IZI Bengkulu Bantu Evelin Melawan Nefritis Lupus

Bengkulu – Evelin Jovita Bastian, gadis kecil berusia 8 tahun asal Bengkulu, sedang berjuang melawan penyakit yang namanya saja sudah berat untuk diucapkan: Nefritis Lupus Stadium III dan V. Di usia yang seharusnya ia habiskan untuk bermain dan belajar, Evelin justru harus melewati hari-harinya di antara rumah sakit, jarum suntik, dan deretan obat-obatan. Perjuangan ini dimulai sejak Januari 2025, ketika demam tinggi memaksanya dirawat di rumah sakit di Kota Bengkulu dengan kadar hemoglobin yang hanya 9,3 g/dL.

Selama delapan bulan pengobatan, kondisi Evelin tidak kunjung membaik. Pada Oktober 2025, kondisinya justru memburuk, ia mengalami kejang dan harus mendapat perawatan intensif. Keluarga pun mengajukan rujukan ke RSCM Jakarta. Di sana, Evelin menjalani biopsi, dan dua minggu kemudian diagnosis resmi diterima: Nefritis Lupus Stadium III dan V. Dokter menyarankan kemoterapi sebanyak enam kali, yang mulai dijalani sejak April 2026.

Alhamdulillah, seluruh rangkaian kemoterapi kini telah selesai dijalani. Namun, perjalanan Evelin belum berakhir. Ia masih harus kontrol ke RSCM Jakarta setiap tiga bulan sekali dan menjalani telekonsultasi berkala. Pada Senin, 6 Juli 2026, tim IZI Perwakilan Bengkulu bersama PPL IZI Manajemen Dakwah berkesempatan mengunjungi rumah Evelin. Saat ini kondisinya mulai menunjukkan perkembangan yang cukup baik, meski ia masih kerap merasakan nyeri di kaki, mengalami gangguan saraf mata sebelah kiri yang berisiko mengganggu penglihatannya, serta kekakuan tubuh akibat kekurangan kalium.

Dalam waktu dekat, tepatnya pada 13 Juli, Evelin dijadwalkan menjalani pemeriksaan mata untuk mengetahui kemungkinan penggunaan kacamata. Selanjutnya, pada 3 Agustus, ia akan kembali kontrol ke RS M. Yunus Bengkulu, dan pada Oktober mendatang, Evelin dijadwalkan kembali ke RSCM Jakarta untuk evaluasi perkembangan kesehatannya. Selama dua bulan terakhir, Evelin rutin menjalani pengobatan di RS M. Yunus tanpa harus menjalani rawat inap. Meskipun sebagian besar pengobatan telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan, kebutuhan biaya yang harus dipenuhi keluarga masih cukup besar.

Dari delapan jenis obat yang harus dikonsumsi setiap hari, enam jenis obat telah ditanggung BPJS Kesehatan. Namun, masih terdapat dua jenis obat yang harus dibeli secara mandiri, yaitu satu jenis obat dengan harga sekitar Rp2.000.000 per kotak berisi 50 tablet dan satu jenis obat lainnya seharga sekitar Rp300.000. Selain itu, keluarga juga harus menanggung biaya telekonsultasi dokter sebesar Rp750.000 untuk setiap sesi konsultasi yang berlangsung sekitar 10–15 menit.

Di balik semua ini, kondisi ekonomi keluarga Evelin pun tidak mudah. Sang ibu membantu menjalankan usaha laundry milik saudara iparnya, sementara ayah Evelin bekerja sebagai sopir pribadi dengan penghasilan yang tidak menentu. Setiap rupiah yang masuk harus dibagi antara kebutuhan sehari-hari, biaya obat, telekonsultasi, transportasi Bengkulu–Jakarta, hingga tempat tinggal sementara selama pengobatan di ibu kota.

Melalui Program Bantuan Kesehatan IZI Perwakilan Bengkulu, kami mengajak Sahabat IZI untuk menjadi bagian dari ikhtiar kesembuhan Evelin. Sekecil apa pun donasi yang diberikan, ia akan menjadi cahaya harapan bagi seorang anak yang ingin kembali bermain, belajar, dan meraih cita-citanya seperti anak-anak seusianya. Semoga setiap rupiah yang dititipkan menjadi amal jariyah, menghadirkan keberkahan, dan menjadi wasilah kesembuhan bagi Evelin Jovita Bastian. Aamiin.