Muhammad Ardhani, S.Hut, M.E, CFRM

Direktur Edukasi & Kemitraan Zakat

Pendidikan

S1 Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman

S2 Magister Ekonomi, Institut Agama Islam SEBI, konsentrasi Filantropi Islam

Sertifikasi

International Certified in Fundraising Management (CFRM), Indiana University, Lilly Family School of Philanthropy

Media Sosial

Facebook: Muhammad Ardhani

Instagram: ardhani.izi

Dikenal sebagai praktisi penggalangan dana bersertifikasi internasional yang membangun kariernya dari lini kemitraan zakat. Pendidikan Sarjana (S1)-nya ditempuh pada Program Studi Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman. Ketertarikannya pada dunia filantropi Islam kemudian ia dalami secara akademik melalui Magister Ekonomi Institut Agama Islam SEBI dengan konsentrasi Filantropi Islam, serta ia lengkapi dengan International Certified in Fundraising Management (CFRM) dari Indiana University, Lilly Family School of Philanthropy, salah satu institusi rujukan dunia dalam studi filantropi. Perpaduan latar teknis, kajian filantropi syariah, dan sertifikasi manajemen fundraising inilah yang membentuk pendekatan kerjanya, yaitu memadukan semangat dakwah dengan disiplin manajerial berbasis data.

Jenjang kariernya di IZI ditempuh berurutan dari lini teknis menuju kepemimpinan strategis. Ia tercatat sebagai Manajer Mitra IZI (MIZI) yang membina 221 lembaga mitra di seluruh Indonesia, dengan misi mendorong lembaga-lembaga tersebut mengelola potensi zakat secara profesional dan berkelanjutan sepanjang tahun, bukan hanya pada momentum Ramadan. Ia kemudian dipercaya sebagai General Manager Zakat Funding Pusat IZI, sebelum akhirnya menjabat sebagai Direktur Edukasi dan Kemitraan Zakat. Pada masa kepemimpinannya di lini penghimpunan, IZI meraih penghargaan Indonesia Fundraising Award (IFA) 2023 untuk kategori Fundraising.

Sebagai Direktur Edukasi dan Kemitraan Zakat, ia memegang mandat memperluas ekosistem kemitraan dan jaringan kelembagaan IZI. Ia menjadi penandatangan dan wakil lembaga dalam berbagai kerja sama strategis. Pada penguatan jaringan wilayah, ia turut menerima secara simbolis Surat Keputusan Nomor 404 Tahun 2025 dari Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta yang menandai berdirinya kantor perwakilan ke-17 IZI, dan secara rutin memimpin prosesi serah terima jabatan kepala kantor perwakilan sebagai bagian dari kaderisasi kepemimpinan lembaga. Ia juga menggerakkan program Affiliate IZI di berbagai wilayah, yang ia maknai bukan sekadar upaya memperluas donasi, melainkan wadah kolaborasi dakwah zakat.

Gagasan yang konsisten ia suarakan berpusat pada kepercayaan dan pengelolaan data donatur. Ia selalu menegaskan bahwa kepercayaan merupakan faktor paling penting dalam mempertahankan loyalitas donatur, dan kepercayaan itu dibangun melalui integritas, kompetensi, transparansi, serta kemampuan lembaga menjaga amanah masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan database donor sebagai aset strategis, dengan menekankan bahwa retensi donatur harus dimulai dari pemahaman atas riwayat transaksi, profil, dan perilaku berdonasi, sehingga lembaga dapat mengambil keputusan berbasis data serta membangun hubungan jangka panjang. Menurutnya, yang berubah di tengah ketidakpastian ekonomi bukanlah semangat berbagi masyarakat, melainkan pola dan cara mereka menyalurkan donasi, sehingga lembaga filantropi dituntut menyesuaikan strategi agar tetap relevan. Kepakarannya di bidang ini membawanya menjadi narasumber pendamping bagi berbagai lembaga filantropi dan sosial dalam meningkatkan efektivitas penghimpunan dana.

Wildhan Dewayana, S.T., M.Si.

Direktur Utama

Aan Suherlan, S.M., M.E

Direktur Pendistribusian & Pendayagunaan Zakat

Suharyanto, S.Pd

Direktur Operasional