Di tengah terik matahari pulau Madura, pasukan Latahzan IZI melepaskan jenazah menuju pulau kecil di Pulau Paliat (03/10). IZI mengantarkan almarhum Ainur Yasin (14) ke Pelabuhan Kalianget, Sumenep dengan membawa serta pendamping jenazah yang berjumlah 4 orang dari RS. Dr. Soetomo Surabaya. (28/1)

Latahzan merupakan Layanan Antar Jenazah yang diperuntukkan mengantarkan jenazah dari titik jemput Surabaya menuju daerah di seluruh Jawa Timur. Di bulan awal Oktober 2018, Latahzan IZI berkesempatan mengantarkan alm. Ainur yang sakit karena perut besar.
Perut besar yang hingga di remaja kelas 2 SMP itu bermula dari penyakit testis. Keterbatasan akses pelayanan kesehatan, membuatnya hanya sekali berkunjung ke Puskesmas. Sejak sakit bulan Juni 2018, ia hanya ditangani oleh tukang urut. Berawal itulah terjadi pembengkakan di perutnya sehingga membesar.
Warga asli Dusun Susunan RT 05 RW 03, Paliat, Sapeken, Sumenep itu semasa kecil hidup bersama kakek dan neneknya dari pihak bapak. Ia tidak hidup sebagaimana keluarga harmonis. Sebab kedua orangtuanya bercerai saat ia masih balita.
“Kehidupannya serba pas-pasan, Mbak. Kalau almarhum ingin jajan, dia mancing dulu, lalu hasilnya dijual,” kenang Adris Syafa’a (27), paman Ainur.
Keterbatasan dana menjadi penyebab utama terlambatnya pengobatan. Sebab untuk menuju Puskesmas pada 23 September 2018, ia harus mengarungi lautan selama 30 menit dari Paliat ke Sapeken. Karena pihak Puskesmas tidak mampu mengatasi penyakit tersebut, maka ia pun dilayarkan kembali menuju sebuah Rumah Sakit di Sumenep selama 1-2 di dalam perahu.
Dokter di Sumenep juga tidak sanggup menangani, hingga akhirnya dibawa ke RS. Dr. Soetomo Surabaya pada 27 September 2018. Lantas, berselang enam hari, remaja itu menghembuskan nafas. Ia meningalkan duka terdalam, karena ayahnya tidak turut hadir di kepergiannya sebab masih di Malaysia, sudah 10 tahun tidak pulang.
Pertemuan keluarga dengan Latahzan IZI telah memudahkan urusan almarhum menemui sang Khalik. Perjalanan yang cepat dari Surabaya hingga Sumenep, dilanjutkan dengan berlayar menggunakan kapal kecil menuju Paliat dan sampai rumah duka.
“Semua jalannya cepet, Mbak. Tetangga pada bertanya kok bisa cepat? Ya saya jawab karena ada bantuannya IZI. Kami sangat berterima kasih karena telah membantu kami sekeluarga,” kesan yang disampaikan Adris.
Leave a Reply