IZI Perkuat Wawasan Wirausaha Pelaku UMKM Program PEU KUA Kramat Jati Dengan Pelatihan Manajemen Keuangan
Jakarta – Agar hasil jualan menjadi tertata rapi, IZI gelar pelatihan manajemen keuangan untuk pelaku UMKM program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) KUA Kramat Jati. Kegiatan berlangsung pada Kamis (21/5/26) di IZI Perwakilan Jakarta dan diikuti oleh 10 orang pelaku UMKM yang bergerak dibidang kuliner dan jasa. Peserta pelatihan dibekali pemahaman dasar mengenai manajemen keuangan usaha, mulai dari cara menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), menentukan keuntungan dan kerugian usaha, hingga pentingnya pencatatan transaksi yang rapi dan sistematis. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu mengelola keuangan bisnis secara lebih tertata, efektif, dan berkelanjutan.

Pelatihan ini mengajak diskusi mengenai berbagai kendala yang sering dialami pelaku UMKM dalam menjalankan usaha sehari-hari. Beberapa permasalahan yang banyak disampaikan di antaranya salah menghitung transaksi, hilangnya bukti pembayaran, pencatatan keuangan yang belum tertata, hingga proses transaksi yang masih dilakukan secara manual.
Selanjutnya peserta diajak praktik langsung dengan menggunakan contoh usaha masing-masing. Dalam sesi praktik, peserta belajar menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP), menghitung titik impas atau Break Even Point (BEP), melakukan pencatatan transaksi harian, hingga mengenal aplikasi POS (Point of Sales) sederhana yang dapat membantu pengelolaan usaha.

Salah satu peserta, Kartiningsih, mengungkapkan rasa syukurnya setelah mengikuti pelatihan tersebut. “Alhamdulillah bersyukur bisa menambah ilmu lagi khususnya dalam pencatatan pendapatan. Materinya sangat bermanfaat dan mudah dipahami. Terima kasih untuk semua yang sudah memberikan ilmunya,” ujar Kartiningsih.
“Alhamdulillah, pelatihan ini menambah wawasan tentang pembukuan keuangan lebih detail. Terima kasih atas support dan ilmunya” ungkap Veronica peserta yang mempunyai wirausaha catering. Melalui kegiatan ini pelaku UMKM tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan usaha, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengelola usaha secara lebih profesional. Selain materi pelatihan, peserta diberikan bantuan modal usaha yang dapat digunakan untuk keperluan usaha masing-masing. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, pelaku UMKM diharapkan dapat berkembang lebih mandiri, berdaya saing, dan memberikan dampak ekonomi positif bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
[frd/ru/izi]
