Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Abdurrahman bin ‘Auf (Part 2): Tak Takut Meski Jatuh Bangkrut

Ayu Lestari2018-05-09T09:43:36+07:00
Ayu Lestari Kisah Teladan 0 Comments

IZI-ers, pernah merasakan pahitnya kebangkrutan? Saat harta yang awalnya kita miliki, tiba-tiba menghilang begitu saja. Entah karena kegagalan bisnis, musibah seperti kebanjiran, kecelakaan, kebakaran, perampokan, ataupun karena bencana alam. Biasanya ada rasa sedih, kecewa, dan mungkin putus asa yang berkelebat di benak. Namun, singkirkanlah perasaan negatif tersebut, mari teladani salah seorang sahabat Rasulullah yang telah dijamin masuk surga berikut ini, Abdurrahman bin ‘Auf.

Saat akan berhijrah ke Madinah, seluruh kekayaan Abdurrahman bin ‘Auf dirampas oleh penguasa kaum Quraisy, sehingga ia datang ke Madinah tanpa membawa harta sama sekali. Bayangkan betapa berbedanya orang yang awalnya memiliki harta melimpah, tiba-tiba tak memiliki apapun.

Di Madinah, Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wassalam mempersaudarakan orang-orang yang berhijrah (muhajirin) yang kebanyakan pedagang, dengan orang-orang asli Madinah yang mayoritas petani. Abdurrahman bin ‘Auf dipersaudarakan dengan seorang hartawan di Madinah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia menyatakan bahwa ‘Abdurrahman bin ‘Auf pernah dipersaudarakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Sa’ad bin Ar-Rabi’ Al-Anshari. Ketika itu Sa’ad Al-Anshari memiliki dua orang istri dan memang ia terkenal sangat kaya. Lantas ia menawarkan kepada ‘Abdurrahman bin ‘Auf untuk berbagi dalam istri dan harta. Artinya, istri Sa’ad yang disukai oleh ‘Abdurrahman akan diceraikan lalu diserahkan kepada ‘Abdurrahman setelah ‘iddahnya.

Mendapat tawaran luar biasa ini, sikap ‘Abdurrahman bin ‘Auf sungguh tidak disangka-sangka, ketika itu ia menjawab, “Semoga Allah memberkahimu dalam keluarga dan hartamu. Cukuplah tunjukkan kepadaku di manakah pasar.”

Abdurrahman bin ‘Auf menolak penawaran menggiurkan dari saudara Anshornya tersebut, dan lebih memilih untuk berdagang kembali dari nol. Ia memang seorang pebisnis yang handal. Dengan modal secukupnya ia berjualan keju dan minyak samin di pasar Madinah.

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wassalam sangat menghargai kemandirian Abdurrahman bin Auf dalam hal ekonomi. Rasulullah bersabda, “Seorang yang mencari kayu lalu memanggulnya lebih baik daripada orang yang mengemis yang kadangkala diberi atau ditolak.” (H.R. Bukhari)

Pesan ini membuat seluruh Muslimin yang ada di Madinah bangkit dan bekerja menjadi petani, pedagang, dan buruh. Tidak ada seorang pun yang menganggur.

Yang menarik, saat Abdurrahman bin ‘Auf pergi ke pasar, ia tak hanya berdagang… namun ia mengamatinya secara cermat. Dari pengamatannya ia tahu, pasar itu menempati tanah milik seorang saudagar Yahudi. Para pedagang berjualan di sana dengan menyewa tanah tersebut, sebagaimana para pedagang sekarang menyewa kios di mall.

Kemudian Abdurrahman memiliki ide kreatif, ia meminta tolong saudara barunya untuk membeli tanah yang kurang berharga yang terletak di samping tanah pasar itu. Tanah tersebut lalu dipetak-petak secara baik. Siapa pun boleh berjualan di tanah itu tanpa membayar sewa. Bila mereka mendapat keuntungan dari berdagang di sana, ia menghimbau mereka untuk memberikan bagi hasil seikhlasnya. Tentu saja para pedagang gembira karena biaya operasional mereka bisa berkurang banyak, maka para pedagang itu pun berbondong pindah ke pasar yang dikembangkan oleh Abdurrahman bin ‘Auf.

Keuntungan para pedagang di pasar baru itu menjadi berlipat, tentu saja… karena berkurangnya biaya operasional membuat harga bisa ditekan, pembeli ramai, maka dari keuntungan itulah Abdurrahman bin ‘Auf mendapat bagi hasil. Tak memerlukan waktu lama baginya untuk kembali memiliki harta dan keluar dari kebangkrutannya.

Kegigihannya dalam berdagang seperti yang beliau ungkapkan sendiri, “Aku melihat diriku kalau seandainya akau mengangkat sebuah batu aku akan mendapatkan emas atau perak.”

Berkaca dari apa yang dialami Abdurrahman bin ‘Auf, kita bisa merasakan spiritnya, bangkit dari keterpurukan dan menolak untuk sekadar berpangku tangan menerima kebaikan dari orang lain. Ia tidak takut untuk memulai kembali dari titik nol, dan mendayagunakan segala kesungguhan dan kreativitasnya untuk menafkahi diri, keluarga, dan kembali menjadi kaya raya seperti semula.

Semoga kisah teladan ini menginspirasi kita untuk tidak takut berusaha dari nol. (SH)

 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • IZI Jateng Dampingi Perjuangan Difabel Tangguh Lewat Supervisi Monitoring Usaha Roti Seruni Binaan MTT Jateng-DIY 8 April 2026
  • Tak Berhenti di Ramadan, IZI Jateng Kuatkan Istiqomah Ibadah Lewat Pendampingan Keislaman Gerobak Cahaya YBM PLN UP2B Jateng DIY 8 April 2026
  • Beragam Kondisi Usaha Berjualan Selama Ramadan, IZI Jateng Terus Dampingi Penerima Manfaat Gerobak Cahaya YBM PLN UP2B Jateng DIY 8 April 2026
  • Istiqomah Setelah Ramadan, IZI Jateng Gelar Pendampingan Keislaman Penerima Manfaat Lapak Cahaya Laz Annur PT PLN Indonesia Power UBP Semarang 7 April 2026
  • Dukung Proses Pemulihan, RSP IZI Jakarta Gelar Cek Kesehatan Rutin Bersama BSI Maslahat 7 April 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (228)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,330)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (653)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (214)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (548)
  • Nuansa Keislaman (349)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,205)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (579)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025