Sumatera Barat – Program Smartfarm Academy yang diselenggarakan oleh Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) dengan dukungan Bank Permata Syariah terus menunjukkan dampak nyata bagi para petani binaannya. Tidak hanya meningkatkan kapasitas budidaya pertanian, program ini juga berhasil mendorong peningkatan kualitas kehidupan spiritual para peserta.
Salah satu penerima manfaat, Asmira Yenti, berhasil membuktikan bahwa pendampingan yang komprehensif mampu mengubah kualitas hidup petani. Mengelola lahan seluas 0,1 hektare di Kampung Balirik, Kelurahan Ngalau, Kec. Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang Timur, Provinsi Sumatra Barat, Asmira membudidayakan bawang merah secara monokultur yang dipadukan dengan panen bawang daun dan cabai. Selama periode panen pada bulan Maret hingga Mei, hasil usaha taninya mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp22.900.000. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa penerapan teknik budidaya yang diperoleh melalui pelatihan Smartfarm Academy memberikan dampak positif terhadap produktivitas lahan dan kesejahteraan keluarga.

Saat ini, tanaman bawang merah pada musim tanam kedua telah memasuki usia 60 Hari Setelah Tanam (HST) dan diperkirakan akan dipanen dalam waktu sekitar dua pekan ke depan. Asmira memperkirakan hasil panen mencapai sekitar 1.000 kilogram. Dengan estimasi harga jual sekitar Rp30.000 per kilogram, potensi pendapatan yang akan diperoleh diperkirakan mencapai Rp26 juta hingga Rp30 juta. Namun, bagi Asmira, keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan hasil panen. Ia mengaku mendapatkan perubahan yang jauh lebih bermakna, yaitu meningkatnya kualitas ibadah dan kedisiplinan dalam menjalankan salat lima waktu.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bank Permata Syariah dan IZI yang telah memberikan dukungan modal serta pelatihan kepada kami. Alhamdulillah, kualitas hidup kami meningkat, terutama dari sisi spiritual. Ibadah salat lima waktu menjadi lebih baik, begitu juga kualitas bertani kami. Kami sudah berhasil memanen bawang merah, bawang daun, dan cabai dengan total penghasilan sebesar Rp22.900.000. Insya Allah, sekitar 15 hari lagi kami akan kembali panen bawang merah dengan perkiraan hasil sekitar 1.000 kilogram,” tutur Asmira.
Pendekatan yang diterapkan dalam Smartfarm Academy tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis pertanian, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai spiritual para petani binaan. Melalui kombinasi pelatihan, pendampingan intensif, dan dukungan permodalan, program ini diharapkan mampu melahirkan petani-petani yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Keberhasilan Asmira Yenti menjadi salah satu bukti bahwa zakat yang dikelola secara produktif mampu menghadirkan perubahan nyata. Tidak hanya meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga, tetapi juga membangun kehidupan yang lebih berkah melalui peningkatan kualitas ibadah dan semangat untuk terus berkembang.