Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Adab Buang Air (Part 2)

Ayu Lestari2018-05-14T09:39:34+07:00
Ayu Lestari Adab 0 Comments

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas 4 adab yang perlu diperhatikan ketika buang air, berikut ini beberapa hal lainnya yang penting diketahui mengenai adab buang air, jangan-jangan selama ini kita mengabaikannya, mari dicek:

  1. Tidak bicara

Toilet-toilet umum bagi laki-laki terutama, biasanya terbuka dan memungkinkan orang untuk berbincang. Berbeda dengan toilet perempuan. Meskipun tidak menutup kemungkinan juga wanita berbincang di kamar mandi. Namun apakah berbincang di kamar mandi diperbolehkan, atau dilarang?

Abu Sa’id dia berkata; Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah dua orang laki-laki pergi ke tempat buang hajat dalam keadaan membuka aurat keduanya, lalu bercakap-cakap, karena sesungguhnya Allah ‘azza wajalla membenci demikian.” (HR Abu Daud No 14)

Akan tetapi derajat hadits ini Dhaif menurut Muhammad Nasiruddin Al-Abbani.

  1. Tidak menjawab salam ketika buang air

Apa yang harus dilakukan ketika ada orang yang mengucapkan salam ketika sedang di kamar mandi? Rasulullah hanya diam dan tidak menjawabnya.

Dari Ibnu Umar dia berkata; ” Seorang laki-laki melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan beliau sedang buang air kecil. Orang itu lalu mengucapkan salam kepada beliau, namun beliau tidak menjawabnya.” (HR Nasa’i No 37)

Rasulullah baru menjawab salam ketika sudah selesai bersuci.

Dari Qatadah dari Al Hasan dari Hudlain Abu Saasan dari Al Muhajir bin Qunfudz ” Ia pernah memberi salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ia sedang buang air kecil, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak membalas salamnya. Setelah berwudlu beliau membalas salamnya.” (HR Nasa’i No 38)

  1. Tidak buang hajat di air tergenang

Ketika sedang berada di kolam renang atau pemandian dan merasa ingin buang air, sebaiknya cari toilet terdekat. Sebab kita tidak diperbolehkan buang air di air yang tergenang.

Dari Jabir dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau melarang buang air kecil di dalam air yang tergenang (tidak mengalir).” (HR Nasa’i No 35)

Mungkin masih banyak yang belum tahu tentang pelarangan ini dan berfikir bahwa air yang berjumlah lebih dua kullah tidak masalah jika terkena najis, namun hal ini salah. Dalam hadits lain juga disebutkan pelarangan ini karena dapat menimbulkan was-was.

Dari Abdullah bin Mughaffal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: ” Jangan kalian buang air kecil di tempat pemandian, karena kebanyakan rasa was-was itu berasal darinya.” (HR Nasa’i No 36)

  1. Tidak berdiri ketika buang air kecil

Masih banyak nggak sih laki-laki yang suka buang air kecil sembari berdiri? Sepertinya masih ya? Apalagi seperti yang kita tahu juga bahwa toilet-tolet umum biasanya hanya menyediakan kloset berdiri bagi laki-laki yang ingin buang air kecil.

Jika memang terpaksa tidak masalah, namun jika toilet tersebut menyediakan kloset yang duduk atau jongkok, sebaiknya menggunakan fasilitas tersebut.

Buang air sembari berdiri tidak hanya kurang baik bagi kesehatan, tapi juga sangat dikhawatirkan bahwa pakaian kita akan terciprat najisnya.

Dari Aisyah dia berkata: “Barangsiapa mengabarkan kepadamu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam buang air kecil sambil berdiri, jangan kamu mempercayainya, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak buang air kecil kecuali sambil duduk.” (HR Nasa’i No 29)

  1. Tidak menyentuh kemaluan dengan tangan kanan

Pergunakanlah hanya tangan kiri ketika hendak beristinja’/cebok. Karena tangan kanan hanya diperuntukkan bagi yang baik-baik.

dari ‘Abdullah bin Abu Qatadah dari Bapaknya ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Jika salah seorang dari kalian minum, maka janganlah ia bernafas dalam gelas. Dan jika masuk ke dalam WC janganlah dia menyentuh kemaluannya dengan tangan kanannya dan jangan membersihkan dengan tangan kanannya.” (HR Bukhari No 149)

  1. Beristinja’ dengan air atau batu

Dari Ibnu ‘Abbas, bahwa pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam masuk kedalam WC, lalu aku letakkan bejana berisi air. Beliau lantas bertanya: “Siapa yang meletakkan ini?” Aku lalu memberitahukannya, maka beliau pun bersabda: “Ya Allah pandaikanlah dia dalam agama.” (HR Bukhari No 140)

Bagi yang tinggal di perkotaan atau yang memang tempat tinggalnya dekat dengan sumber air tentunya tidak akan kesulitan untuk beristinja’ menggunakan air. Namun bagaimana dengan mereka yang tempat tinggalnya jauh ari sumber air? Atau bagi yang sedang safar dan sulit menemukan air, dengan apa harus beristinja’nya?

Tenang, Islam sudah memberikan solusinya. Kita mendapatkan rukshah atau keringanan. Bagi yang kesulitan mendapatkan air, bisa menggunakan batu.

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Aku mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat beliau keluar untuk buang hajat, dan beliau tidak menoleh (ke kanan atau ke kiri) hingga aku pun mendekatinya. Lalu Beliau bersabda: “Carikan untukku batu untuk aku gunakan beristinja’ dan jangan bawakan tulang atau kotoran hewan.” Lalu aku datang kepada beliau dengan membawa kerikil di ujung kainku, batu tersebut aku letakkan di sisinya, lalu aku berpaling darinya. Setelah selesai beliau gunakan batu-batu tersebut.” (HR Bukhari No 151)

Kalau sekarang ini mungkin juga ada yang memanfaatkan tisu basah dan kering. Sepeti ketika sedang mendaki gunung misalnya.

Semoga keterangan mengenai adab buang air ini bermanfaat. (SH/RI)

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • IZI Salurkan Bantuan Beasiswa untuk Siswa SMP di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 17 April 2026
  • RSP IZI Hadirkan Pelatihan Pembuatan Soft Cookies bagi Penghuni Rumah Singgah 17 April 2026
  • Sekolah Pendamping RSP IZI Hadirkan Penguatan di Tengah Ujian Sakit 16 April 2026
  • Air yang Dinanti Akhirnya Mengalir: Senyum Bahagia SD PAB 23 Patumbak II Sambut Sumur Bor dari IZI 16 April 2026
  • IZI Salurkan Beasiswa Pelajar untuk Ajeng Syabila di Jakarta Timur 14 April 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (231)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,344)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (657)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (217)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (549)
  • Nuansa Keislaman (353)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (315)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,207)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (580)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025