Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Hatim Al Ashom (Part 2): 8 Pelajaran yang Menyelamatkan

Ayu Lestari2018-06-07T07:16:26+07:00
Ayu Lestari Kisah Teladan 0 Comments

Berikut ini lanjutan dari pembahasan sebelumnya mengenai 8 pelajaran yang diperoleh Hatim Al Ashom dari gurunda Syaqiq Al Balkhi, setelah belajar pada sang guru selama lebih dari 30 tahun lamanya:

  1. Tidak perlu merasa iri karena rezeki sudah diatur

Tak sedikit orang yang sirik dan hasad begitu melihat kenikmatan yang diperoleh orang lain. Padahal ini adalah keanehan… seaneh penguin iri melihat bebek kampung yang badannya kecil lincah dan bulunya tidak tebal.

Setiap orang sudah didesain kondisi hidupnya sesuai dengan kebutuhannya lho. Inilah pelajaran kelima dari Hatim:

Kelima, kuperhatikan manusia sering saling menghina dan bergunjing (ghibah). Perbuatan buruk itu ditimbulkan oleh perasaan hasad (dengki) sehubungan dengan harta, kedudukan, dan ilmu. Kemudian kurenungkan wahyu Allah Subhanahu Wa Ta’ala, “Kami telah menentukan pembagian nafkah hidup di antara mereka dalam kehidupan dunia.” (az-Zukhruf: 32).

Maka tahulah aku bahwa pembagian itu telah ditentukan oleh Allah. Oleh karena itu, aku tidak boleh mendengki siapa pun dan harus rela dengan pembagian yang telah diatur oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

 

  1. Jangan bermusuhan sesama saudara seiman, Setan adalah musuh yang nyata

Sesama muslim saling menghindar dan bermusuhan? Jangan lebih dari 3 hari ya. Sungguh, musuh bersama kita adalah setan, dialah yang harus ditaklukkan.

Keenam, kuperhatikan manusia saling bermusuhan satu dengan yang lainnya karena berbagai sebab dan tujuan. Lalu kurenungkan wahyu Allah Subhanahu Wa Ta’ala, “Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian, maka anggaplah ia musuh (kalian).” (Fathir: 6). Maka sadarlah aku bahwa aku tidak boleh memusuhi siapa pun kecuali setan.

 

  1. Jangan menyibukkan diri dan berharap pada selain Allah 

Sibuk kerja, pontang panting tiap hari sampai lupa kewajiban pada Allah, nggak shalat… nggak ngaji… nggak zakat, inilah kebodohan yang sebenarnya… mengapa bisa terjadi kebodohan seperti ini? Karena kita hanya berorientasi hidup dunia saja. Lalai akan akhirat.

Ketujuh, kuperhatikan setiap orang berusaha keras dan berlebihan dalam mencari makan dan nafkah hidup dengan cara yang menyebabkan mereka terjerumus dalam perkara yang syubhat dan haram, juga dengan cara yang dapat menghinakan diri dan merugikan kehormatannya. Lalu kurenungkan wahyu Allah Subhanahu Wa Ta’ala, “Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi ini melainkan Allah-lah yang menanggung rezekinya.” (Hud: 6)

Maka sadarlah aku bahwa sesungguhnya rezeki ada di tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan Ia telah memberikan jaminan. Oleh karena itu, aku lalu menyibukkan diri dengan beribadah dan tidak meletakkan harapan pada selain-Nya.

 

  1. Cukupkan diri dengan tawakal pada Allah

Harta sebanyak apapun takkan membuat kita merasa cukup, justru sikap tawakal dan berserah diri pada Allah lah yang menjadi kunci perasaan cukup dan puas itu bisa kita rasakan. Inilah pelajaran terakhir yang penting untuk dicamkan:

Kedelapan, kuperhatikan sebagian orang menyandarkan diri pada benda-benda buatan manusia, sebagian orang bergantung pada dinar dan dirham, sebagian pada harta dan kekuasaan, sebagian pada kerajinan dan industri, dan sebagian lagi pada sesama makhluk. Lalu kurenungkan wahyu Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

“Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah niscaya Ia akan mencukupi (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi segala sesuatu.” (at-Thalaq: 3).

Maka aku pun lalu bertawakkal kepada Allah dan mencukupkan diri dengan-Nya, karena Ia adalah sebaik-baik Dzat yang bisa kupercaya untuk mengurus dan melindungi semua kepentinganku.”

 

8 Pelajaran di atas merupakan pokok-pokok inti setiap kitab yang Allah turunkan, mulai dari zabur, Taurat, Injil dan juga Al Quran. Maka hendaknya kita bersungguh-sungguh untuk merenungkannya. (SH)

(sumber buku: Duhai Anakku Wasiat Imam Ghazali, penulis Imam Al-Ghazali)

 

 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • BKDI UPZ Petronas Salurkan Paket Ramadan dan Lebaran Melalui IZI untuk Ratusan Warga Prasejahtera di Kampung Makasar, Jakarta Timur 20 March 2026
  • IZI Bersama Jamaah Quran Best Salurkan Program Zakat Fitrah Wilayah Jawa Barat 20 March 2026
  • Menjelang Lebaran, Senyum Lansia Duafa di Pondok Labu Merekah Berkat Zakat Fitrah Donatur Tokopedia Melalui IZI 20 March 2026
  • Sinergi BI Solo Dan IZI Jawa Tengah Salurkan Paket Ramadan untuk Guru Ngaji dan Keluarga Duafa 20 March 2026
  • IZI dan CIMB Niaga Syariah Tebar Al-Qur’an, Dukung Semangat Hafalan Santri Little Gaza dan Majelis Taklim 20 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (223)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,317)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (650)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (546)
  • Nuansa Keislaman (347)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,198)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (572)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025