• Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Layanan Donasi
    • Layanan Konsultasi Donatur
    • Layanan Penerima Manfaat
  • Tata Kelola
    • Laporan
      • Ramadhan
      • Qurban
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Layanan Donasi
    • Layanan Konsultasi Donatur
    • Layanan Penerima Manfaat
  • Tata Kelola
    • Laporan
      • Ramadhan
      • Qurban
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System

Abdurrahman bin ‘auf (Part 3): Menangis Karena Kaya

Ayu Lestari2018-05-11T02:15:15+07:00
Ayu Lestari Kisah Teladan 0 Comments

IZI-ers tahu jumlah kekayaan Abdurrahman bin ‘Auf? Kalau zaman sekarang orang punya 10 kendaraan sudah disebut kaya raya, maka Abdurrahman bin ‘Auf merupakan Sahabat Rasulullah yang kaya raya raya raya raya raya… berkali-kali lipat. Mengapa demikian? Karena beliau memiliki ribuan kendaraan.

Kekayaannya begitu banyak, yang ia tinggalkan ketika meninggal dunia adalah 1000 unta, 3000 kambing, dan 100 kuda. Semuanya digembalakan di Baqi’, daerah pekuburan saat ini dekat Masjid Nabawi. Perlu dicatat, itu adalah jumlah kekayaan sepeninggal beliau, padahal selama hidupnya, Abdurrahman bin Auf telah menyedekahkan begitu banyak hartanya. Bisa dikatakan, hartanya tak habis habis.

Beliau juga memiliki lahan pertanian di Al-Jurf dan ada 20 hewan yang menyiramkan air di lahan itu, saking luasnya tanah pertanian yang dimiliki Abdurrahman bin ‘auf tersebut.

Nah, kebanyakan orang menganggap kekayaan akan membawa kebahagiaan, nyatanya anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Bagi Sahabat Rasulullah yang satu ini, kekayaan yang dimilikinya justru membawa kekhawatiran.

Mengapa khawatir? Karena ia takut kekayaan yang dimilikinya adalah balasan dari Allah atas segala amal baik yang ia lakukan, kalau semua kebaikannya telah dibalas didunia, lalu apa yang tersisa di akhirat kelak?

Subhanallah… Itu sebabnya Abdurrahman bin ‘Auf sering menangis disebabkan oleh nikmat kekayaan yang diperolehnya.

Bandingkan dengan orang-orang zaman sekarang yang justru banyak tertawa ketika mendapat kesenangan berupa harta. Tanpa mau berpikir apakah hartanya menjadikan dirinya lebih mulia atau justru lebih hina di hadapan Allah.

“Suatu saat pernah dihidangkan makanan kepada ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu. Tetapi waktu itu ia sedang berpuasa. ‘Abdurrahman ketika itu berkata, “Mush’ab bin ‘Umair adalah orang yang lebih baik dariku. Ia meninggal dunia dalam keadaan mengenakan selimut yang terbuat dari bulu. Apabila kepalanya ditutup, maka terbukalah kakinya. Jika kakinya ditutup lebih baik dariku. Ketika ia terbunuh di dalam peperangan, kain yang mengafaninya hanyalah sepotong, maka tampaklah kepalanya. Begitu pula Hamzah demikian adanya, ia pun lebih baik dariku. Sedangkan kami diberi kekayaan dunia yang banyak.” Atau ia berkata, “Kami telah diberi kekayaan dunia yang sebanyak-banyaknya. Kami khawatir, jikalau kebaikan kami telas dibalas dengan kekayaan ini.” Kemudian ia terus menangis dan meninggalkan makanan itu.” (HR. Bukhari, no. 1275)

Seorang yang kaya raya macam Abdurrahman bin ‘Auf yang sudah dijamin masuk surga saja masih bisa berprasangka buruk pada dirinya sendiri. Ia begitu takut Allah atau Rasulullah membenci dirinya dengan tidak menyisakan kebaikan lagi di akhirat karena semua balasan kebaikannya sudah diberikan di dunia ini, maka ia pun menangis.

Sedangkan kita justru sebaliknya ya? Kita kegeeran merasa bahwa kekayaan yang kita nikmati merupakan tanda Allah mencintai diri kita. Padahal kita seharusnya lebih meneladani Abdurrahman bin ‘Auf, tidak gede rasa, tidak berprasangka baik pada amalan sendiri.

Astaghfirullahal’adzim, semoga kita mampu meneladani Abdurrahman bin ‘Auf yang terjaga dari ketinggian hati atas nikmat Allah yang diperolehnya. (SH)

 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • IZI Gelar Pembinaan Keislaman dan Pemberian Modal Usaha bagi Pelaku UMKM Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) KUA Kramat Jati 12 June 2026
  • IZI Sumut Salurkan Bantuan LAPORS untuk Bayi yang Jalani Perawatan Intensif di RS Bina Kasih 12 June 2026
  • IZI dan Paragon Corp Tingkatkan Kapasitas Pemasaran Layanan Terapis Bekam Paradaya 2.0 Dengan Pelatihan Digital Marketing 12 June 2026
  • Belajar Mengaji di Tengah Ikhtiar Kesembuhan, Penghuni RSP IZI Jateng Semangat Ikuti BBQ 12 June 2026
  • Inisiatif Zakat Indonesia dan Paragon Corp Perkuat Karakter serta Kemandirian Terapis SPA Massage Melalui Kegiatan Pembinaan Keislaman 12 June 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,181)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (432)
  • Ekonomi (258)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,477)
  • Keluarga (438)
  • Kesehatan (683)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (241)
  • Lain-lain (298)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (316)
  • Muda-Mudi (558)
  • Nuansa Keislaman (396)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (330)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,233)
  • Potret Donatur (113)
  • Ramadhan (580)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat

Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI Nomor 1754 Tahun 2025

Kantor Pusat

Alamat :
Jl. Raya Condet No. 27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor  :
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB

Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Tel: (021) 8778 7325
Whatsapp: 0812 1414 789
E-mail: [email protected]

Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya

© 2026. inisiatif Zakat Indonesia

Facebook X-twitter Youtube Instagram