Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Ahli Tipu Muslihat Arab yang Paling Lihai, Jika Tidak Ada Islam

Ayu Lestari2019-07-11T17:14:49+07:00
Ayu Lestari Kisah Teladan #KisahInspirasi, #KisahTeladan, #SahabatNabi, IZI 0 Comments

Pada peristiwa Shiffin ia berada di kubu Ali melawan Mu’awiyah. Ia merencanakan tipu muslihat yang dapat membinasakan Mu’awiyah dan para pengikutnya hanya dalam satu hari atau beberapa jam. Namun, ketika ia renungkan sekali lagi, ternyata tipu muslihatnya ini masuk dalam kategori jahat. Ia teringat firman Allah, “Tipu daya jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri.” (Fathir : 34)
Ia langsung tersadar dan meminta ampun. Ia berkata, “Demi Allah, seandainya Mu’awiyah dapat mengalahkan kita nanti, maka kemenangan nya itu bukanlah karena kepintarannya, tetapi keshalihan dan ketakwaan kita.”
.
Sesungguhnya, pemuda Anshar suku Khazraj ini berasal dari satu keluarga pemimpin besar yang mewariskan sifat-sifat mulia secara turun-temurun. Ia putra Sa’d bin Ubadah, seorang pemimpin Khazraj. Kita akan berkenalan lebih jauh dengan Sa’d dalam kisah tersendiri.
.
Sewaktu Sa’d masuk islam, ia membawa anaknya yang bernama Qais kepada Rasul dan berkata, “Dia akan menjadi pelayanmu, ya Rasulullah.”
Tanda keunggulan dan kebaikan pada diri Qais. Dan Qais akhirnya sangat dekat dengan Rasulullah.
Anas, yang juga pelayan Nabi, menceritakan,
“kedudukan Qais bin Sa’d disisi Nabi, seperti pengawal Presiden”
Sebelum masuk islam. Qais memperlakukan orang lain dengan kecerdikannya. Seluruh penduduk Madinah tidak ada yang sanggup menghadapi kelicikannya. Karena itu, mereka berpikir seribu kali jika harus berhadapan dengan Qais.
Namun setelah masuk Islam, ia diajari untuk memperlakukan orang lain dengan kejujuran, bukan dengan kelicikan. Ia menjadi seorang muslim yang taat. Karena itu kecerdikannya membuat tipu muslihat ia kesampingkan. Setiap kali berhadapan dengan kondisi yang sulit , ia teringat akan kemampuannya melakukan muslihat, namun segera tersadar dan berkata, “kalau bukan karena Islam, aku sanggup membuat tipu muslihat yang tidak dapat ditandingi oleh orang Arab manapun.”
.
Selain kelicikannya, karakter lain yang menonjol pada diri Qais adalah kedermawannya yang sudah diajarkan oleh Kakeknya buyutnya (Dulaim bin Haritsah)
Secara fitrah, manusia terikat hukum alam yang tidak berubah. Di mana ada sifat kedermawanan, disana ada sifat keberanian.
.
Kedermawanan dan keberanian sejati adalah dua kembar yang tak terpisahkan. Maka tatkala Qais bin Sa’d memegang teguh kedermawanan, ia juga memegang teguh keberanian. Seakan-akan, dialah yang dimaksudkan dalam syair berikut :

