Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Berjuang Seorang Diri di Masa Lansia, Bu Supini Dampingi Anaknya Berobat

Fahmi Fansyuri2023-05-23T13:40:08+07:00
Fahmi Fansyuri Berita Media Nasional, IZI NEWS zakat 0 Comments

Ibu Supini (62th), diusia senjanya saat ini beliau masih harus berjuang memikirkan kesembuhan anaknya Andi Mulyono (21 th) yang mengidap penyakit saraf. Permasalahan kesehatan yang dialami oleh pendatang di Papua sebagian besar ialah penyakit malaria. Fasilitas kesehatan yang jauh dari kata layak serta akses jalan dan transportasi yang sulit pun dapat menjadi faktor banyaknya pasien yang mengidap malaria berakibat fatal. Penyebab Andi mengidap penyakit saraf juga berawal dari Malaria.

Riwayat Andi terserang malaria sejak balita hingga berumur 12 tahun kurang lebih sebanyak 10 kali, gejala yang dialami Andi yakni panas tinggi dan kejang, dampak yang ditimbulkan dari malaria tersebut melemahnya sistem saraf di tubuh Andi. Hal ini mulai diketahui oleh bu Supini sejak Andi berumur 12 tahun, cara berjalannya sudah tidak lagi normal “Sejak umur 12 tahun itu jalannya mulai oleng, dan dari situ dia dibully sama teman-teman SD nya, kata temannya kamu mabok ya? kok jalanmu selalu oleng gitu?.” tutur bu Supini. Kerap mendapatkan bullyan dari teman temannya, Andi sadar bahwa dirinya berbeda. Mendapati sang anak seringkali bersedih, bu Supini bertekad mencari tau apa penyebab anaknya mengalami hal yang demikian.

Setelah berkonsultasi dengan dokter yang ada di RSAL Manokwari, dokter menjelaskan bahwa Andi terserang permasalahan saraf dan harus menjalani observasi lanjutan yang telah dijadwalkan. Sepulang dari rumah sakit, Andi meminum obat saraf yang diberi oleh dokter, tak berselang lama Andi mengalami panas tinggi dan kejang. Bu Supini ketakutan dan bingung mengapa setelah minum obat menjadi semakin parah. Bu Supini kembali membawa andi ke RSAL Manokwari dan ternyata Andi dinyatakan terkena covid dan harus menjalani masa isolasi selama 15 hari.

Setelah masa isolasi selesai, walaupun kondisi Andi belum stabil alhamdulillah Andi di perbolehkan pulang, sesampainya di rumah bu Supini kaget mendapati suaminya sakit, ternyata selama bu Supini mendampingi andi isolasi, ayah Andi telah 3 hari mengalami sakit lambung. Satu Minggu kemudian, ayah Andi berpulang ke rahmatullah. “Saya mandi airmata itu sejak Andi terkena covid ditambah lagi bapaknya meninggal, cobaan saya gak ada habisnya, setelah bapaknya meninggal, Andi juga berhenti berobat karena saya masih stres rasanya” ungkap bu Supini.

“Setelah saya fikir lagi, yang saya punya saat ini hanya Andi, kalau saya tiba tiba di panggil Allah bagaimana dengan andi ini, siapa yang mengurus dia, saya harus mendampingi Andi berobat, itu yang menjadi titik balik saya semangat kembali untuk berjuang mencari kesembuhan Andi” tutur bu Supini. Andi dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya. Bu Supini membulatkan tekad untuk berangkat ke Jawa dengan berbekal uang tabungan selama bertani, berjualan gorengan, serta uang bantuan yang diberikan oleh tetangga.

Sesampainya di Surabaya bu Supini tinggal di kos harian depan rumah sakit. “Sampai surabaya itu mbak saya bingung harus tinggal dimana, sebelum tau rumah singgah ini saya ngekos di depan rumah sakit, seharinya 75 ribu, belum transportnya, karena Andi nggak bisa jalan saya naik becak pulang perginya 40 ribu, sedangkan bekal uang yang saya bawa sangat terbatas, alhamdulillah Allah berikan saya jalan bisa ketemu rumah singgah RSP IZI-YBM PLN, kesedihan saya sudah banyak sekali berkurangnya, saya bersyukur sudah Allah pertemukan dengan orang-orang baik yang tinggal di rumah singgah ini” ungkap bu Supini.

Saat ini andi sedang menunggu hasil MRI untuk diobservasi lebih lanjut tindakan medis apa saja yang bisa diberikan untuk kesembuhan Andi.

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Fahmi Fansyuri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • BKDI UPZ Petronas Salurkan Paket Ramadan dan Lebaran Melalui IZI untuk Ratusan Warga Prasejahtera di Kampung Makasar, Jakarta Timur 20 March 2026
  • IZI Bersama Jamaah Quran Best Salurkan Program Zakat Fitrah Wilayah Jawa Barat 20 March 2026
  • Menjelang Lebaran, Senyum Lansia Duafa di Pondok Labu Merekah Berkat Zakat Fitrah Donatur Tokopedia Melalui IZI 20 March 2026
  • Sinergi BI Solo Dan IZI Jawa Tengah Salurkan Paket Ramadan untuk Guru Ngaji dan Keluarga Duafa 20 March 2026
  • IZI dan CIMB Niaga Syariah Tebar Al-Qur’an, Dukung Semangat Hafalan Santri Little Gaza dan Majelis Taklim 20 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (223)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,317)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (650)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (546)
  • Nuansa Keislaman (347)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,198)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (572)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025