Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pelaku UMKM dituntut tidak hanya memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga mampu membangun bisnis yang profesional dan mudah dijangkau oleh pelanggan. Menjawab tantangan tersebut, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) melalui Program Lapak Berkah menggelar pelatihan bertajuk Pondasi Bisnis dan Digitalisasi Alamat Bisnis sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar semakin siap bersaing di era digital.

Kegiatan ini dilaksanakan di IZI Perwakilan Jakarta pada Jumat (22/5/26) dan diikuti oleh pelaku UMKM berusia produktif yang bergerak di bidang makanan dan minuman (F&B). Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan pengetahuan dasar tentang cara mengelola usaha, tetapi juga diberikan motivasi dan penguatan mental dalam berwirausaha. Hal ini penting agar para pelaku UMKM dapat terus bertahan, berkembang, dan berinovasi menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat.
Materi pelatihan yang diberikan meliputi pengenalan Business Model Canvas (BMC), teknik SCAMPER untuk menciptakan inovasi bisnis, hingga optimalisasi penggunaan Google Bisnis dan pendaftaran lokasi usaha di Google Maps sebagai langkah memperkuat kehadiran digital usaha masing-masing. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu penyampaian materi dan praktik langsung pendaftaran alamat Google Maps bisnis para peserta.

Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap penguatan kapasitas pelaku UMKM. Digitalisasi ini menjadi salah satu langkah strategis bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital. Selain penyampaian materi, pelatihan juga berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan praktik langsung.
Pelatihan ini diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi pelaku UMKM terhadap perkembangan teknologi serta meningkatkan daya saing bisnis mereka. Melalui Program Lapak Berkah, IZI berkomitmen untuk terus menghadirkan pendampingan yang komprehensif bagi para pelaku UMKM, tidak hanya melalui bantuan permodalan, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas, literasi bisnis, dan penguasaan teknologi digital.
[frd/izi]