_Jika bendera kemulian dikibarkan
Tangan kekuatan menggengamnya dengan erat_

Keberanian Qais begitu nyata disetiap peperangan yang ia terjunin pada masa Rasulullah hidup.
Keberanian yang didasari kejujuran bukan kelicikan. Sesungguhnya, keberanian sejati memancar dari kepuasan orang itu sendiri. Kepuasan itu bukan karena luapan emosi, tapi karena ketulusan hati dan kerelaan terhadap kebenaran.
.
Seperti itulah sewaktu terjadi pertikaian antara Ali dan Mu’awiyah. Ketika akhirnya ia melihat kebenaran berada dipihak Ali, ia langsung bergabung dengan Ali dan membelanya mati-matian dengan sepenuh hati.
Ia menjadi pahlawan gagah berani di medan tempur Shiffin, Jamal dan Nahrawan. Dialah yang membawa bendera Anshar.
Saat itu Qais telah di angkat oleh Khalifah Ali sebagai Gubernur. Dan sudah lama Mu’awiyah menggincar Mesir. Ia melihatnya sebagai harta kekayaan yang sangat berharga. Karena itu, semenjak Qais menjadi gubernur Mesir, ia pusing tujuh keliling. Ia khawatir Qais akan menjadi penghalangnya untuk meraup keuntungan dari Mesir untuk selama-lamanya, meskipun ia dapat mengalahkan Khalifah Ali. Maka, Mu’awiyah menggunakan tipu muslihat untuk memperdaya Qais. Maka, Mu’awiyah menggunakan Ali untuk termakan tipu daya jahat Mu’awiyah. Akhirnya Qais diturunkan dari jabatan Gubernur
.
Disini, Qais mendapat kesempatan baik untuk mempergunakan kecerdikannya. Ia tau bahwa pemecatannya adalah hasil dari kelicikan Mu’awiyah, setelah gagal membujuknya untuk mendukung gerakan Mu’awiyah melawan Ali. Ia sama sekali tidak pernah merasa dipecat oleh Khalifah Ali. Kebenaran Qais mencapai puncaknya sepeninggal Khalifah Ali dan dibaitnya Hasan sebagai Khalifah. Ia segera membaitnya dan berdiri di sampingnya tanpa melihat bahaya yangn sedang dihadapi
Ketika Mu’awiyah memaksa mereka untuk menghunus pedang, Qais memimpin 5000 prajurit yang semuanya mencukur habis kepalanya sebagai tanda berkabung atas wafatnya Ali.
.
Ditengah kemelut itu Hasan memilih untuk menghentikan jatuhnya korban, yang tidak lain adalah kaum muslimin sendiri. Ia hentikan peperangan lalu menyerahkan jabatan Khilafah kepada Mu’awiyah
Permasalah telah berubah. Qais selalu merenungkan lagi permasalahan yang sedang dihadapi. Ia sendiri setuju dengan sikap Hasan, hanya saja sebagai pemimpin pasukan harus mendengar pendapat pasukannya. Ia kumpulkan pasukannya dan berpidato.
“jika kalian mengingginkan perang, mari berperang sampai titik darah penghabisan. Dan jika kalian memilih berdama, aku juga bersama kalian”
Para prajurit memilih berdamai. Karena itu Qais menyampaikan hal tersebut kepada Mu’awiyah karena ia merasa telah bebas dari musuhnya yang paling berbahaya.
.
Pada Tahun 59 Hijriah, Qais meninggal dunia di Madinah Al Munawwarah. Bangsa Arab kehilangan sang ahli tipu daya itu. Telah meninggal dunia orang yang pernah mengatakan “kalau tidak karena aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Tipu daya dan muslihat licik itu berada di neraka,’ niscaya akulah orang yang paling ahli membuat tipu daya diantara umat ini.”
Ia telah pulang kekampung kedamaian, ia meninggalkan nama harum sebagai seorang laki-laki jujur yang penuh keihlasan
.
Sumber : Muhammad Khalid Tsabit.2007.60 Sirah Sahabat Rasulullah SAW.Jakarta:Al-I’tisom.h.246

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • Istiqomah Setelah Ramadan, IZI Jateng Gelar Pendampingan Keislaman Penerima Manfaat Lapak Cahaya Laz Annur PT PLN Indonesia Power UBP Semarang 7 April 2026
  • Dukung Proses Pemulihan, RSP IZI Jakarta Gelar Cek Kesehatan Rutin Bersama BSI Maslahat 7 April 2026
  • Jaga Semangat Berjualan, IZI Jateng Gelar Supervisi Monitoring Penerima Manfaat Lapak Cahaya Laz Annur PT PLN Indonesia Power UBP Semarang 7 April 2026
  • Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) dan IZI Ajak 20 Anak Yatim Duafa Belanja Jelang Lebaran 7 April 2026
  • Sempat Tidur di IGD Rumah Sakit, Sairun Bersyukur Temukan RSP IZI Jateng yang Berikan Tempat Tinggal Gratis 7 April 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (225)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,327)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (653)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (214)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (548)
  • Nuansa Keislaman (348)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,205)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (577)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025