Semarang (Juni 2026) – IZI Jawa Tengah kembali melaksanakan kegiatan supervisi dan monitoring kepada Paguyuban Batik dan Craft Katun Ungu (Kawula Tuna Rungu) Semarang, binaan PT PLN Indonesia Power UBP Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat perkembangan usaha sekaligus memberikan pendampingan kepada para anggota paguyuban agar usaha batik yang dijalankan terus berkembang. Alhamdulillah, saat ini Sri Suprapti bersama suami, keluarga, dan anggota Paguyuban Katun Ungu dalam keadaan sehat. Bertempat di kediamannya di Kelurahan Tegalsari, lokasi tersebut sekaligus menjadi rumah produksi batik dan basecamp Paguyuban Batik dan Craft Katun Ungu Semarang.

Dalam kesehariannya, Sri Suprapti bersama tim produksi yang beranggotakan empat orang terus menghasilkan berbagai produk batik, mulai dari batik tulis, batik cap, batik ciprat, hingga produk turunan seperti tote bag, dompet batik, dan berbagai kerajinan lainnya. Selain memproduksi batik, Sri juga aktif memberikan pelatihan membatik kepada mahasiswa, komunitas, maupun teman-teman difabel sebagai upaya melestarikan batik sekaligus membuka peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas.

Saat kegiatan supervisi berlangsung, tim IZI Jawa Tengah melihat secara langsung proses produksi batik yang tengah dikerjakan bersama para anggota paguyuban, mulai dari tahapan pengerjaan motif hingga hasil batik yang siap dipasarkan.

Alhamdulillah, perkembangan usaha Batik Katun Ungu menunjukkan hasil yang membanggakan. Pada tanggal 26 Juni 2026, Sri Suprapti memperoleh kesempatan mengikuti Pameran DBS Mercy di Jakarta. Dalam pameran tersebut, produk Batik Katun Ungu berhasil menarik minat pengunjung dengan terjualnya satu lembar batik tulis senilai Rp325.000, tiga dompet batik besar dengan total penjualan Rp260.000, lima dompet kecil dan tas belanja dengan total Rp250.000, satu tote bag batik seharga Rp125.000, serta satu kemeja batik tulis seharga Rp350.000. Keikutsertaan dalam pameran ini menjadi bukti bahwa karya teman-teman difabel memiliki kualitas dan daya saing yang mampu menembus pasar yang lebih luas.

Melalui kegiatan supervisi dan monitoring ini, IZI Jawa Tengah juga terus memberikan motivasi agar Paguyuban Batik dan Craft Katun Ungu semakin aktif mengembangkan inovasi produk serta memperluas pemasaran. Diharapkan, pendampingan yang diberikan bersama PT PLN Indonesia Power UBP Semarang dapat terus mendorong kemandirian ekonomi para penyandang disabilitas, sehingga semakin banyak karya Batik Katun Ungu yang dikenal masyarakat dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota paguyuban. Semoga kolaborasi ini terus membawa keberkahan dan membuka lebih banyak peluang bagi teman-teman difabel untuk berkarya, mandiri, dan berdaya.