Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Cinta Ilmu ala Fatimah al-Fihri

Ayu Lestari2019-02-04T11:22:44+07:00
Ayu Lestari Kisah Teladan fathimah, fatimah al fihri, kisah perempuan teladan, kisah teladan wanita, muslimah teladan, wanita islam 0 Comments

Dunia barat sering mengintimidasi bahwa wanita tidak bisa berkarya. Anomali itu sejatinya telah terbantahkan sejak hadirnya Muslimah yang berkiprah dalam pembangunan sebuah bangsa, bahkan pengaruhnya di segala sudut dunia. Artinya, terlahir sebagai Muslimah tidak membatasi gerak untuk membantu mengupayakan kemashlahatan ummat.

Salah seorang Muslimah berpengaruh yang dilirik prestasinya di dunia pendidikan perguruan tinggi adalah Fatimah Muhammad al-Fihri. Guiness Book of World Records telah mencatat kampus yang ia dirikan sebagai kampus tertua di dunia. Kampus yang berada di Fes, Maroko itu bernama Universitas al-Karaouine (al-Qarawiyyin).

Sejarah panjang telah mencatat bagaimana Fatimah membangkitkan ghirahnya dalam mencintai ilmu dengan mendirikan pusat kajian ilmu di sebuah masjid terkenal di Fes, Masjid al-Qarawiyyin. Bersama saudara perempuannya, Maryam, ia telah berkhidmat untuk menghibahkan seluruh hidupnya bergelumit di dunia keilmuan Islam dan sains khususnya.

Muslimah tersebut lahir dari kalangan bangsawan. Kota Fes yang disinyalir sebagai kota ‘Muslim Barat’ sangat kentara dengan hidup glamour-nya. Kendati demikian, tak membuat Fatimah membanggakan diri. Ia tetap bercengkrama dengan masyarakat dari kelas ekonomi manapun.

Ayahnya, Muhammad al-Fihri adalah seorang pedagang sukses asal Tunisia. Termasuk Fatimah yang juga dilahirkan di negara asal sang ayah tersebut. Fatimah lahir pada tahun 800 M. Beberapa tahun kemudian yakni pada masa Raja Idris II (awal abad ke-9), ayahnya memboyong keluarga besarnya ke Kota Fes, Maroko. Tatkala sayap bisnis keluarga mereka melambung tinggi dalam waktu yang tidak terlalu lama, Fatimah muda ditinggal oleh ayah dan suaminya tercinta.

Semenjak itu, seluruh waktu dan sebagian hartannya dikerahkan untuk membangun Masjid al-Qarawiyyin (terkenal juga dengan julukan Masjid Jami’ al-Syurafa’). Sementara Maryam membangun Masjid al-Andalus, di Spanyol. Dua masjid ini kemudian bertransformasi menjadi universitas, yang kelak menjadi kiblat dunia pendidikan modern. Motivasi terbesar dalam pengelolaan harta tersebut agar harta warisan orangtuanya dapat bermanfaat dan pahalanya tetap mengalir.

Mulai dari kurikulum, sistem pengajaran, sampai ke urusan simbol akademik. Hingga kini, pakaian mahasiswa (toga) ala Fatimah al-Fitri masih dipakai oleh kampus-kampus di segenap penjuru dunia. Toga yang berbentuk segi empat itu merupakan simbol yang diinspirasi dari bentuk Ka’bah di Makkah, sebagai kiblat umat Islam.

Al-Qarawiyyin kemudian menjadi salah satu tujuan sarjana dan cendikiawan Muslim dari Maroko, Jazirah Arab dan bahkan Eropa dan Asia. Kajian ilmu sering dilakukan disana. Dalam waktu singkat, bahkan Fes mampu bersanding dengan pusat ilmu tersohor pada masa itu, yakni Cordova.

Secara resmi pada masa al-Murabithi para ulama diberikan tugas formal untuk mengajar di al-Qarawiyyin. Data sejarah menyebut sistem pendidikan formal berlangsung di Masjid al- Qarawiyyin pada masa al-Murini. Ketika itu, dibangun banyak unit kelas lengkap dengan fasilitas pengajaran, seperti kursi dan beberapa lemari.

Universitas ini menghasilkan para pemikir ternama. Ada pakar matematika Abu al-Abbas az-Zawawi, pakar bahasa Arab dan seorang dokter Ibnu Bajah, serta pemuka dari Mazhab Maliki, Abu Madhab al-Fasi. Ibnu Khaldun, sosiolog tersohor itu konon juga pernah belajar di kampus ini. Al- Qarawiyyin juga merupakan pusat dialog antara kebudayaan Barat dan Timur.

Seorang filsuf Yahudi Maimonides (Ibn Maimun) belajar di al-Qarawiyyin di bawah asuhan Abd al-Arab Ibnu Muwashah. Demikian pula, al- Bitruji (Alpetragius). Dengan kata lain, Fatimah meninggalkan warisan berharga bagi generasi Muslim di seluruh dunia. Hingga kini, nama sosok yang wafat pada 266 H/ 880 M itu abadi, sekokoh masjid sekaligus universitas (al-Karaouine) yang ia bangun. (susi)

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • BKDI UPZ Petronas Salurkan Paket Ramadan dan Lebaran Melalui IZI untuk Ratusan Warga Prasejahtera di Kampung Makasar, Jakarta Timur 20 March 2026
  • IZI Bersama Jamaah Quran Best Salurkan Program Zakat Fitrah Wilayah Jawa Barat 20 March 2026
  • Menjelang Lebaran, Senyum Lansia Duafa di Pondok Labu Merekah Berkat Zakat Fitrah Donatur Tokopedia Melalui IZI 20 March 2026
  • Sinergi BI Solo Dan IZI Jawa Tengah Salurkan Paket Ramadan untuk Guru Ngaji dan Keluarga Duafa 20 March 2026
  • IZI dan CIMB Niaga Syariah Tebar Al-Qur’an, Dukung Semangat Hafalan Santri Little Gaza dan Majelis Taklim 20 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (223)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,317)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (650)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (546)
  • Nuansa Keislaman (347)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,198)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (572)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025