Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Adab Buang Air (Part 1)

Ayu Lestari2018-05-14T09:14:38+07:00
Ayu Lestari Lain-lain 0 Comments

IZI-ers, pernah tidak melihat ada orang yang buang air sembarangan? Biasanya kan ada ya, bapak-bapak yang sedang mengemudi kemudian menghentikan mobilnya di pinggir jalan untuk buang air dan hanya menjadikan pintu mobilnya sebagai penghalang dari pandangan mata orang lain.

Atau mungkin di taman-taman kota, karena malas untuk mencari toilet akhirnya malah buang air di bawah pohon. Ada juga lho yang tanpa risih buang air kecil benar-benar di pinggir jalan raya.

Bolehkah berbuat demikian?

Di dalam Islam, terkait buang air juga ada adabnya. Jadi seorang muslim tidak seharusnya buang air sembarangan tempat. Harus memperhatikan dulu kondisi sekitarnya. Setidaknya, ada sedikit rasa malu di dalam hati. Sebab malu merupakan sebagian dari iman.

Dari Salim bin Abdullah dari bapaknya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan melewati seorang sahabat Anshar yang saat itu sedang memberi pengarahan saudaranya tentang malu. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tinggalkanlah dia, karena sesungguhnya malu adalah bagian dari iman.” (HR Bukhari No 23)

Nah berikut ini beberapa adab ketika buang air:

  1. Menyepi ketika buang air

Buang air di tempat terbuka bukan hanya mengganggu orang lain, tapi juga seharusnya siapapun malu untuk melakukannya. Sebab begitulah Rasulullah mencontohkan kepada umatnya.

Dari Abdurrahman bin Abu Qurrad dia berkata; “Aku pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ke tempat yang sepi, apabila beliau ingin buang hajat, beliau menjauh.” (HR Nasa’i No 16)

Sudah banyak WC umum yang dapat ditemukan di tempat-tempat umum, jadi di masa sekarang mencari tempat  buang air bukanlah hal yang sulit. Mengapa masih saja banyak orang yang lebih memilih buang air di pinggir jalan.

Nah bagi yang suka naik gunung, usahakan juga ya untuk buang air di tempat yang tertutup.

2. Membaca do’a sebelum dan sesudah dari tempat buang air
Rasulullah biasa membaca do’a ini ketika hendak masuk WC.

Dari Anas bin Malik berkata; “Nabi Shallahu ‘alaihi wa Sallam jika masuk ke dalam WC beliau mengucapkan: “ALLAHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHABA`ITS (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan perempuan).” (HR Tirmidzi No 6)

Atau bagi yang belum hafal, cukup juga dengan membaca basmallah.

Dari Ali bin Abu Thalib radliallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Penghalang antara pandangan mata jin dan aurat bani Adam ketika salah seorang kalian masuk ke toilet ialah dia membaca Bismillah.” (HR Tirmidzi No 551)

Jangan lupa juga untuk membaca do’a ketika sudah selesai buang hajat ya.

Dari Aisyah Radliaallahu ‘anha, ia berkata; “Apabila Nabi Shallahu ‘alaihi wa Sallam keluar dari WC, beliau membaca: ” GHUFRAANAKA (Aku mengharap ampunan-Mu).” (HR Tirmidzi No 7)

3. Masuk tempat buang hajat dengan kaki kiri terlebih dulu, keluar dengan kaki kanan terlebih dulu

Rasulullah selalu mendahulukan bagian kanan ketika hendak melakukan sesuatu. Namun ini untuk perkara yang baik saja seperti memasuki masjid, bersuci dan lainnya. Sedangkan untuk memasuki wc kita dianjurkan untuk mendahulukan kaki kiri.

Dari ‘Aisyah berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam suka mendahulukan yang kanan dalam setiap perbuatannya. Seperti dalam bersuci, menaiki kendaraan dan memakai sandal.” (HR Bukhari No 408)

4. Tidak menghadap kiblat ataupun membelakangi kiblat

Banyak hadits yang menyebutkan tentang pelarangan buang air menghadap atau membelakangi arah kiblat. Ada perbedaan pendapat apakah hal ini berlaku juga untuk buang air di dalam bangunan atau tidak, sebab Rasulullah pernah juga buang air menghadap ke kiblat. Namun sebagian lagi mengatakan untuk melarang buang air menghadap kiblat.

Dari Abu Ayyub Al Anshari berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian masuk ke dalam WC untuk buang hajat, maka janganlah menghadap ke arah kiblat dan janganlah dan janganlah dan janganlah membelakanginya. Hendaklah ia menghadap ke arah timurnya atau baratnya.” (HR Bukhari No 141)

Baru 4 poin yang kita bahas mengenai adab dan sunah-sunah ketika buang air, masih ada beberapa poin lagi yang akan dibahas pada artikel lainnya, semoga dapat dipraktikkan dengan niat menuruti sunah Rasulullah. (SH/RI)

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • BKDI UPZ Petronas Salurkan Paket Ramadan dan Lebaran Melalui IZI untuk Ratusan Warga Prasejahtera di Kampung Makasar, Jakarta Timur 20 March 2026
  • IZI Bersama Jamaah Quran Best Salurkan Program Zakat Fitrah Wilayah Jawa Barat 20 March 2026
  • Menjelang Lebaran, Senyum Lansia Duafa di Pondok Labu Merekah Berkat Zakat Fitrah Donatur Tokopedia Melalui IZI 20 March 2026
  • Sinergi BI Solo Dan IZI Jawa Tengah Salurkan Paket Ramadan untuk Guru Ngaji dan Keluarga Duafa 20 March 2026
  • IZI dan CIMB Niaga Syariah Tebar Al-Qur’an, Dukung Semangat Hafalan Santri Little Gaza dan Majelis Taklim 20 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (223)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,317)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (650)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (546)
  • Nuansa Keislaman (347)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,198)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (572)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025