Di Tengah Reruntuhan Gempa, Harapan Anak-Anak RA An-Nur Waso Kembali Tumbuh

Waso (29/10/2026) – Pagi itu, puluhan anak RA An-Nur Waso kembali berbaris rapi untuk mengikuti kegiatan belajar. Namun, tidak ada lagi ruang kelas yang kokoh menaungi mereka. Gempa yang mengguncang wilayah Manggarai Timur beberapa waktu lalu telah merusak bangunan sekolah yang selama ini menjadi tempat mereka belajar, bermain, dan menumbuhkan cita-cita. Kini, proses belajar mengajar terpaksa dilakukan di bawah tenda darurat. Beralaskan tikar sederhana, ditemani suara angin yang sesekali menerpa dinding tenda, anak-anak tetap berusaha tersenyum dan mengikuti pelajaran. Di balik kepolosan mereka, tersimpan cerita tentang kehilangan ruang belajar yang selama ini begitu mereka cintai.

Namun di tengah kesedihan itu, secercah harapan mulai hadir. Pembangunan kembali sekolah yang diinisiasi oleh Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) kini mulai dikerjakan tepat di lokasi sekolah yang rusak. Proses pembangunan bukanlah hal yang mudah. Material harus didatangkan secara bertahap, sementara pekerjaan dilakukan di tengah lingkungan yang masih dipenuhi sisa-sisa kerusakan akibat gempa. Anak-anak kerap memperhatikan para tukang yang bekerja dari balik tenda. Dengan mata berbinar, mereka menyaksikan bagaimana sekolah impian mereka mulai dibangun kembali sedikit demi sedikit. Bagi mereka, setiap batu yang dipasang dan setiap tiang yang berdiri adalah tanda bahwa suatu hari mereka akan kembali belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman.

Bagi Sri Wahyuningsih, Kepala RA An-Nur Waso, pemandangan tersebut menjadi momen yang sangat mengharukan. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukurnya saat melihat pembangunan sekolah mulai berjalan. “Saat gempa terjadi dan sekolah kami rusak, kami benar-benar sedih dan bingung. Anak-anak harus belajar di tenda, sementara sekolah yang menjadi tempat mereka belajar hampir tidak bisa digunakan lagi. Tetapi hari ini kami melihat harapan itu mulai dibangun kembali di hadapan mata kami.” ujar Sri.

Rasa haru semakin bertambah ketika Direktur Utama IZI hadir langsung meninjau pembangunan sekolah dan bertemu dengan para siswa. Dalam kesempatan tersebut, seluruh anak RA An-Nur juga menerima seragam sekolah baru. Satu per satu anak maju menerima seragam yang dibagikan. Senyum malu-malu terlihat di wajah mereka. Sebagian langsung memeluk seragam yang diterima seolah memegang kembali mimpi yang sempat runtuh bersama bangunan sekolah mereka.

“Saya sangat terharu dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada IZI dan seluruh donatur. Bantuan ini bukan hanya membangun gedung sekolah, tetapi juga mengembalikan semangat anak-anak kami. Kehadiran IZI membuat kami yakin bahwa kami tidak sendirian menghadapi ujian ini,” ujar Sri Wahyuningsih dengan suara bergetar. Di bawah tenda darurat yang sederhana itu, beberapa anak terlihat tersenyum saat menunjukkan seragam baru mereka. Sementara di belakang mereka, pembangunan sekolah terus berlangsung. Dua pemandangan yang seakan menyatu: perjuangan hari ini dan harapan untuk masa depan.

Gempa mungkin telah merobohkan bangunan RA An-Nur Waso. Namun, kepedulian para donatur melalui IZI membuktikan bahwa harapan tidak ikut hancur bersama tembok-tembok yang runtuh. Dari lokasi yang sama, tempat bencana pernah meninggalkan luka, kini tumbuh kembali harapan baru bagi puluhan anak yang bermimpi untuk terus belajar. Di Waso, di tengah reruntuhan dan tenda darurat, pendidikan tetap berjalan. Dan di atas pondasi yang sedang dibangun itu, bukan hanya sebuah sekolah yang sedang didirikan kembali, melainkan masa depan anak-anak yang perlahan disusun ulang dengan cinta, kepedulian, dan harapan.

[Tim IZI di NTT – @inisiatifzakat]