Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Pembayaran
    • Donatur
    • Mustahik
  • Tata Kelola
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Inilah Sejarah Qurban dan Hikmahnya Berdasarkan Alquran

Agustiana Fajri2021-06-09T21:13:10+07:00
Agustiana Fajri Kisah Teladan #Awal Mula Qurban, #Kisah Tentang Kurban, #kurban, #Kurban dalam Al-Quran, #Nabi Ibrahim, #Sejarah Kurban, kisah teladan, nabi ismail, sejarah islam 0 Comments

Allah Swt mengabarkan kepada kita tentang sejarah qurban, bahwa syariat tersebut bermula sejak zaman Nabi Adam As. Disebutkan dalam surah Al-Maidah ayat 27 tentang kisah dua putra Nabi Adam As yang melaksanakan qurban. Hal itu sesuai dengan firman Allah Swt:

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),”  (QS Al-Hajj: 34)

Syariat qurban ditegaskan kembali oleh Allah Swt dalam kitab-Nya ketika menceritakan kekasih-Nya, Nabi Ibrahim As dan puteranya, Ismail As. Nabi Ibrahim As pernah berdoa, “Ya Tuhanku, anugrahkan-Lah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh!” (QS As-Shafat: 100) Beliau berdoa meminta agar dikaruniai keturunan yang soleh bahkan sebelum Allah Swt menciptakan keturunan tersebut.

Kesalihan sang anak terbukti ketika ia menyambut perintah Allah Swt untuk disembelih. Ketika ia beranjak dewasa, datanglah perintah itu melalui mimpi sang ayah. Tidaklah mimpi seorang nabi melainkan adalah wahyu.

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab, ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.’” (QS As-Shafat: 102)

Sebagai seorang ayah sekaligus nabi yang sebenarnya memiliki kuasa atas anaknya, Nabi Ibrahim As tidak serta merta melaksanakan perintah tersebut sebelum bermusyawarah terlebih dahulu bersama sang anak. Musyawarah antara keduanya bukanlah karena ragu-ragu, melainkan mempersiapkan pelaksanaan perintah Sang Ilahi.

Nabi Ismail As sama sekali tidak menentang dan menyalahkan mimpi sang ayah, ia justru berkata, “Laksanakan apa yang diperintahkan kepadamu, Ayah!” Mimpi tersebut bagi Nabi Ismail As adalah perintah Ilahi yang wajib dilaksanakan tanpa memandang apakah itu akan sulit atau berat.

Ketika Allah Swt melanjutkan kisah tentang kekasih-Nya, Dia berfirman, “Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).” (QS As-Shafat: 103) Kata ‘keduanya berserah diri’ (aslamaa) bukan berarti sebelumnya Nabi Ibrahim As dan Ismail As tidak berserah diri, melainkan dengan terlaksananya perintah tersebut maka keduanya mencapai derajat keberserahandiri (Islam) yang paling tinggi.

Melalui ayat itu pula, Allah Swt membandingkan antara pengorbanan Nabi Ibrahim As dan puteranya dengan kaum Bani Israil, di mana ketika nabi mereka, Nabi Musa As, memerintahkan untuk menyembelih seekor sapi saja, mereka justru berkelit dan tidak kunjung melaksanakannya. Adapun kita, umat Nabi Muhammad Saw, menyembelih kurban untuk menghidupkan sunah berserahdiri kepada Allah dan tundukan terhadap perintah-Nya sebagaimana Nabi Ibrahim As dan Ismail As.

Allah Swt berfirman, “Dan Kami panggil dia, ‘Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu  (perintah Allah).’ sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan (kambing) yang besar.”  (QS As-Shafat: 104-107).

Perintah mengorbankan anak benar-benar menjadi ujian yang berat bagi Nabi Ibharim As. Tidakkah beliau baru dikaruniai keturunan tatkala usianya memasuki 86 tahun, sedangkan pada saat itu Ismail As adalah anak satu-satunya bagi beliau.

 Dengan dilaksanakannya perintah berqurban itu, tidaklah Allah Swt menginginkan darah ataupun dagingnya, melainkan Allah Swt menghendaki hamba-Nya berserah diri, tunduk, dan yakin kepada-Nya. Oleh sebab itu, Allah Swt mengganti posisi Nabi Ismail As dengan domba yang kemudian disembelih oleh Nabi Ibrahim As.

Qurban mulai disyariatkan kepada umat Nabi Muhammad Saw pada tahun ke-2 Hijriah. Tahun di mana diperintahkan salat Ied dan zakat maal (Hasyiah Bujairimi ‘ala Syarh Al-Minhaj: iv/294).

Hikmah disyariatkannya qurban kepada umat Islam antara lain; (1) bersyukur kepada Allah Swt atas limpahan karunia-Nya, (2) menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim As yang diperintahkan menyembelih hewan sebagai pengganti anaknya pada hari Nahr, (3) mengingatkan kaum mukminin pada ketabahan Nabi Ibrahim As dan Ismail As, dimana keduanya mengutamakan ketaatan dan kecintaan kepada Allah daripada kepada diri dan anak keturunan.

Idul Adha mengingatkan kepada makna pengorbanan di jalan Allah Swt dengan jiwa, harta, dan segala sesuatu yang dikaruniakan Allah Swt kepada kita. Pada saat ini, kita sangat membutuhkan hadirnya nilai-nilai pengorbanan, dimana masih banyak kaum muslimin yang tertinggal, terbelakang, dan terbelenggu oleh berbagai macam persoalan. Seseorang yang berkorban dengan jiwa, harta, kesungguhan, dan lisannya, sesungguhnya sedang berjihad di jalan Allah Swt.

Sumber: Dewan Pengawas Syariah (DPS) IZI

Baca artikel lainnya;
https://izi.or.id/abon-kita-qurban-izi-solusi-qurban-di-tengah-pandemi-chef-ragil-kualitas-daging-lebih-terjaga/

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Agustiana Fajri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • BKDI UPZ Petronas Salurkan Paket Ramadan dan Lebaran Melalui IZI untuk Ratusan Warga Prasejahtera di Kampung Makasar, Jakarta Timur 20 March 2026
  • IZI Bersama Jamaah Quran Best Salurkan Program Zakat Fitrah Wilayah Jawa Barat 20 March 2026
  • Menjelang Lebaran, Senyum Lansia Duafa di Pondok Labu Merekah Berkat Zakat Fitrah Donatur Tokopedia Melalui IZI 20 March 2026
  • Sinergi BI Solo Dan IZI Jawa Tengah Salurkan Paket Ramadan untuk Guru Ngaji dan Keluarga Duafa 20 March 2026
  • IZI dan CIMB Niaga Syariah Tebar Al-Qur’an, Dukung Semangat Hafalan Santri Little Gaza dan Majelis Taklim 20 March 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,172)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (223)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,317)
  • Keluarga (435)
  • Kesehatan (650)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (213)
  • Lain-lain (283)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (310)
  • Muda-Mudi (546)
  • Nuansa Keislaman (347)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (310)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,198)
  • Potret Donatur (112)
  • Ramadhan (572)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat







Kantor Pusat

Alamat
Jl. Raya Condet No.27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB




Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Telp : (021) 8778 7325, Whatsapp : 0812 1414 789
Fax : (021) 8778 7603
E-mail : [email protected]










Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya












© 2026. Inisiatif Zakat Indonesia




Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI
Nomor 1754 Tahun 2025