Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Hatim Al Ashom (Part 1): 8 Pelajaran yang Menyelamatkan

Ayu Lestari2018-06-07T07:11:19+07:00
Ayu Lestari Kisah Teladan 0 Comments

Sudah berapa tahun kita hidup di dunia ini? Adakah pelajaran dalam hidup ini yang telah kita ambil untuk menyelamatkan kehidupan abadi kita di akhirat kelak?

Sumber gambar : Google

Sering kali hari demi hari berlalu tanpa ada 1 hikmah pun yang kita pelajari, sungguh merugi… Mari renungkan 8 pelajaran yang didapatkan oleh Hatim Al Ashom, seorang ulama yang hidup sekitar tahun 751 Masehi, nama lengkapnya adalah Abu Abdirrahman Hatim ibn Alwan al-Asham , ia belajar dari gurunya Syaqiq Al Balkhi selama 33 tahun, dan inilah 8 inti sari  hidup yang diperolehnya:

  1. Secinta-cintanya manusia, tidak akan mau menemani orang tercintanya sampai ke liang lahat

Siapakah yang rela menemani keluarga atau orang tercintanya yang sudah meninggal di dalam kubur? Hampir tidak ada.

Oleh sebab itu, tidaklah perlu mencintai manusia berlebihan, fokuslah pada apa yang nantinya akan menemani kita sepanjang waktu di alam kubur.

Inilah pelajaran pertama dari Hatim al asham:

“Pertama, kuamati kehidupan manusia, kudapati setiap manusia memiliki kecintaan dan kesayangan. Dari beberapa kecintaannya itu, ada yang menemaninya sampai pada sakit yang menyebabkan kematiannya. Dan ada yang mengantarkannya sampai ke kuburan, setelah itu mereka semua pergi meninggalkannya seorang diri, tidak ada satu pun yang bersedia masuk ke dalam kubur menemaninya. Kurenungkan hal ini lalu kukatakan: sebaik-baik kecintaan adalah yang mau menemani seseorang di dalam kubur dan menghiburnya. Aku tidak mendapatkan yang demikian itu kecuali amal saleh. Oleh karena itu, kujadikan amal saleh sebagai kecintaanku agar dapat menjadi pelita kuburku, menghiburku di dalamnya, dan tidak akan meninggalkanku seorang diri.”

 

  1. Musuhilah hawa nafsu

Mau makan ini… diturutin. Mau beli baju itu… diturutin. Begitulah manusia dalam memperturutkan nafsu. Coba simak pelajaran kedua yang diperoleh Hatim:

Kedua, kuperhatikan bahwa manusia selalu memperturutkan hawa nafsunya, dan bersegera dalam memenuhi keinginan nafsunya. Lalu kurenungkan wahyu Allah Subhanahu Wa Ta’ala, “Dan ada pun orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan-keinginan nafsunya, maka sesungguhnya Surgalah tempat tinggal-Nya.” (An-Nazi’at: 40-41)

Aku yakin bahwa al Quran adalah haq dan benar, maka aku segera menentang nafsuku dan menyiapkan diri untuk memeranginya. Tidak sekali pun aku ikuti kehendaknya sampai akhirnya ia tunduk dan taat kepada Allah.

  1. Harta yang disedekahkan justru merupakan simpanan yang sebenarnya

Bukan saldo tabungan atau emas berlian dan koleksi tas LV yang akan menolong kita di akhirat kelak. Akan tetapi, harta yang kita bagikan pada orang yang membutuhkan.

Ketiga, aku lihat setiap orang berusaha mencari harta dan kesenangan duniawi, kemudian menggenggamnya erat-erat. Lalu kurenungkan wahyu Allah Subhanahu Wa Ta’ala, “Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah kekal.” (An-Nahl: 96).

Karena itu, kubagi-bagikan dengan ikhlas penghasilanku kepada kaum fakir miskin agar menjadi simpananku kelak di sisi-Nya.

  1. Kemuliaan bukan terletak pada banyaknya pengikut, harta, ataupun kekuasaan

Jutaan followers di IG dan FP tidak menandakan seseorang itu mulia, demikian pula harta yang melimpah ruah… tidak jadi jaminan kemuliaan diri kita. Terus… apa dong indikasi kebaikan atau kemuliaan seseorang di hadapan Allah? Inilah pelajaran keempat:

Keempat, kuperhatikan sebagian manusia beranggapan bahwa kemuliaan dan kehormatan terletak pada banyaknya pengikut dan famili, lalu mereka berbangga-bangga dengannya. Yang lain mengatakan terletak pada harta yang melimpah dan anak yang banyak, lalu mereka bermegah-megah dengannya. Sebagian yang lain mengira terletak dalam merampok harta orang lain, menzalimi dan menumpahkan darah mereka. Dan sebagian lagi meyakini dengan menghambur-hamburkan dan memboroskan harta.

Aku lalu merenungkan wahyu Allah Subhanahu Wa Ta’ala, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian.” (al-Hujurat: 13). (SH)

Bersambung part 2

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • BKDI UPZ Petronas Salurkan Paket Ramadan dan Lebaran Melalui IZI untuk Ratusan Warga Prasejahtera di Kampung Makasar, Jakarta Timur 20 March 2026
  • IZI Bersama Jamaah Quran Best Salurkan Program Zakat Fitrah Wilayah Jawa Barat 20 March 2026
  • Menjelang Lebaran, Senyum Lansia Duafa di Pondok Labu Merekah Berkat Zakat Fitrah Donatur Tokopedia Melalui IZI 20 March 2026
  • Sinergi BI Solo Dan IZI Jawa Tengah Salurkan Paket Ramadan untuk Guru Ngaji dan Keluarga Duafa 20 March 2026
  • IZI dan CIMB Niaga Syariah Tebar Al-Qur’an, Dukung Semangat Hafalan Santri Little Gaza dan Majelis Taklim 20 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (223)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,317)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (650)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (546)
  • Nuansa Keislaman (347)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,198)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (572)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025