Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Adab Menerima Tamu (Part 2)

Ayu Lestari2018-05-22T03:43:49+07:00
Ayu Lestari Adab 0 Comments

Pada bahasan sebelumnya kita telah mengetahui 4 adab dalam menerima tamu yang diajarkan dalam Islam, berikut ini beberapa adab selanjutnya yang tak kalah penting untuk diperhatikan:

  1. Menyediakan hidangan semampunya
    Ketika sengaja mengadakan pesta, tentunya tuan rumah sudah menyediakan hidangan yang layak. Nah ketika kedatangan tamu dihari-hari biasa pun kita berkewajiban untuk menyuguhkan tamu jamuan semampu kita. Kalaupun memang tidak ada makanan yang dapat disuguhkan, minimal berikanlah air putih untuk melepas dahaga.

Ada kisah Sahabat Rasulullah dari kalangan Anshar yang sangat memuliakan tamunya juga lho.

Dari Abu Hurairah; “Seorang laki-laki Anshar kedatangan tamu dan bermalam di rumahnya. Padahal dia tidak mempunyai makanan selain makanan anak-anaknya. Maka dia berkata kepada isterinya; ‘Tidurkan anak-anak dan padamkan lampu. Sesudah itu suguhkan kepada tamu kita apa adanya.’ Kata Abu Hurairah; ‘Karena peristiwa itu maka turunlah ayat: ‘Dan mereka lebih mementingkan tamu dari diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam keadaan kesusahan…’ (Al Hasyr 59: 9).’ (HR Muslim No 3830)

  1. Batasan menjamu tamu
    Mungkin ada yang belum mengetahui, berapa lama batasan seseorang untuk menjamu tamu. Simak hadits ini:

Dari Al Miqdam Abu Karimah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Menjamu tamu (selama) satu malam adalah wajib, dan jika di pagi harinya tamu tersebut masih berada di pekarangan (rumah), maka ia adalah utang baginya. Jika mau ia boleh menjamunya (lagi), jika tidak maka ia boleh membiarkannya.” (HR Ibnu MajahNo 3667)

Jadi batasannya adalah satu malam. Jadi misalkan rumahnya kedatangan tamu yang menginap lebih dari semalam, kewajiban menjamunya adalah satu malam. Jika keesokan harinya tamu masih ada, tuan rumah boleh menjamunya atau tidak. Menjamu tamu lebih dari semalam, maka pemberian tersebut termasuk sedekah.

  1. Tidak hanya mengundang orang kaya
    Sangatlah buruk orang yang hanya mengundang orang-orang kaya dalam pesta atau acara tertentu. Tentunya IZI-ers tahu, bahwa orang-orang yang kekurangan lebih layak dan juga membutuhkan makanan dan minuman. Oleh sebab itu, undanglah mereka saat mengadakan pesta yang menyediakan jamuan.

Dari Abu Hurairahradliallahu ‘anhu, bahwa ia berkata; “Seburuk-buruk jamuan adalah jamuan walimah, yang diundang sebatas orang-orang kaya, sementara orang-orang miskin tidak diundang. Siapa yang tidak memenuhi undangan maka sungguh ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR Bukhari No 4779)

  1. Mengizinkan apabila tamu meminta izin mengajak orang yang tidak diundang
    Ketika menghadiri undangan, pernahkan melihat ada seseorang mengajak orang lain yang tidak diundang oleh tuan rumah?  Bagaimana sebaiknya?

Jika orang tersebut meminta izin karena membawa orang lain, maka tuan rumah sebaiknya mengizinkannya.

Dari Anas radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempunyai tetangga seorang bangsa Persia yang pandai memasak. Pada suatu hari dia memasak hidangan untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Setelah itu dia datang mengundang beliau. Beliau bertanya: “Aisyah bagaimana?” orang itu menjawab; ‘Dia tidak! ‘ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kalau begitu aku juga tidak!” Orang itu mengulangi undangannya kembali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “‘Aisyah bagaimana? ‘” orang itu menjawab; ‘Dia tidak! ‘ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kalau begitu aku juga tidak!” Orang itu mengulangi undangannya pula. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Aisyah bagaimana?” Jawab orang itu pada ketiga kalinya; ‘Ya, Aisyah juga.’ Maka Rasulullah pergi bersama Aisyah ke rumah tetangga itu. (HR Muslim No 3798)

  1. Mengantar tamu yang akan pulang sampai depan rumah
    Ketika tamu hendak pulang, antarkan mereka hingga ke depan rumah. Tamu akan merasa sangat dihargai atas kunjungan mereka.

IZI-ers, itulah beberapa adab bagi tuan rumah dalam menjamu tamu. Semoga bermanfaat dan dapat dipraktikkan saat ada yang bertamu ke rumah. (SH/RI)

 

 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • Perluas Manfaat, IZI Jabar Salurkan Ifthar Takjil 11 March 2026
  • Penandatanganan MoU Mitra Unit Layanan Zakat antara DKM Nurussaadah dan IZI Banten 11 March 2026
  • Agenda Subuh: Awali Hari dengan Tilawah dan Hafalan di Asrama Beasiswa Mahasiswa Tahfidz UIN Walisongo 11 March 2026
  • Kolaborasi IZI dan Kementerian Agama Kanwil Jakarta Hadirkan Kebahagiaan bagi Yatim dan Duafa 11 March 2026
  • Hidupkan Ramadan dengan Al-Qur’an: IZI Jawa Tengah Gelar Sehari Bersama Qur’an di Rumah Singgah Pasien 11 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,168)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (220)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,184)
  • Keluarga (428)
  • Kesehatan (645)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (533)
  • Nuansa Keislaman (317)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (289)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,135)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (447)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025