menjadi anggota majelis syura yang akan menggantikan posisi Khalifah.

Keenam orang tersebut antara lain: Abdurrahman bin Auf, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah dan Saad bin Abi Waqqash.

Semua orang dalam majelis itu menunjuk Abdurrahman bin ‘Auf, dan menyatakan bahwa ia lebih berhak memegang jabatan sebagai Khalifah. Tapi, Abdurrahman bin ‘Auf malah berkata:

“Demi Allah, daripada harus menerima jabatan itu, aku lebih suka jika diambil sebilah pisau lalu diletakkan di tenggorokanku dan ditusukkan hingga menembus leherku ini.”

Perkataannya ini bukanlah basa-basi, Abdurrahman bin ‘Auf benar-benar tidak memiliki minat akan jabatan kepemimpinan tersebut.

Akhirnya, Utsman bin Affan lah yang terpilih menjadi Khalifah pengganti Umar bin Khaththab. Namun, suatu ketika menjelang penghujung kekhalifahan Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf didatangi Humran, pembantu Utsman bin Affan.

“Kabar gembira untukmu, wahai Abdurrahman. Sesungguhnya, Utsman telah berwasiat bahwa khalifah penggantinya adalah engkau,” ucap Humran.

Aneh, Abdurrahman bin ‘Auf justru terlihat gusar mendengar kabar tersebut. Ia berdiri dan berdoa, “Ya Allah, jika hal ini memang berasal dari Utsman, maka wafatkanlah aku sebelum terjadi.” (Siyar A’laminnubala 1/102).

Subhanallah… Allah mengabulkan doa sahabat mulia ini. Enam bulan setelah pertemuan dirinya dengan Humran tersebut, Abdurrahman bin ‘Auf wafat. Sehingga dirinya tak perlu risau akan jabatan sebagai Khalifah yang diwasiatkan padanya.

Sungguh amat jarang karakter seseorang seperti Abdurrahman bin ‘Auf ini, beliau benar-benar memperhatikan sabda Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wassalam bahwa jabatan kepemimpinan bukanlah suatu hal yang layak untuk diperebutkan. Ia justru merupakan amanah yang berat dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak.

“Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan” (HR. Bukhari).

Dalam Hadits lainnya, dari Abu Sa’id ‘Abdurrahman bin Samurah radiyallaahu ‘anhu berkata : “Rasulullah bersabda kepada saya : “Wahai ‘Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta suatu jabatan karena sesungguhnya bila kamu diberi suatu jabatan tanpa memintanya, maka kamu akan mendapat pertolongan dalam menjabat jabatan itu, tetapi kalau kamu diberi suatu jabatan karena meminta, maka jabatan itu akan diserahkan (dibebankan) sepenuhnya kepadamu….”(Shahih Bukhari No.7146 dan Shahih Muslim No.1652).

Astaghfirullahal’adzim. Bukankah amat sombong jika kita meminta jabatan pada manusia karena merasa diri tinggi dan pantas menjadi pemimpin?

Dalam Hadits lain, Rasulullah memberi isyarat untuk tidak memilih orang yang berambisi terhadap suatu jabatan tertentu. Dengan kata lain, janganlah memilih seorang yang terobsesi memperoleh suatu kedudukan, entah sebagai pemimpin atau posisi strategis tertentu.

Dari Abu Musa Al Asy’ary radiyallaahu ‘anhu berkata : “Saya bersama dua orang saudara sepupu datang kepada Nabi, kemudian salah seorang di antara keduanya itu berkata : “Wahai Rasulullah, berilah kami suatu jabatan pada sebahagian apa yang telah Allah ‘azza wajalla kuasakan terhadap tuan”. Dan yang lain juga berkata seperti itu. Kemudian beliau bersabda :”Demi Allah, aku tidak akan mengangkat seorang dalam suatu jabatan yang mana ia memintanya, atau seseorang yang sangat ambisi pada jabatan itu”. (Shahih Bukhari No.7149 dan Shahih Muslim No.1733)

Semoga kita dapat meneladani Abdurrahman bin ‘Auf yang tak Silau kekuasaan, sekalipun kekuasaan tersebut telah disediakan di hadapannya. Wallaahualam.

 

 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • BKDI UPZ Petronas Salurkan Paket Ramadan dan Lebaran Melalui IZI untuk Ratusan Warga Prasejahtera di Kampung Makasar, Jakarta Timur 20 March 2026
  • IZI Bersama Jamaah Quran Best Salurkan Program Zakat Fitrah Wilayah Jawa Barat 20 March 2026
  • Menjelang Lebaran, Senyum Lansia Duafa di Pondok Labu Merekah Berkat Zakat Fitrah Donatur Tokopedia Melalui IZI 20 March 2026
  • Sinergi BI Solo Dan IZI Jawa Tengah Salurkan Paket Ramadan untuk Guru Ngaji dan Keluarga Duafa 20 March 2026
  • IZI dan CIMB Niaga Syariah Tebar Al-Qur’an, Dukung Semangat Hafalan Santri Little Gaza dan Majelis Taklim 20 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (223)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,317)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (650)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (546)
  • Nuansa Keislaman (347)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,198)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (572)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025